
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
“Berapa persen?" Tanya Alexis.
“80:20%, Ale," kata Star, pria itu menangis, sahabatnya ini seorang pria polos yang terhimpit keadaan, seandainya ia bisa memberikan sumsum tulang terhadap El ia yang akan memberikannya, tadi ia dan Fren saling melakukan tes siapa tau di antara mereka bisa membantu, ternyata hasilnya 0 hanya Alexis ayah biologis bayi El yang memiliki ke cocokkan.
“Ok lakukan operasinya!” kata Alexis santai.
“Ale, persentasenya kecil, kau jangan macam-macam," kata Mama Yumna.
“Ini besar Ma, 20%. Seandainya hanya 1% aku Alexis siap melakukan operasi, apapun akan aku lakukan untuk putraku," kata pria itu.
“Yang di katakan Mama benar Ale,” kata Tree, ia tak mau egois ini tentang hidup mati seorang demi nyawa putranya.
“Dengar sayang, jika seandainya terjadi apa-apa dengan El, aku Alexis Xander XU di depan mata kalian akan bunuh diri jika kalian tak mengijinkan diriku menolong putraku," kata Alexis serius.
Putra Abraham itu memang memiliki karakter dan sosok yang begitu tegas hingga membuat semua musuhnya takut. Fren duduk di lantai melihat keputusasaan di pelupuk mata sahabat.
“Kau egois," Tree memukul dada sang suami.
“Dengar sayang," Alexis menarik wajah Tree saat ini mereka saling berhadapan, “Hidup sekali, mati sekali, mencintai sekali dan aku tidak ingin menyesal dua kali, sudah cukup aku menyesal sekali yaitu kehilangan mu dan melewati pertumbuhan anak-anak kita, jika sampai disini jodoh kita ku harap kau bahagia, titip anak-anak. Aku hanya hadir di hidup mu sebentar, anggap aku hanya orang lewat depan rumah mu, jika aku selamat selamanya kau harus menjadi istriku karena sampai matipun aku tak akan melepaskan mu,” kata Alexis dengan wajah sedih, bahkan kali ini pria itu tak menyembunyikan lagi air matanya.
“Kau harus hidup, karena aku akan menikah lagi jika kau meninggalkan kami. Aku akan menikahi si Star jika kau meninggalkan ku, dan aku akan kawin sebelum tubuhmu masuk ke liang lahat," kata Tree.
Seketika Alexis memandang Satar dengan pandangan menghunus seakan pria itu berkata. Berani kau melirik istriku ketika aku mati, akan ku seret kau ke neraka Star.
“Heh, kenapa aku di panggil-panggil, tenang Ale, stok janda banyak meski janda istrimu sangat menggiurkan," plak... Sebuah sendal langsung melayang menghantam kepada pria itu.
“SI-AP-A yang berani,” mulut Star langsung bungkam.
__ADS_1
“Eh bunda... Bercanda Bun bercanda,”
“Pa telpon si Bejo, tanya sama dia jadi tidak di jodohkan anaknya dengan si star, katanya anaknya itu bikin susah Mulu karena kambing bapaknya selalu di jual buat pasang nomer togel," kata Bunda Divya.
“Oh, si Susi itu?" Tanya bapak si Star.
“Bener tuh. Ok ... Yak Pa, Bun, aku masih cinta Tante aku gak mau wanita jadi-jadian," kata Star pucat.
“Star bisa aku melihat El?" Tanya Alexis mengalihkan topik perjodohan si Star.
“Ayo aku temani," Star meninggalkan semua orang mengikuti Alexis yang ingin melihat putranya.
....
....
Nittt... Nittt... Nittt... Nittt... Suara alat kehidupan sang putra terdengar di Indra pendengaran, Alexis memandang putranya sayang. Saat ini ia menggunakan baju steril serta masker penutup.
Mata pria kecil itu terpejam hidung di tutup oksigen, bocah ceria saat ini lemas tak berdaya, Alexis begitu terisis melihat keadaan putranya itu.
“Kapan bisa melakukan operasi Start?" Tanya Alexis memegang punggung tangan El yang terasa dingin.
“Bisakah kau meninggalkan kami?” pinta Alexis.
“10 menit Ale, tempat ini steril,” kata Star meninggalkan ruangan itu.
***
***
“Hai boy, dulu Papa bilang padamu, kau harus menjadi anak kuat untuk melindungi kakak dan ibumu. Bisakah papa minta itu lagi?” kata Alexis dengan tubuh terguncang.
“Bisakah kau memberikan Papa mu ini melakukan baktinya menjadi sosok ayah yang baik? Boy?”
“Papa mu ini pria berengsek dan payah mungkin kau akan malu memiliki papa yang nakal di masa mudanya. Papa mu ini tak memiliki sesuatu yang mampu kau banggakan.”
__ADS_1
“Sekedar menggenggam tangan mama mu pun papa mu ini payah hingga membuat kalian terlantar di luar sana, jauh dari pelupuk mata Papa.”
“Bisakah papa minta untuk terkahir kali Boy? Papa ingin mati di pangkuan kalian bukan kalian yang meninggalkan papa dulu,” Alexis tak kunjung melepaskan genggamannya.
“Lihat Mama mu nak di luar sana ia tengah khawatir karena kau tidak baik-baik saja, bayangkan saja jika seandainya kau meninggalkannya senyum mama mu akan hilang, matahari mama mu akan redup dan papa mu ini tak sanggup membeli matahari untuk Mamamu, karena papa tak sekaya itu membeli matahari," kata Alexis yang mulai Frustasi.
Greeppp, tangan kecil si El menggenggam tangan Alexis, Pria itu belum percaya ia memandang tangannya yang memang di genggam oleh sang putra.
Tanpa menunggu apapun lagi, Alexis menekan tombol darurat di samping ia duduk, tak sampai 1 menit, Star dan yang lain masuk.
“Star lihat, putraku memegang tangan ku, apakah dia akan sadar?" Tanya Alexis bahagia.
“Syukurlah, El melewati masa kritisnya kami semua takut dia tak akan sadar lagi, 4 jam kita berusaha menyadarkannya tapi tak ada respon!" Star mengusap air matanya, entah kenapa malam ini keluarga mereka dihujani air mata Terus menerus.
“Kapan kami bisa operasi?” tanya Alexis, ia tak mau menunda waktu.
“Lusa. Persiapkan dirimu, kau siap mempercayakan nyawamu di tangan ku Ale?" Kata Mommy Qiana tegas.
“Siap! Aku serahkan hidup mati ku padamu mu Mommy,”
Aduhhh kok serem ya...
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini