
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...****************...
“Kak, apa kita masih bisa menyelamatkan Putra kami?" Tanya Tree memegang tangan Star.
“Bisa Kakak ipar! El bisa selamat menggunakan tali pusar bayi dan donor sumsum tulang belakang,” kata Star memberikan secercah cahaya pada pasangan itu.
“Sampai kapan El mampu menunggu?" Tanya Alexis dingin.
“Entah aku tak tau karena kapan manusia lahir ke dunia hanya rahasia Tuhan, kapan manusia kembali kesisinya sesuai kehendak tuhan. Kami manusia hanya mampu berusaha dan berusaha, kami usahakan El cepat sembuh karena penyakit ini bak parasit yang tak muda kita bunuh sekarang juga,” kata El.
“Bisakah kau memeriksa ku, siapa tau sumsum tulang ku cocok, aku mau operasi sekarang juga,” kata Alexis penuh tekat.
“Kak bisakah kau periska tubuhku? Siapa tau aku hamil karena kami telah berhubungan. Siapa tau sudah ada adik si kembar di dalam perut ku, dulu hanya semalam mampu mengandung kembar. Nah kali ini berkali-kali malah pasti manjur tuh," kata Tree penuh harapan.
“Baiklah pertama-tama kita harus pulang sekarang! Kita butuh tenaga medis yang terbaik dan pemeriksaan yang lebih baik lagi,” kata Star.
Setelah itu semua orang menunggu jet pribadi untuk kembali ke rumah mereka.
....
....
“Mama!” Tree di peluk oleh mertuanya itu.
“Kenapa El bisa down seperti ini sayang?” tanya Mama Yumna.
“Entah, kami pun sudah memperhatikan anak itu. Mungkin karena terlalu banyak beraktifitas dan karena rasa senang akan liburan membuat El kita menjadi lelah hingga seperti ini,” kata Tree sambil menangis.
“Tidak apa-apa nak, kita akan saling berpegangan tangan untuk menyelamatkan El ya, kita pasti melewati semua ini,” kata Mama Yumna.
“Mari cek kesehatan kalian, siapa tau kalian bisa ikut program hamil atau Alexis kau harus cek up kesehatan mu juga," kata Star.
Pasangan suami istri itu memasuki ruangan lab untuk melakukan berapa tes kesehatan.
***
Sedangkan di luar UGD...
“Cucu Kakek,” Papa Abraham langsung mengambil Em ke dalam gendongannya, ia tau cucunya yang pertama ini tengah ketakutan tapi pura-pura tegar agar papa dan mamanya tidak khawatir terhadap dirinya yang mulai kurang perhatian.
__ADS_1
“Kakek, El sakit Lagi, apakah El akan meninggalkan Mama dan Em?” tanya El.
“El akan baik-baik saja sayang," papa Abraham mencium pipi gembul Em berulang-ulang.
Papa Abraham membawa cucu putrinya agar tertidur. Pria itu menimang-nimang balita cantik itu.
“Padahal Em sudah tidak nakal. Sayang El dan jadi kakak yang baik, kenapa El masih sakit sih, kek,” komplain Em tak suka.
“Ayo tidur sayang, kita harus berdoa El besok lebih baik,” kata Papa Abraham.
Pria paruh baya itu memandang gelapnya malam yang dingin, dari lubuk hatinya yang paling dalam ia begitu sedih dengan apa yang menimpa keturunannya saat ini.
Akan tetapi ia harus tegar demi putranya yang terpuruk, demi menantunya yang terpukul demi kedua cucunya yang masih kecil. Pria itu tau Em ingin juga di utamakan akan tetapi melihat sang adik sakit-sakitan ia menjadi kakak dewasa sebelum waktunya.
Apakah dosa leluhurnya di masa lalu membuat ia mendapatkan ujian hidup yang seperti ini. Cinta tahta takdir seakan mengelilingi keluarga XU yang kian mencekik.
Maka dari itu kita sebagi manusia berbuat baiklah karena kelakuan kita saat ini akan menuai hukum karma untuk keturunan di masa depan, percaya tak percaya karma selalu kembali kepada tuannya.
***
***
Saat ini Alexis dan Tree menunggu kabar di dalam. Sudah satu jam lamanya mereka tengah menunggu kabar atas keadaan El dan hasil lap mereka, “Sini sayang,” Tree di tarik hingga duduk di pangkuan suaminya.
