
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Keteplak... Keteplak... Keteplak... Bunyi sepatu pantofel milik Aston yang tengah berlari melawan rintik-rintik hujan. Cuaca pagi ini begitu mendung, rupanya sang surya lagi berkabung atas nasib cinta ke tiga insan yang begitu sad ending.
Tanpa peduli dengan penampilannya yang berantakan, Aston mendekati mobil yang tengah menunggunya.
“Keluar Sekarang!" Perintah Aston.
Pria itu mengantikan posisi duduk si supir yang tadi ia usir, tanpa ba-bi-bu ia menancap gasnya mobilnya di atas rata-rata...
Greeengggggg..... Mobil meninggalkan bandara..
“Sayang! Maafkan aku yang tak ada di saat kau membutuhkan sandaran, kenapa aku harus ke keluar negeri jika hari itu pula kau tengah berduka!” Dada Aston begitu sesak, entah mengapa dadanya begitu sesak mendengar sang kekasih telah berduka.
“Aku janji mulai saat ini aku akan selalu berada di sisimu, kemanapun aku pergi kau akan ku bawa sayang!” Aston mengeratkan tangannya di setir mengemudi.
“Sitt....” umpat pria itu karena pagi ini begitu macet, kawasan yang ia lintasi adalah kawasan sekolah anak SD.
Pria itu menoleh ke belakang, nyatanya di belakang kendaraannya penuh.
Tin... Tin... Bunyi klakson mobil Aston memekik, karena mobil Aston membunyikan klakson semua pada protes lalu membalas yaitu membunyikan klakson kendaraan mereka juga.
....
....
Setelah satu jam lamanya Aston sampai di halaman rumah Tree yang begitu sepi, “Sepertinya dia lagi bersedih di kamar!” gumam Aston.
Pria itu merapikan penampilan lalu keluar dari mobil. Mengangkat tinggi-tinggi lengannya siapa tau ada bau tak sedap menempel di tubuhnya.
Tokk ... Tokk... Aston mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dari dalam. Pria itu mengintip kaca depan rumah tersebut. Yang ada hanya sepi.
Tok ... Tok ..., “Sayang... Sayang, Honey! Cintaku, calon suamimu datang nih!” panggil Aston tak menyerah...
Tok ... Tok ... Lagi-lagi Aston mengetuk pintu....
Plak... Seseorang menepuk punggungnya.
“Saya-ng...,” ucapan pria itu langsung tertelan ketika melihat orang yang menepuk pundaknya.
“Eh.. Cogan... Yee kerumah eke pagi-pagi begindang, mau nyapose.. Mau cumbuin Eneng syantik paripurna milik inces Sahroni ini, yukk Cap cus masuk kamar!” kata seorang bencong langsung menggandeng lengan kokoh Aston.
__ADS_1
Seketika bulu kuduk Aston berdiri, apalagi si bencong ini memiliki pepaya gantung yang aduhai dari silikon dan rambutnya yang panjang, serta rambut di pipi hingga Jenggot yang di kuris pendek terlihat jelas bahwa orang yang memegang lengan Aston ini adalah wanita jadi-jadian.
“Eh tuan, aku mencari kekasih ku, cepat kau panggilkan Tree ku!” kata Aston berusaha melepaskan lengannya dari si jadi-jadian.
“Eh, sayong... panggil eke Mis Syahroni yang selalu seksih melebihi Miss universe... Lihat bodi ku gold dan aduhai masak di panggil tuan sih, sayang ku... Seperti apa wujud kekasihmu itu, apakah seperti Mis Syahroni yang selalu meresahkan cinta kyu...” bibir wanita itu Montong siap mematuk bibir tebal milik Aston...
Toeerrr... Aston menjepit bibir merah si Sahroni.
“Aku tak main-main ya banci! Sekarang panggilkan Trea Desmond yang ada di dalam...,” perintah Aston melepaskan capitannya.
“Awww... Astaga bibir seksih eke yang di sulam dengan benang sutera rusak dan Jontor!” si Sahroni melihat bibirnya di kaca yang ia ambil di sela-sela pepaya busuk miliknya.
Astoge...., Jerit batin Aston melihat tingkah si jadi-jadian.
“Eh, Say, kau mencari siapa datang ke rumah Ences? Disini Ences tinggal sendiri Say,” kata si Syahroni.
“Ini adalah rumah kekasih ku Trea Desmond dan Kakeknya. Kau mungkin ngaku-ngaku!" tuduh Aston.
“Oh, mungkin kau pacar di loli kucrut itu yeee?” kata si Sahroni.
“Dimana gadis itu?" tanya Aston.
“Sudah pergi lah, kan rumah ini sudah di jual sama dia kemarin sore! Dan kebetulun eyke yang lagi mencari rumah untuk open proyek tunggal putra, ya aku beli lah, lumayan sepi nih rumah untuk Ences open BO!” kata si Sahroni memasuki rumah.
