Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Bayi Besar


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Karena terganggu dengan pancaran sinar matahari serta adanya orang asing di kamarnya, pria yang berparas tampan itu refleks bangun dari tidurnya.


Tangannya langsung merogoh pistol di bawah bantalnya lalu menodongkan senjata tersebut ke arah si pengganggu..


“Astagaaa... Kingkong!” Teriak Tree begitu melihat seorang pria telanjang dada keluar dari selimut. Yang membuat Tree syok bukanlah roti sobek sebab baginya roti sobek pria adalah pencuci mata.


Wanita itu syok karena isi dalam selimut bukanlah anak kecil malah anak tua bangkotan.


Apa pria ini suami mudanya nyonya Yumna ya? Makanya ada disini, trus anaknya kemana? Batin Tree bingung.


“Lah kenapa saya di todong kan senjata tuan?" tanya Tree baru sadar.


Alexis memandang wajah asing di depannya, “Siapa kau!” tanya pria itu dingin.


“Saya pengasuh Tuan Muda Alexis, Tuan," jawab Tree.


Wanita itu berjongkok di kolong tempat tidur untuk mencari keberadaan anak asuhnya.


Sebenarnya wanita itu merasakan sedikit ketakutan atas pistol yang mengacung ke arahnya akan tetapi ia berusaha menormalkan detak jantungnya dan berusaha biasa-biasa saja.


“Apahhhh!!!!” Teriak Alexis menggelegar...


“Dia adalah pengasuhmu Lex, mulai saat ini menurutlah pada pengasuh mu," kata Mama Yumna memasuki kamar putranya.


“Apa!!” Saat ini Tree yang berteriak..


“Jangan teriak-teriak, kuping Mama ini sudah tua, kalian ingin Mama budek." omel Mama Yumna.


“Nyonya, ini lelucon kan?" tanya Tree memastikan.


“Tidak cantik, ini Alexis tadi ku maksud dan aku hanya punya anak satu. Dia ini bujang lapuk butuh perawatan," kata Mama Yumna.


Sungguh Tree saat ini ingin pingsan. Kenapa ia harus terjebak dengan drama ibu dan anak ini?.


“Ma, jangan bercanda deh, sekarang mama pulang bawak juga orang-orangan sawah ini pulang," pinta Alexis dengan nada memerintah.

__ADS_1


“Tidak mau, jika kau menolak yang ini besok Mama bawakan pengasuh satu truk. Biar mereka jadi mata-mata mu sekalian," ancam Mama Yumna.


“Boleh tuh Ma, sekalian aku mau rekomendasi pengasuh ku, gadis cantik, bodynya bak gitar spanyol, putih rambutnya panjang kulitnya juga halus," kata Alexis.


Mama Yumna mengambil sebuah bantal lalu memilik putranya,“Enak di kamu dong, yang ada mereka kau jadikan bandar Mimik cucu mu bocah sialan,"


“Pokonya kau harus menerima pengasuh ini titik. Kan kau tak mau menikah maka akan Mama berikan pengasuh untuk mengurus mu. Mulai saat ini Mama tak mau memaksa mu untuk menikah lagi Lex, agar kau tak kabur dari Mama, sekarang kau wajib menerima pengasuh ini tanpa di ganggu gugat, tidak ada tawar menawar atau mintak diskonan sebelum kau Mama orderin santet di aplikasi shoppe. Mumpung cicilannya turun 10%, tinggal pilih mau santet apa racun Mama,” kata Mama Yumna menakutkan seperti Nyai lampir versi bule.


“Ba... Baik Ma, ku terima dengan lapang dada," kata Alexis, sebab Mamanya itu tak pernah main-main jika sudah membahas racun dan meracuni.


“Menyenangkan bukan tidak menikah tapi dilayaninya oleh pengasuh cantik ini, dia hanya melayani kebutuhan mu yang wajar-wajar saja. Jika kau berani mencongkel pertahanan pengasuh mu ini maka akan Mama kebiri itu si Jon” ancam Mama Yumna.