“Ia sayang harus itu, ia harus bertahan karena kita disini menunggunya. Putra kita itu anak kuat, aku hanya memanggilnya dulu ia menangis kencang, aku yakin papanya ada disini memanggilnya untuk mengajaknya bermain bola dan mengarungi kehidupan yang berlika liku," kata Alexis, pria itu benci air mata Istrinya yang menangisi anaknya sakit. Air mata sang istri menjadi pukulan terbesar Alexis, yakinlan hati Alexis serasa di cabik-cabik.
Pria itu mengelus surai rambut sang istri mendekapnya hingga wanita itu merasakan nyaman hingga dengkuran halus terdengar dari bibir wanita itu.
Tau tidak sayang, hati ku sakit melihat air mata di pelupuk matamu, baru dua hari kita bahagia sekarang kita berduka lagi. Mungkin kau seperti ini ketika tau putra kita sakit, maafkan aku selama ini membuat mu merasakan segala pedih sendiri. Aku berjanji kali ini biarkan suami mu ini yang melindungi kalian, jika aku harus menukar nyawaku dengan putra kita aku siap sayang. Batin Alexis menangis.
Dua jam hingga Empat jam pria itu duduk menunggu kepastian di dalam sana.
Ceklek... Pintu di buka seketika Alexis melihat semua orang keluar, ibunya, bibik-bibinya, Star dan Samarta.
“Ale," panggil Satar memegang sebuah kertas HVS di tangannya.
“Apakah sudah selesai,” Tree langsung bangun dari tidurnya, telinga wanita itu seakan memiliki kepekaan yang super.
“Gimana start?” tanya Alexis.
“Ma, El gimana?" Tanya Tree.
“Ayo kita duduk dulu, ini penting," kata Star, semua keluar WUXU duduk dengan rapi.
Alexis melihat raut sahabatnya sudah tak sedap di lihat, “Pertama-tama aku ingin ngucapin kabar buruk sama kalian Ale Tree," kata Star.
__ADS_1
“Katakan," kata pria itu. Dengan dada yang menggemuruh.
“Dari hasil pemeriksaan kalian tak bisa memiliki anak lagi," kata Star bak sebuah Sambaran petir.
“Apa karena aku mandul kak Star?" Tanya Tree dengan mata sudah berlinang di peluk oleh Mommy Qiana. Sedangkan Alexis bak kayu.
“Bukan hanya itu Tree yang bermasalah disini tapi tapi Alexis bermasalah,” kata Star menghela nafas, apakah rahasia itu akan terkuak saat ini. batin Satar dan para sepupu pria itu.
“Sudah ku duga!” seketika gurat kesedihan terpancar dari mata pria itu.
“Apa yang kau katakan ini Star, jawab sekarang,” kali ini Mama Yumna rendah.
“Biar aku yang mengatakan!” kata Alexis dingin. Pria itu menceritakan jika selama ini ia pria tidak normal yang mati rasa akan tubuh wanita tanpa menceritakan penyebab Alexis seperti itu karena apa, ia tak mau kedua orang tuanya merasa bersalah.
“Tap-tapi kau bisa menggunakan pentungan itu terhadap ku, Ale,” Tree masih belum percaya.
“Aku juga tidak tau, kau adalah wanita Pertama ku dan aku pun tak tau kenapa hanya dengan mu si Jon mampu bangun dan menjadi normal. Selama ini aku tak pernah berpikir memiliki sebuah keturunan karena aku hanya pria cacat memang tak pantas bahagia. Tapi kau membawa keajaiban itu sayang kau menjadikan ku seorang papa. kau menormalkan pria cacat ini," Alexis berkecil hati, seketika tangis Mama Yumna pecah, putranya 30 tahun ini hidup menderita dan ia tak tau apa-apa, semua orang pun juga ikut menangis.
Pupus sudah harapan Tree memiliki buah hati, apa yang harus ia lakukan untuk melindungi dan menyelamatkan putranya, apakah segala usaha yang ia lakukan selama ini akan sia-sia?
“Kabar kedua, tulang sumsum Alexis cocok untuk El,” kata Star.
“Benarkah?” seketika Alexis dan Tree merasakan sebuah angin segar.
“Tapi, kondisi mu tidak baik Alex, selama ini kau hidup dalam obat-obatan agar menjadi pria normal, jika kau mendonorkan sumsum tulang mu makan nyawa mu terancam tidak selamat!”
Duaaaarrrrrrrrr... Angin tadi Ternyata membawa petir.
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
__ADS_1