“Oh, iye, jika you kenal dengan yang namanya As, ada titipan tuh dari loli untuknya, Mumpung incess masih inget jika sudah 1 bulan ingetan mudah minggat.” kata wanita itu.
“Ayukkk... Masyukkk dulu bangg, siape tau ada ajang masuk ke dalam sangkar yang lain!" ujar Sahroni mengedipkan matanya genit.
“Kalog kau main-main aku tembak nih,” Aston mengacungkan pistolnya.
Brak... Brak... Seketika Sahroni berlari seperti pria, memasuki lantai atas mengambil sesuatu yang memang di tinggalkan untuk pria itu.
Brakkk... Brakkk..., “Ini tuan, silahkan anda cepat pulang, maafkan saya yang telah menggoda Anda!" kata Sahroni yang mengganti suaranya menjadi Sahrul.
Aston mengambil kotak pink yang tertutup coklat, begitu tak asing di matanya, kotak yang sama yang telah ia berikan kepada Tree pada saat ulang tahunnya. Rupanya gadis itu menyimpan pemberian pria itu baik-baik.
Di dalam mobil Aston membuka tutup kotak, di dalam kotak ada begitu banyak bunga mawar yang telah di keringkan...
Ada sebuah not di lipat di atas tumpukan tersebut, “Jika kakak sudah mendapatkan kotak ini, mohon kakak dengarkan sesuatu dari bola rekaman yang Kakak berikan tempo hari!”
Suara audio dari Tree terputur..
Hai.. Kak, terimakasih sudah mencari ku. Ku harap kakak sudi mendengarkan ba'it demi ba'it yang aku ucapkan...
Hehehehe... Tidak apa kan aku PD sedikit di cari Abang Aston...
__ADS_1
Heeennnsss ....
Dinginnya angin malam ini begitu terasa menusuk di sekujur tubuhku. Aku harus menyesuaikan diriku dengan keinginan ini, sebab mulai malam ini dan malam-malam seterusnya aku sendiri, tidak ada kakek dan tidak ada Aston di hidupku.
“Kenapa kau bicara seperti itu sayang...” setetes air mata Aston jatuh mengenai bola musik itu.
Tau tidak, malam ini aku begitu mendambakan pelukan mu, mendengar bisikan mu yang selalu meratukan ku seakan aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia ini, padahal aku hanyalah buih yang hanya mampu berangan menjadi balon udara.
Aku begitu na'if kan???
Padahal aku hanyalah insan kekurangan yang tak akan pernah sempurna sebab itu hanyalah mustahil bagiku untuk menjadi sempurna untuk bisa bersanding denganmu.
Kak, akibat kurang nya aku menjadi manusia Kakek tiada. Dada kakek sakit mengetahui keadaan ku yang tak sempurna... Dan itu sangat menyesakkan di dadaku selamanya, mungkin sampai raga ini menyatu dengan tanah.
Seharusnya aku bercermin untuk menerima mu, agar kisah kita tak pernah terlukiskan sebab seonggok wanita penuh kekurangan ini juga hampir memisahkan seorang ibu dan anaknya...
Malam ini aku ingin mengucapkan selamat tinggal untuk mu cintaku...
Semesta telah menetapkan takdir mu dan tak diri ku yang tak akan pernah menjadi kita, karena di antara aku dan dirimu ada pembatas besar yang tak mampu ku hilangkan.
Maafkan aku Kak, yang menyerah terlebih dahulu, sejatinya citaku ku rapuh dan tak sekuat cintamu yang kokoh.
Selamat tinggal sayang... Aku harap Aston yang aku cinta hidup dengan bahagia dengan takdir yang sudah di peruntukan untuknya.
Maafkan aku yang menjadi duri di antara hubungan mu dan dia, dan ku ucapkan selamat menjadi ayah..
Aku pamit untuk pergi dan tak kembali....
Mulailah hidup baru... Aku telah mengembalikan cintamu lewat kotak ini.
Air mata Aston bercucuran ketika melihat semua pemberiannya di kembalikan utuh tak kurang satupun.
Tokkk ... Tokkk... Kaca mobil Aston ketuk oleh seorang pria yang sangat ia kenal.
Aston, buru-buru meletakkan kotak itu. Lalu ... Kriyeekk... Pria itu keluar...
“Fle... Dima...,”
Bukk... Tinju Flexi mendarat di dagu Aston.
“Kau adalah biang keladi dalam kehidupan Tree berengsek...!” umpat Flexi.
Bukkk...
“Jika bukan menjalin kasih dengan mu mungkinkah saat ini Tree hidup bahagia dengan Kakek!” kata Flexi tak membeberkan kesempatan untuk Aston melawan nya.
^^^To Be Continued^^^
__ADS_1
Maaf ya telat Mulu upnya, review lama bener 🙏🙏🙏