Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Pergi untuk melupakan


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Lex, kau kenapa?” tanya Star mengguncang tubuh sahabatnya yang tiba-tiba kaku.


“Fren, cepat baca doa, akibat melayat ke kuburan sepertinya si Alexis kesambet!” kata Star panik.


“Entah kenapa dadaku ini tiba-tiba sakti dan rasanya sesak. Sungguh aku ingin menangis, tapi menangis tentang apa? Aku tak sedekat itu dengan kakek Desmond, dan tak mungkin aku menangisinya. Melihat si Ken menangis seperti tadi, sungguh aku ingin sembunyi dari dunia dan mencoret hubungan persaudaraan kita!” tutur Alexis yang membuat kedua sahabatnya menganga...


Plak... Sebuah pukulan dari Fren berikan kepada sahabat bunglon nya itu.


“Wajarlah dia nangis seperti itu, wong si kakek Desmond perawat Ken sedari bayi, kau kan tau bagiamana Ken selalu mengalah akan kasih sayang kedua orang tuanya. Masa kecil sepupu kita itu lebih banyak ia habiskan dengan mendiang Kakek WU dan mendiang Kakek Desmond, kau akan di urusin sendiri sama Mama Yumna!” Kata Fren berceramah.


“Baiklah... Baiklah, aku kan anak sendiri, bdw kau tumben tidak bermanja ria dengan Bunda Rana?" tanya Alexis.


“Masak aku mau bermesraan sama Mama di kuburan!" omel Fren.


“Dasar Mafia anak Mami!” kedua pria itu meledek Fren bersamaan. Karena kelahiran Fren yang prematur ibunya selalu menganggap ia dan saudara kembarnya anak kecil. Bunda Rana tak segan-segan menciumi anaknya dimana pun mereka berjumpa.


“Dari yang aku lihat kau selalu memandang cucu Kakek Desmond sampai tak berkedip bro!” kata Star menepuk pundak Alexis.


“Aku hanya kasian sama gadis kecil itu, nasibnya begitu tragis,” kata Alexis.


“Kau benar, kedua orang tuanya tewas pada saat ia berusia 11 tahun, aku sarankan kau jangan lah mengintip gadis itu, kasian!" kata Star.


“Gadis itu bukan selera ku Bro, body-nya saja macem kripik singkong. Yang aku pikirkan adalah wanita ku!” kata Alexis penuh tekanan.


Meski tak terelakkan bahwa aku memikirkan body gadis tadi sama persis dengan wanita ku. Hey wanita, apakah kau seorang bidadari? Karena sudah dua hari aku tak mendapatkan kabar dari mu. Jika kau manusia, aku harap kita cepat bertemu. Batin Alexis jauh menerawang.


....


....


“Kau sudah yakin Tree?” tanya Samarta memegang tangan sahabatnya.

__ADS_1


Pagi ini mereka telah berada di sebuah bandara pribadi milik keluarga WU.


“Ini satu-satunya aku pergi dari hidup Aston, Fle, titip Samarta ya!" kata Tree kepada Flexi.


“Ok, tenang saja, tiga bulan lagi kami akan menyusul, ini hanya masalah waktu, kau baik-baik lah di negeri orang!” Flexi mengusap Surai rambut sahabatnya itu. Matanya berembun.


“Sudah jangan sedih, kan aku tak sendiri, ada Tante orang yang menjagaku di negeri orang. Ku tunggu kalian menyusul ku ya, sayonara!” kata Tree, gadis itu menarik kopernya memasuki jet pribadi yang memiliki lambang WUXU itu.


“Selamat datang nona!” sapa para awak kapal.


Gadis itu memang menolak untuk duduk di kursi VIP pesawat itu, sebab ia sadar diri jika ia hanya menumpang, agar perjalanan nya tak terganggu dan tak terdeteksi oleh seseorang yang memiliki kekuasaan.


Tree mengingat kejutan yang Aston berikan kepadanya pada saat ulang tahun, gadis itu semakin yakin bahwa Aston orang yang berpengaruh.


“Terimakasih,” Tree memberikan kopernya lalu duduk di kursi yang menurutnya ternyaman.


