Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Membangunkan Sing Betina


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘


...----------------...


...----------------...


“Aston,” Panggil seorang wanita yang sangat ingin Tree hindari.


“Lepaskan aku kak. Aku sudah mengakhiri hubungan kita. Kisah kita hanyalah masa lalu yang tak layak kita ungkit. Aku punya jalan hidup ku sendiri, kau pun sama," ujar Tree.


“Tidak, aku tidak akan melepaskan mu," Aston mengunci tangan Tree lalu membelit kaki wanita yang paling ia cintai hingga ke tahap opsesi.


Tadi Aston mengantar ibunya ke perkumpulan sosialita yang memiliki janji untuk acara ngopi dara di di Mall tersebut.


Siapa sangka ia melihat gadis cantik pemilik hatinya tengah berbicara dengan seorang pria yang belum ia kenal sebab pria itu memunggungi Aston.


Seketika Pria itu berlari mendekati wanita yang ia yakini adalah kekasihnya. Ketika jarak semakin mengikis ia mendengar suara yang sangat ia kenali. Dengan keyakinan besar bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah gadisnya hilang ia tak menyia-nyiakan waktu lagi, Aston langsung memeluk Tree sangat erat hingga wanita itu tak mampu melepaskan diri.


Sedangkan di sisi Alexis mengerutkan keningnya ketika ia melihat seorang wanita datang menghampiri mereka Alexis melepaskan baju Tree lalu mengambil kursi milik Scurity yang tak jauh dari tempat itu dan menggunakan topi scurity yang ada disana, sebab ia ingin tau permasalahan yang terjadi. Jika ia di kenali yang ada wanita itu akan menjilat Alexis.


Alexis tau sifat wanita itu begitu kejam. Pria itu memilih tak ikut campur lagi, matanya serius mengawasi anak-anak yang tengah bermain.


“Sepertinya tidak ada pertunjukan bagus. Sudah lama tidak menonton film perdana," gumam pria itu. Alexis tersenyum mengejek ke arah Aston ketika melihat ibu pria itu. Ia memasang telinganya benar-benar sedangkan matanya mengawasi anak-anak.


Suara wanita itu semakin membangunkan kesadaran Tree seutuhnya bahwa tiada harapan untuknya dan untuk Aston karena ia hanyalah masa lalu. Suara yang masih menimbulkan luka yang amat dalam membuat Tree menundukkan kepalanya untuk meredam emosi karena suara itulah yang membawa hidup Tree ke posisi saat ini.


“Sedang apa kau Aston?" tanya nyonya Mentari.

__ADS_1


“Aku menemukannya, hari ini aku mau menikah," kata Aston memperlihatkan wajah Tree.


Seketika wanita paruh baya yang tak jadi mau mati karena sudah sembuh dari penyakitnya itu syok melihat gadis yang paling ia benci.


“Aston!” teriak Nyonya Mentari penuh murka. Tangan menarik lengan putranya agar melepaskan Tree yang terlihat dekil di matanya.


Mata Alexis tak suka terhadap wanita itu, ia mempunyai filing bahwa akan anda kegaduhan sebentar lagi.


“Sepertinya bakal seru ini. Tapi aku harus menutup dulu tempat ini. Aku tak ingin babu ku itu mendapatkan masalah, eh kenapa aku memikirkan si babu. Tepatnya aku tak mau namaku terseret dengan skandal hari ini, bagaimana jika besok ada berita Pembantu Alexis Xander XU memiliki skandal dengan si anu itu, bisa-abis tercoreng nama ku. Ia demi diriku aku melakukan ini," Elak Alexis untuk meyakinkan hatinya yang mengkhawatirkan keselamatan Tree. Tangannya memencet tombol panggil di dalam ponsel.


“Aku mau Mall tutup sekarang, lima menit lagi jika masih banyak orang aku pecat kamu. Aku mau Mall di tutup tanpa hiruk piruk," entah apa yang mereka bahas Alexis begitu serius berbicara dengan orang yang ia telpon.


“Apa-apaan ini Aston, lepaskan wanita kampungan ini. Lihat penampilannya sangat menjijikkan," kata nyonya Mentari tanpa perasaan memandang jijir ke arah Tree.


Hinaan ibu Alexis membuat tangan Tree terkepal.


Tadi Aston rebutan Tree dengan Alexis, saat ini ia rebutan Tree dengan sang ibu.


“Mama, nenek lampil jahat jangan pukung mama Eng, lepaskan nanti Eng tembak,” tadi El berlari ke arah ibunya tanpa sepengetahuan Alexis yang tengah menelpon. Pria kecil itu khawatir takut ada orang yang menyakiti ibunya, sebab ia melihat sang ibu tengah di tarik-tarik paksa.


Brak... Satu tendangan wanita itu membuat tubuh Em terpental ke lantai.


Huaaaaaaaaaa.... (Em menangis)


Tangisan Em langsung mengangetkan Alexis yang langusung mematikan sambungan telponnya, tanpa ba-bi-bu Alexis langsung berlari meraih tubuh Em. Menenangkan bocah itu, mata pria itu memerah layaknya predator siap memangsa targetnya. Pria itu memandang nyalang seakan menandai orang yang akan ia lenyapkan dari muka bumi ini nanti malam.


“Anak sampah siapa ini? Kenapa keluyuran dan menyerang orang seperti Anj*ing di jalanan,?" maki nyonya Mentari.


“Kau membuat kakak ku nangis nenek lampil,” Geram El, bocah itu meninju wanita tua itu.


Brukkkk... El pun juga di dorong hingga bokong gembulnya mencium lantai.

__ADS_1


“Huuuaaaaa," El pun ikut menangis. Nyonya Mentari tidak tau


makian wanita itu membangunkan singa betina yang lagi hibernasi. Darah Tree mendidih melihat anaknya di usik.


“Lepaskan saya pak Aston. Sebelum saya menembak mati mulut lancang ibumu !" kata Tree berwajah datar.


Greeppp... Sebuah tangan menarik rambut Nyonya Mentari.


“Jauhkan tangan kotor anda dari putra putriku nyonya. Jika tidak kau akan ku buat selamanya berada di atas kursi roda,” Mata Tree memberi kode kepada Alexis agar membawa anaknya menjauh dari tempat itu.


“Watt?!” teriak pasangan ibu dan anak itu bersamaan...


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️



__ADS_2