Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Aku Menemukan Mu Sayang


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Alexis menarik Tree tak gak mau diam, mau di goreng pun wanita itu akan memberontak, padahal wanita itu dalam keadaan setengah mabuk. Karena tak memperhatikan jalan akhirnya ia nyangkut di di meja bartender.


Gembrang....


“Aww, sakit!" rintihan Tree menyadarkan Alexis.


Greep... Alexis mengangkat tubuh Tree. Membawa Tree ke dalam gendongannya.


Karena benturan itu Tree sadar dari mabuknya.


Astaga kenapa aku berkhayal di gendongan sama bos? ucap Tree dalam hati. Ia begitu syok ketika melihat si bos.


Sedangkan Alexis dengan langkah lebaranya terburu-buru meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya di lantai dua.


Mata wanita itu memandang si bos tanpa berkedip...


“Apakah kau sudah sadar?" tanya Alexis dengan suara khasnya yang datar.


Tree hanya diam, otaknya berkerja terlalu lambat sehingga ia mendengar pintu lift berbunyi...


Ceting...


Wanita itu mengedarkan pandangannya seketika matanya terbelalak melihat ruangan yang tak akan pernah ia lupakan selama ini. Bahkan masih menghantui dalam mimpi-mimpi indah wanita itu.


Apalagi sebuah kamar berpintu emas bercorak naga yang tak pernah dia lihat di manapun kecuali di tempat ini membuat Tree tak bisa move on dari tempat tersebut, padahal selama 2 Minggu ini Tree masukin semua ruangan di klub ini tetapi tak pernah melihat ruangan yang berbeda dari yang lain. Kenapa Tree ingat betul tempat ini? Sebab Tree masih ingat ketika ia mencari pintu untuk pulang dan kamar ini hanya ada 1 di dalam ruangan yang sangat luas. Sedangkan di lantai lain modelnya seperti hotel.


“Tuan, saya tidak jadi mabuk. Bisakah anda melepaskan saya?" pinta wanita itu ingin meyakinkan dirinya sendiri. Mencari atas kegundahan yang ia rasakan sedari tadi.


Tree memberontak hingga membuat si Jon ngilu karena tak sabar bebas dari penjaranya selama ini. Karena demi kesejahteraan si Jon ia melepaskan Tree tapi pria itu tak melepaskan wanita itu begitu saja, Alexis memeluk tubuh ibu dari anak-anaknya itu hingga masuk ke dalam kamarnya.


Tuhan... lelucon apa ini? Ini kamar yang sama yang lima tahun yang lalu aku tempati untuk melakukan malam panas dengan bapaknya si kembar. Ini tidak salah, sebab ruangannya berbeda.

__ADS_1


“Tuan apakah anda pernah menyewakan kamar ini?" tanya Tree memastikan.


“Tidak, Tree. Kamar pribadi ku hanya ku tempati sendiri seumur hidup," jelas Alexis menggiring Tree agar ikut masuk kedalam kamar inti..


“Tidak mungkin...,” gumam Tree Langusung berlari ke dalam kamar mandi meninggalkan Alexis sendiri yang mematung.


“Tree kau mau kemana?" panggil Alexis ketika wanita itu menjauh dari jangkauannya.


Tidak, tidak, ini tidak mungkin. Aku ini dalam keadaan mabuk ini hanya hayalan ku saja. Ini tidak mungkin. Batin Tree frustasi di dalam kamar mandi.


“Aku harus bangun dari mimpi buruk ku,” Tree memutar kran mencelupkan kepalanya ke dalam wastafel agar sadar dari keadaan ini yang ia anggap khayalan belaka.


“Sialan ini bukan khayalan," umpat Tree ketika melihat cermin di depannya ia bisa melihat wajahnya yang basah serta frustasi.


“Apakah aku celupin lagi ya wajah ini hingga ke rambut, siapa tau ini masih efek samping mabuknya yang amat membandel," Tree macem orang gila berbicara sendiri


Siuuuurrrr......


Ceklek... Duggggg....


Pintu di buka dari luar. Tree yang di dalam kamar mandi kaget hingga kepalanya membentur kran hingga si kran patah...


Air dari kran membasahi tubuh Tree yang menggunakan dress pas body. Seperti sumberan air mancur pemirsa.


Karena Tree begitu lama, pria itu menyusul wanita itu kedalam kamar mandi. Alexis cukup terkejut dengan kerusakan kran airnya yang berkualitas yang rupanya mudah rusak.


Tree mengatupkan kedua tangannya, ia lupa dengan air yang semakin lama membasahi sekujur tubuhnya,“Ampun tuan, saya salah, mulia saat ini saya berhenti menjadi pengasuh anda," wanita itu takut Alexis mengetahui keberadaan kedua anak kembarnya. Bagaimana jika Alexis tega membunuh si kembar jika tau kalog si kembar benih yang 5 tahun pria ini titipkan. Jika yang di bunuh adalah dirinya, wanita itu rela. Tak lupa hutang Tree yang lima tahun lalu.


Apakah Tree haru bayar hutang apa sebaliknya Tree harus mencicil sesuatu yang akan membuat perut Tree kembung 9 bulan lagi atau malah si Tree jadi babu seumur hidup. Hanya nyai otor dong yang tahu.


Untuk pertama kali dalam seumur hidup Tree ketakutan.


“Kau ingin pergi ketika kau menghidupkannya sayang," kata Alexis mengikis jarak keduanya, hidung mancungnya bersentuhan dengan hidung Tree.


“Kau akan aku lepaskan setelah permainan panas kita," bisik Alexis menempel kan bibinya di bibir Tree.


Apakah aku terima saja ajakan pria ini, menanam benih untuk menolong nyawa El ku setelah malam ini aku akan pergi jauh dari negara ini seperti 5 tahun lagi, batin Tree bimbang.


Cuppp ... Alexis menyatukan bibir mereka dengan gairah yang panas.

__ADS_1


Pria itu mencium bibir Tree sangat rakus, tak lama kemudian Tree pun membalas ciuman pria itu meski dengan tehnik ciuman buruk.


Alexis mengangkat tubuh Tree agar duduk di wastafel, tangannya mematikan kran dengan memencet tombol di sebelah kiri wastafel.


Tak ada air yang memancar yang ada desiran gairah dengan dua tubuh basah.


Alexis mencium pipi, telinga lalu ke leher jenjang Tree. Tangannya menurunkan resleting drees wanita itu.


Dress turun sebatas perut ramping Tree, yakin jika wanita itu pergi tanpa membawa anak mungkin dia di kira perawan. Seketika dada pria itu berdetak kencang ketika mencium bau anyir darah. Alexis mendekat Tree memeriksa bagian belakang tubuh wanita itu.


“Darah?” kata pria itu ketika melihat tangannya penuh akan darah segar memenuhi telapak tangan pria itu. Tidak ada suara apapun dari si wanita.


Alexis menggulung rambut Tree untuk mencari sumber darah tersebut, seketika ia syok melihat darah bercucuran dari kepala belakang wanita tersebut, dan yang paling membuatnya terkejut adalah... Bekas luka di punggung Tree...


“Sayang aku menemukan mu,” kata Alexis dengan air mata yang bercucuran dan gak mampu ia tahan. Buka menangis sedih kepala Tree bocor tapi karena terharu.


Pria itu menarik wajah Tree seketika ia panik sebab Tree telah tak sadarkan diri.


“Tree bangun, Tree,”


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️



__ADS_2