Gadis itu membuka ponsel baru pemberian Flexi. Tangannya memencet tombol musik , seketika lagu buih jadi permadani yang di nyanyikan oleh Nabila Maharani mengalun indah.


sebuah tutup mata Tree gunakan, sayup-sayup ia meresapi alunan musik galau dari headset bluetooth di telinganya.


Seharusnya aku bercermin pada kenyataannya bahwa aku tak pantas memulai bahtera cinta...


Ku harap kau melupakan ku secepatnya nya kak, karena aku tak layak berada disisi mu.


Aku begitu na'if, karena kenai'ifan ini aku mengundang petaka. Karena cinta terlarang, kakek ku tiada.


Sekarang aku telah menuai karma ku yaitu menjadi sebatang kara. Selamat tinggal kak Aston, takdir kita hanya sampai di sini.


Di antara kita hanya ada aku dan dirimu bukan kita. Karena untuk menjadi kita aku tak memiliki sayap agar bisa terbang meraih tanganmu.


Seperti lagu ini, mungkinkah aku tak dapat merubah buih menjadi permadani, untuk merubah takdir ku yang begitu kesepian...


Gadis itu mengingat kenangan manisnya bersama sang Kakek.


“Tree, kau ingin menjadi apa di masa depan?” tanya Kakek Desmond.


“Aku ingin menjadi peri kek!” kata Tree...


“Kenapa harus menjadi peri Tree, peri itu hanyalah dongeng, kita manusia hanya bisa menjadi guru, Dokter dan segala profesi yang gemilang,” kata Kakek.

__ADS_1


“Jika peri adalah dongeng, aku ingin menjadi peri nyata, yang mampu menghapus jejak air mata di setiap orang yang aku kenal,” kata Tree...


Maka dari itu kenapa Tree memalak kawan yang kaya, lalu di bagikan ke kawan yang tak mampu, dan bodoh nya lagi teman-teman Tree membiarkan gadis itu melakukan apapun yang ia mau. Malah para meletakkan satu kotak seperti kotak amat di loker gadis itu, setiap hari mereka menaruh sedikit belak mereka dan Eneng Tree membelikan semua uang itu di kantin lalu memberikan kepada semua orang yang yang membutuhkan di sekitar sekolah bahkan beberapa pantai asuhan di sekitar sekolah mereka.


“Nona, Nona!” panggil seorang pramugari.


“Ia," jawab Tree, panggilan pramugari itu menyadarkan sang gadis dalam lamunannya.


“Lima menit lagi pesawat akan lepas landas, mohon periksa kelengkapan ada. Sabuk pengaman dan barang elektronik mohon di matikan!” pandu sang pramugari.


“Baik, Kak!” jawab Tree.


Selamat tinggal kak Aston, sayonara negara I, maaf Kek, Tree pergi. batin Tree, gadis itu mencengkram kursi.


.....


.....


Sedangkan di kabin VIP, Seorang pria uring-uringan karena anak buahnya tak mampu menemukan wanitanya.


Wanita seperti gelembung sabun ditiup tak kembali lagi. Alexis tidak tau saat ini ia tengah berada dalam satu pesawat dengan wanita yang ia cari. Begitulah takdir yang tak mampu kita atur, kapan itu bersua kapan pula berpisah.


“Maaf Tuan muda, pesawat akan lepas landas 5 menit lagi, mohon persiapkan diri anda!” kata pramugari.


“Hem," jawab Alexis.


Apakah sesusah ini hanya ingin bersatu dengan mu wahai tamu ranjang ku. Apakah kau tau aku butuh menunggu mu disini untuk mengukir kisah kita yang belum di mulai. Batin Alexis.


.....


Begitu juga dengan seorang pria yang berada di kabin pesawat pribadi miliknya, Pria itu begitu murka karena baru mendengar kabar bahwa Kakek kekasihnya telah tiada.


“Bisa tidak, kecepatan pesawat ini lebih kenceng lagi! Besok-besok jika urgent beli saja pesawat tempur!” umpat Aston.


“Lima menit lagi kita akan mendarat tuan muda!” lapor anak buahnya.


Tiga orang yang memiliki takdir berkesinambungan itu sama-sama berada di dalam pesawat...


^^^To Be Continued^^^

__ADS_1


Rekomendasi Author:



__ADS_2