Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten

Tamu Ranjang Tuan Muda Impoten
Pencarian 1


__ADS_3

Hay para kesayangan nyai...


Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗


Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘



Tree berjalan mondar mandir seperti setrikaan di depan ruangan medis milik sang ibu angkat.


Sayang, Mama mohon bertahanlah...


Kau hidup Mama...


Kau malaikat tak bersayap Mama...


Jika satu sayap Mama putus Mama tak bisa terbang lagi... Mama tak bisa bertahan dengan satu sayap saja sayang....


Bukanya kau ingin menjadi pelindung kami sayang?


Kau pasti kuat, kan?


Cinta Mama, Mama tak butuh kekayaan, mama tak butuh cinta seorang pria yang Mama butuhkan adalah cinta kalian hingga nafas Mama tak lagi ada di raga ini.


*Bagi Mama memiliki kalian sudah cukup...


Ini alasannya kenapa selama ini Mama tak membuka hati*, sayang.


Jika menikah membuatmu sehat kembali El, maka Mama akan menikah meski dengan orang gila sekalipun.


“El kenapa, Tree?” tanya Flexi memegang lengan wanita itu lembut.


“El, sakit Fle, sakitnya parah," kata Fren lirih.


“Kau tau bukan para dokter termasuk Samarta kita yang di dalam itu adalah dokter paling hebat, aku yakin ia mampu menyembuhkan El kita,” Flexi menarik tubuh Tree ke dalam pelukannya.


“Separah apa sakitnya El, Tree?” tanya Flexi sambil mengusap punggung Tree.


“ El mengindap penyakit Leukimia,” ujar Tree sendu.

__ADS_1


“APAAAAHHHH," teriak Flexi.


Cuweeeeenggggg... Telinga Tree begitu sakit, karena si Flexi berteriak Flexi di telinganya.


Plak.... Satu pukulan bersarang di bokong tepos Flexi.


“Aduhhh sakit kutu kuper... Huaaaaaaaaaa... Tuhan kenapa sakitnya parah? Bisa tidak sakit itu berikan kepada salah satu untaku? Jangan buat calon anak tiri ku menderita, dia masih kecil... huuuaaaaa,” tangis Flexi begitu mendalami seakan semua anak untanya di gondol maling.


“Cup... cup... jangan lebay Fle, malu sama umur, aku yang sedih tidak mau meraung-raung seperti itu. Bdw dimana-mana orang minta sakit di alihkan pada dirinya bukan pada unta,” kata Tree menepuk-nepuk punggungnya.


Batin wanita itu berkata, siapa yang sedih siapa yang heboh... hadeehhh.


“Huaaaaaa, jika aku yang ganti sakitnya, gak jadi calon bapak tirinya si kembar, Kan aku sudah memantapkan hati untuk menjadi bapak," tangis Flexi dengan promosi terselubung harus terputus karena kehadiran seseorang.


Bukkk..... satu pukulan tepat sasaran di kepala Flexi.


“Siapa!” maki Flexi melepaskan tubuh Tree yang ia peluk.


“Kenapa? Mau Protes? Mau bertarung? Sini, Deddy bikin peyek kamu dulu sebelum menjadi kandidat calon mantu, Deddy,” kata Deddy Taksa, pria paruh baya itu memberikan surat tilang pada buaya yang berusaha mencomot putrinya.


Glekkk... Flexi menelan air liurnya seketika.


Ceklek.... pintu ruang pemeriksaan pun terbuka.


“Sayang bisa kita bicara empat mata?" pinta Mommy Qiana.


Wanita dua anak itu menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan. Setelah itu Mommy menarik tangan Tree dari tempat itu. Ibu dan anak itu meninggalkan dua pria itu begitu saja.


“Apa lihat-lihat,” kata Deddy Taksa dengan melotot.


“Hehehehehehehe, pamit pulang dulu om, unta-unta saja belum makan," kata Flexi langsung pergi dari hadapan Deddy Taksa.


....


....


Didalam ruang kerja Mommy Qiana.


“Mom bolehkah aku bertanya?” tanya Tree tak sabaran.

__ADS_1


“Boleh sayang, katakan!” kata Mommy Qiana.


“Bagaimana keadaan, El, Mom?” tanya Tree, wanita itu tak berhenti berdoa dalam hati.


“Kondisi El sekarang jauh lebih baik. Sejam lagi ia akan sadar," kata Mommy.


“Syukurlah,” Tree menggosok dadanya.


“Sayang lihat Mommy," Mommy Qiana memegang ke dua bahu Tree, “Cucu ku tak boleh kenapa-kenapa. Dari hasil lab penyakit yang di derita El amat langka dan ini tipe leukemia yang sangat membutuhkan sumsum tulang belakang atau plasenta bayi yang memiliki DNA yang sama,” Terang Mommy Qiana.


Brukkkk... tubuh Tree langsung lemas.


“Bisakah El di obati dengan cara lain Mom?” pinta Tree.


“Dari yang Mommy lihat hanya dua cara itu yang mampu menyelamatkan nyawa El, kau tenang, apapun akan Mommy lakukan untuk mencari pendonor yang cocok, sayang," kata Mommy Qiana memeluk putrinya.


“Sayang boleh aku tau siapa pria itu? Dimana kau berjumpa dulu dengannya?” tanya Mommy Qiana hati-hati.


“Aku tidak tau dia siapa, yang jelas kami berjumpa di klub malam di kota H," kata Tree jujur.


Bukanya itu klub malam si tiga sekawan? Batin Mommy Qiana.


“Baiklah, mommy akan kerahkan anak buah Mommy di sana, kau serahkan kesehatan El kepada Mommy mulai saat ini. Mommy akan melakukan perawatan intensif terhadap El kita,” kata Mommy Qiana.


“Terimakasih Mom,” Tree memeluk Mommy Qiana.


Siapapun kamu, ketika aku menemukan mu aku akan mengambil benih mu lalu akan ku kebiri dan akan ku potong hingga abis pedang halimun mu. Batin Mommy Qiana.


“Sayang, kau istirahatlah sana, Mom janji akan memberikan kabar besok, kasian M menunggumu di kamar,” Mommy Qiana mengelus surai putri bungsunya itu.


Tree menganggukkan kepalanya lalu pergi dari ruangan itu untuk melihat keadaan sang putra.


Sedangkan Mommy Qiana merogoh ponselnya, “Halo Alexis...,”


^^^To Be Continued^^^


Hay Hay sory ya upnya 1 doang, nyai lagi sibuk nganterin si cicak honeymoon ke korea 🙏😘🤗


Rekomendasi karya author keren:

__ADS_1


Sambil nunggu nyai up mampir yuk di karya kawan nyai satu ini,❤️



__ADS_2