
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Tree memarkirkan motornya di parkiran, helm pun masih melekat di kepala wanita 2 anak itu.
“Em, sayang,” gumam wanita itu, Tree melihat gadis kecil di gendongan oleh Satrio di depan Dokter spesialis anak.
“Akhirnya ada sampai buk,” kata kepala sekolah serta Satyo.
“Ada apa ini Bli Sat?" tanya Tree kepada pria itu.
“Tadi saya kan mengantarkan si kembar Nona, ketika menyerahkan anak-anak kepada ibu kepala sekolah, tiba-tiba El pingsan.
“Huaaa... Ma, hidung El berdarah, Em yakin El sakit. El tidak akan mati kan Ma?" tanya Em yang berpindah ke gendongan sang Mama.
Gadis kecil itu dari tadi menangis dan tidak mau masuk kelas karena sang adik sakit tak sadarkan diri.
“Cup... cup... sayang, apapun keadaannya kita akan menyelamatkan El, mungkin El cuma lelah karena sering main bola sama Michael,” kata Tree menghibur putrinya itu.
“Xelano Axiata!” terdengar bunyi spiker ruangan dokter.
“Sama Om Sat dulu ya, Mama mau bicara sama dokter," kata Tree. Em langsung menganggukkan kepalanya.
....
....
Tok... Tok... Pintu di ketuk dari luar oleh Tree.
“Masuk," kata suster yang berjaga di pintu masuk.
Kenapa aku begitu familiar dengan Susana ini? gumam Tree ketika memasuki ruangan spesialis anak itu.
“Selamat pagi dengan?" tanya si Dokter.
“Saya Mama Xelano axiata dok,” jawab Tree.
“Apa selama ini ananda Xelano mengalaminya, Demam dan menggigil, lelah berlebihan, Berat badan turun drastis, Bintik merah pada kulit, Mimisan, Tubuh mudah memar
Keringan berlebihan (terutama pada malam hari)
Mudah terkena infeksi penyakit?” tanya dokter beruntun.
“Xelano kami memang rentang penyakit karena dari lahir ia terlahir berbeda dan sebuah keajaiban putra saya itu sehat tak pernah sakit parah selama ini, hanya tubuh nya mudah memar jika terbentur sesuatu, baru kemarin ia mengalami mimisan dok," kata Tree.
__ADS_1
“Semoga apa saya diagnosis ini melenceng dari hasil lab baby tampan bunda, ya” kata Dokter.
“Memangnya anak saya kenapa dok?" tanya Tree, hati wanita itu berdetak lebih kencang.
“Dari pemeriksaan yang saya lakukan baby Xelano mengidap Kanker darah atau nama latinnya Leukimia." Dokter.
“Mana mungkin dok, anak saya sehat dan aktif selama ini, mana bisa mendapatkan penyakit ganas seperti itu. Ia masih kecil," kata Tree tak terima.
Tokk.. Tokk...
“Dok hasil labnya sudah jadi,” dokter lab.
Si dokter itu mengambil hasil lab Xelano lalu membaca laporan dengan menghembuskan nafasnya.
Tree melihat itu sungguh syok hingga ke tulang belulang, ia ingin menjerit dan menangis hingga meraung.
Dokter memberikan kertas itu kepada sang ibu, wanita itu langsung membuka hasil lab putranya begitu banyak angka yang terlihat di sana serta persentase tree tak mengerti itu, akan tetapi tujuan Tree lebih mencari hasil lab.
Dari hasil pemeriksaan di atas Xelano Axiata dinyatakan mengidap kanker darah leukemia mielomonositik.
Duarrrrrr.... jantung Tree seakan meledak hingga mau pecah, sakit tak berdarah.
“Kenapa bisa seperti ini dok?” tanya Tree.
