Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Senjata makan tuan


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



“Asataga akhirnya aku aman. Gila bener punya bos. Astaga itu saling Jambak satu sama lain," kata Tree sambil mengelus dadanya.


“Wah makin seru nih kalo mereka seperti ini. Ayoo yang rambut sapu ijuk lawan dan semakin gencet tuh tuan kalian. Kelenger Kelenger tuh bos...,” girang Tree sambil berjongkok.


Hahahaha ... Tree tertawa melihat seberapa putus asa si bos, habis mencret malam di gencet.


Wanita itu sembunyi di dapur ketika ia terjungkal tadi. Wanita itu tak ingin ikut-ikutan tentang urusan mereka, beda halnya jika ia di tindas oleh mereka maka siap-siap ia jadikan rempeyek.


“Hii, serem. Ada pepatah mengatakan, semakin ganteng pria maka semakin berbahaya. Mudah-mudahan El ku tidak jadi buaya darat meski masih kecil sudah mulai menjadi cikal bakal buaya. Sebelum jadi kayak si bos mending aku rem aja tuh bayi imut ku," kata Tree mengelus dadanya kembali.


“Treeeeee... !” teriak Alexis.


“Treeeeee... !”


“Nona, kau di panggil bos," kata Fren menepuk punggung wanita itu.


“Ehhh ... Bos kingkong ... ampun ampun," Latah ibu dua anak itu.


“Treeeeee... !” urat leher Alexis mulai kencang.


“Eh tuan Fren kok disini?" Tanya Tree, ia baru tau jika si Fren ikut mengintip di belakang tubuhnya.


“Cepat, anda kesana. Sebelum naga api milik tuan muda menyemburkan lahar, aku akan menertibkan mereka," bisik Fren.


“Sebaiknya tuan muda Fren mendinginkan bos Anda, serahkan para ciwi ciwi itu ke tangan seorang Tree spesialis keributan ini,” ujar Tree memamerkan ototnya yang gak ada.

__ADS_1


Krotak... Sura jari-jari Tree yang saling menekuk.


Krotak... Krotak... Suara pinggang Tree. Wanita itu seperti tengah melakukan senam pagi.


Wudu wanita ini mau berperang sepertinya. bos sepertinya tidak beruntung jika melawan mahluk jadi-jadian satu ini. Batin Fren.


“Sekarang tuan muda," kata Tree berlari ke luar rumah.


“Fren!!!!!” jerit Alexis.


Astaga, apa si Tree angkat tangan mau jadi pengasuh si Alexis? Jika aku jadi gadis itu juga akan angkat tangan dan kaki sekalian jika disuruh jadi pengasuh si bos. ujar Fren dalam hati, pria itu mendekati si bos yang tengah kesusahan.


“Fren!!!!!”


“Ia bos, saya disini," kata Fren keluar dari persembunyiannya.


....


....


Suara Fren seakan tertelan di pasar sapi. Sedangkan kondisi Alexis dijadikan bahan rebutan. Jika dalam keadaan fit pria itu akan melerai para wanita itu.


“Eh nona, tolong tahan sebentar, ayo jangan ribut," sudah sepuluh menit pria itu tak kunjung menertibkan para wanita.


Sialan. Kemana gadis kecil itu. Awas aku gantung di gapura Vila ini. Umpat Alexis dalam hati.


Teng... Teng... Teng... Suara nyaring suatu bedan di tabuh hingga menghentikan kegaduhan tersebut.


“Pehatian-perhatian nona-nona cantik." Teriak Tree yang tengah berdiri di atas meja ruang tamu milik bosnya tangan memegang nampan stainless dengan sebuah Sutil penggorengan. Tak lupa ia mengapit selang air besar di ketiaknya, entah apa gunanya benda itu, hanya Tree seorang yang tau.


“Halo... Nona ... Nona... Mohon tenang jika tidak jangan salahkan saya menyiram anda sekalian dengan selang ini. Kalian tau bukan bagaimana penampilan kalian akan kacau dan kalian tak di pilih satupun oleh tuan muda!” kaya Tree mirip emak-emak yang siap menyeleksi calon menantunya.


Karena kurang tinggi nih makanya aku harus naek di meja tuan. Batin Tree.

__ADS_1


Penampilan adalah hal utama bagi para wanita-wanita modis, bener ucapan Tree semua wanita itu diam, tertib.


Dua pria itu menganga melihat semua wanita itu senyap.


“Bener kata gadis itu, kalian sabar ya nantik kita main Thareesome,” kata Alexis ingin membuat Tree tau dia bisa main dengan dua wanita sekaligus adalah pesonanya.


“Ok, para nona, jadilah gadis baik terlebihnya sama saya pengasuh tuan muda, siapa paling manis nantik saya pilih yang pertama bobok sama tuan muda kita ini. Untuk tuan muda saya akan siapkan termos dengan air mendidih setiap malam sesuai permintaan anda," ujar Tree tanpa beban, tree mengira si bos ingin bermain bersama wanitanya di kolam air mendidih.


Astaga, gimana caranya aku melayaninya para wanita ini. Apa si Tree ini tau aku lagi main jebakan Batman sama dia, mana mau di masakin air mendidih lagi, Jerit batin Alexis sedangkan si Fren tak sanggup mengatakan apapun.


Ahhh ini Namanya hidup bahagia lagi. Sudah lama aku tak jail, karena malu sama anak-anak. Sekarang aku jauh dari anak anak sekali-kali dong aku refreshing. Kalian belum tau seberapa sakti seorang Tree ini. Tree berbangga hati.


Nahhh si Alexis masuk jebakan Batman sendiri besty 🤣


^^^To Be Continued^^^


Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏


Jangan lupa


Like👍


komentar🗣️


Hadiah🎁🌹☕


Vote 🔥


Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.


Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini


Rekomendasi Novel :

__ADS_1


Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️



__ADS_2