“Maaf nyonya, saya mau berhenti saja menjadi pengasuh anak anda, saya tak sanggup Nyonya, saya kira anak yang saya asuh adalah bayi gemes lah ini malah bayi Kingkong, saya tak sanggup," kata Tree.


Wanita itu ketakutan, sebab belum apa-apa sudah ditodongkan senjata. Serem banget calon bosnya ini.


“Eh, Tomcat, kau sebut apa?!” teriak Alexis.


“Bayi gorila.. Up,,," Tree menutup mulutnya.


“Hahahahaha ... kau lucu sekali Tree. Tapi sayang, kau tidak bisa berhenti sebelum tiga bulan kerja sebab itu melanggar kontrak kita, kau harus membayar 10 kali lipat gajih mu jika berhenti sebelum 3 bulan," kata Mama Yumna.


Glek.... Tree menelan air liurnya, wanita itu mau pingsan sekarang juga.


“Siapa nama mu?" tanya Alexis dingin.


“Tree Tuan,” jawab Tree.


“Karena kau sudah menuduhku bayi gorila maka kau menjadi pembantu permanen di rumah ini, tidak ada pulang-pulang selama seminggu!” kata Alexis.


“Ya tuan, jangan seperti itu, saya ini punya keluarga di rumah, biarkan saya pulang ya tuan, baju pun saya tak membawa,” kata Tree mengiba sambil mengguncang kaki Alexis yang masih terbalut selimut.


“Jangan sentuh-sentuh aku!" teriak Alexis sehingga terjadilah tarik tambang selimut...


Gedebuk... Tree jatuh dengan selimut melorot sedikit


“Aaahhhhhh... Cacing," teriak Tree ketika melihat setengah tubuh jon, sebab si Alexis tak menggunakan apapun, malam tadi ia bermain bersolo karir sehingga pria itu dalam keadaan toples.


Alexis langsung membalikkan tubuhnya hingga tengkurep.


“Sitttt, sana kamu pergi ke bawah masak yang enak aku mau makan sub sekarang juga!” terikat Alexis.


Tree langsung bangun dan berlari, akan tetapi ketika ia sudah sampai di lantai satu ia kembali menaiki lift karena lupa memberitahu bahwa ia tidak bisa memasak.

__ADS_1


Seperti tadi wanita itu masuk ke kamar Alexis.


Wow, roti sobek Mr. Breadnya bikin Eneng ngiler bang. Batin Tree ketika melihat bosnya tengah menggunakan Bokser ketat di bawah tubuhnya serta di atasnya polosan.


Rupanya karena tegang ia tak memperhatikan roti sobek milik bosanya itu.


“Heh, Trea hapus air liur mu itu, sedang apa kau datang lagi ke sini?” kata Alexis memandang wanita yang sangat cantik meski tubuhnya tepos depan belakang serta tingginya aduhai kurang banyak.


“Oh... oh ... it itu Tuan Muda, saya mau bilang bahwa saya tidak bisa memasak, biar saya order saja gimana?" kata Tree gugup sambil menghapus bibirnya. Merasakan tidak ada air liur, wajah wanita itu memerah malu.


“Aku tidak mau tau kau sekarang masak atau pistol ku tadi meledakkan kepalamu,” kata Alexis geram.


“Baik-baik tuan,” Tree berlari masuki lift.


“Huh, seram banget punya bos, cara masak itu gimana ya?”


“Aahhhh ... Masak aja lah Tree, dari pada kau mati, kau harus bertahan 3 bulan nantik cari kerjaan baru, toh menginap ini hanya seminggu saja. Toh di bawah anda koki," Batin Tree.


Wanita itu menyusuri ruangan lantai satu, “Tadi aku melihat orang di sini, kemana ya mereka?” gumam Tree.


“Hei, mbak.. mbak mau kemana?” panggil Tree ketika melihat satu persatu orang di dalam Vila itu berlari ke luar gerbang.


Ada apa ini? jerit Tree dalam hati.


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Sambil nunggu Eneng Tree up mampir yuk di karya satu ini❤️

__ADS_1



__ADS_2