Penyakit leukemia disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh dan tumbuh secara tidak terkendali. Belum diketahui penyebab pasti dari perubahan yang terjadi bunda, namun beberapa faktor berikut ini diduga dapat meningkatkan risiko terkena leukemia, Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita leukemia
Menderita kelainan genetika, seperti Down Syndrome
Memiliki kebiasaan merokok
Pernah menjalani pengobatan kanker dengan kemoterapi atau radioterapi
Bekerja di lingkungan yang terpapar bahan kimia, misalnya benzena
Jenis Leukemia
Leukemia dapat bersifat kronis dan akut. Pada leukemia kronis, sel kanker berkembang secara perlahan dan gejala awal yang muncul biasanya tergolong sangat ringan." jelas dokter.
“Kusus putra ibu leukemia mielomonositik yang menyerang anak yang berusia di bawah 6 tahun. Ini terbilang langka Bun, jika bisa anda harus membawa putra anda ke negara lain seperti negara I yang sudah mulai canggih dalam pengobatannya, karena di Indonesia masih belum memiliki teknologi untuk menolong kondisi putra anda," kata Dokter.
“Apa yang harus saya lakukan untuk menolong putra saya dok?" tanya Tree.
“Apakah anda menyimpan tali pusat bayi anda?" tanya Dokter.
“Bayi saya lahir di disini dok, jika di negara kami mungkin tali pusar sudah di taruk di bank donor, masalah nya dulu saya melahirkan sendiri, dan saya tak mengingat barang itu, coba saya tanya pekerja saya dulu," kata Tree.
“Ada dua opsi menolong bayi Xelano buk, satu plasenta dan yang ke dua donor sumsum tulang belakang, pendonor di dapatkan dari keluar misalnya ayah atau ibu, saudara," kata Dokter.
“Sampai kapan anak saya saya bertahan dok?" tanya Tree meremas ujung kemejanya.
__ADS_1
“Entah kita berdoa, saya dengar di negara I begitu canggih, siapa tau si dedek mendapatkan keajaiban di sana," kata Dokter.
“Bisa saat ini saya mengetes kecocokan sumsum tulang belakang saya?" pinta Tree.
“Bisa bunda, silahkan ke lab, ini saya bawakan surat rujuk.
....
....
2 jam kemudian...
Di depan Lab saat ini Tree menangis melihat hasil labnya, wanita itu tidak mengalami ketika cocokan sama sang putra.
“Nona," Tegur Satyo.
“Bli saya mau tanya dulu ketika si kembar lahir siapa yang menerima ari-ari serta plasenta?" tanya Tree.
“Saya non, dan saya memendamnya di halaman rumah sesuai adat istiadat Bali , kenapa ?” tanya Satyo.
“Tidak apa-apa, baca ini," Tree memberikan surat pemeriksaan Xelano.
“kenapa bisa seperti ini?” tanya Satyo sedih.
“Sepertinya sudah waktunya aku kembali Bli, telpon Iluh suruh kemasi barang-barang kami, aku akan membawa Hepi pulang, kau dan Iluh jaga rumah nantik setiap bulan kau tetap di gajih," kaya Tree.
“Babaik Nona,” kata Satyo.
Dengan menghapus sisa air matanya Tree berjalan ke bangsal sang putra di mana Hepi yang menjaganya di dalam.
Wanita itu menyentuh gagang pintu akan tetapi tangan itu tak punya tenaga untuk membuka pintu tersebut, Tree bersender di dinding, lorong rumah sakit itu begitu sepi, karena bangsal Xelano adalah bangsal VIP.
Tuhan....
Apakah ini waktunya aku berhenti berlari?
Kenapa harus dengan keadaan seperti ini tuhan?
Siapkah aku kembali ke tempat dimana aku di larikan???
Tolong aku ....
Dimana aku harus harus mencari ayah si kembar?
Kenapa kondisi hidupku lagi-lagi seperti roller Koster?
Bisakah aku meminta keajaiban lagi, seperti mereka yang menjadi kewajiban bagi kami,
^^^To Be Continued ^^^
__ADS_1
Hay nyai up dua bab ya, tiba-tiba nyai drob nih, padahal semangat crazy up😭...
Terimakasih atas dukungan nya all💋