
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Di kantor direktur eklusif sumber daya, tepatnya di perusahaan WUXU internasional grup.
Di mana tempat Alexis bekerja. Pria itu mengalami sakit kepala berat selama seminggu ini. Semenjak memiliki pengasuh bar-bar dan tingkat menyebalkan tiada tanding, kehidupan satu Minggu pria itu selalu dalam masalah.
Alexis yang tak suka berisik harus bertahan melihat rumahnya ramai dengan keberadaan wanita-wanita sosialita yang selalu heboh mengalahi empok-empok arisan.
“Bagaimana keadaan orang-orangan sawah itu?" Tanya Alexis kepada asistennya itu.
“Gadis itu pandai mencuri hari semua wanita bar-bar itu Tuan. Bahkan Tree saat ini tengah bergibah ria dengan para wanita itu," kata Fren.
“Ahhhh,” Alexis meraup wajahnya furustasi. Alexis mengira penampilan babu Tree membuat gadis itu di tindas seperti di novel-novel sebelah atau di aniaya seperti di film ikan sapu-sapu yang begitu kejam.
“Suruh gadis itu datang ke kantor, aku ingin makan masakan rumah," perintah Alexis.
“Baik," jawab Fren.
....
....
Setelah hari itu hidup Tree menjadi babu aman tentram dan bahagia. Sebab ia cukup menjadi si Minah berpenampilan kampungan serta gadis manis dan menjadi perantara bosanya, karena menjadi pengasuh Alexis membuat posisinya disegani oleh para wanita milik sang bos.
Tidak ada cerita babu di tindas oleh para wanita cantik di tempat itu, khususnya di cerita keluarga kartu perdana ini, “Eh, Kak Ann dan semua orang ini mau kemana?" Tanya Tree.
“Mau pulang Tree, aku tak sanggup,” kata Ann.
“Tak sanggup kenapa?" Tanya Tree bingung.
20 Wanita itu saling senggol, “ Kami sebenarnya gak enak Tree, karena kamu sudah baik sama kami dan bertindak adil membagi nama-nama kami untuk melayani tuan muda sesuai janji. Maka aku disini sebagai ketua serta yang paling tuwir disini aku akan berkata jujur padamu, sebenarnya dari hari pertama, kami sudah tidak betah ngungsi di sini,” kata Nurmala.
“Lanjutkan mbak Yul,” kata si Via judes.
“Kami tak sanggup dengan gaya bermain kuda gantung diri milik tuan muda Tree. Kau masih inget si Ann sampek kejang-kejang hingga berbusa mulutnya akibat gaya abstrak milik tuan muda dan si Nadin yang tiba-tiba keluar langusung lupa ingatan bahkan dia orang pertama minggat dari tempat ini, mungkin dia syok liat gading gajah milik tuan muda padahal baru masuk ke dalam kamar 5 menit,” kata si mbak Yuliaty peserta nomer 20.
Tree masih inget kejadian si Aan kejang habis ngamar dengan tuan mudanya lalu si Nadin di sambung si Asri jalan merangkak 3 hari lamanya.
Si Via jalan ngangkang macem jangka hingga si Via menghapus rekor goyangan acak adulnya.
Si Mimi kesurupan habis bermalam sama tuan mudanya, bayangkan habis malam panjang mereka, Mimi makan cabe sekilo tanpa di olah. Tak lupa si nurmala patah pinggang dan lutut hingga menggunakan kuris roda, mungkin Mpok Nur kebanyakan main di atas kali.
Entah karena goyangan singkat atau malah anu si Alexis bikin semua empok-empok itu kapok mendadak. Sebenarnya mereka ingin pergi dari pertama kali melayani si tuan muda tapi gak enak sama si Tree yang melayani semua orang dengan riang.
“Lah kenapa tiba-tiba?” tanya Tree.
Ajian apa sih yang tuan muda punya? Karena kejadian Ann itu aku sudah mengintip kehebatan anu si tuan, malah yang aku lihat tuan muda tipe pemain tiga menit beres. Bahkan aku mengira si tuan lemah sahwat. Batin Tree ikut bingung.
__ADS_1
“Maaf Nona-nona, saya menganggu. Tree kamu disuruh nganterin makanan tuan sekarang juga," kata pak Kun.
“Lah kok tiba-tiba pak?" Tanya Tree.
“Entah Tree, 10 menit lagi kau harus sampai di perusahaan, ini alamatnya," pak Kun memberikan kartu alamat kantor tuannya.
“Baik-baiklah di jalan kakak-kakak. Kita ngopi dara ya di luar nantik jika rindu," Tree memeluk semua wanita itu sebagai perpisahan.
“Mulai malam ini aku pensiun dari pemburu cogan," kata Yuliaty membuka sepatunya berlari terlebih dahulu.
....
....
Sialan bos satu itu. Lah ini kan kantor kak Ken, apa si bos anak buah kak Ken ya? Batin Tree bertanya tanya.
Meski hatinya mengumpat tapi wanita itu tetap mengambil bungkusan pergi ke luar rumah.
“Eh pak Kun pinjam motornya ya,” teriak Tree. Pak Kun hanya menggelengkan kepala untuk menyikapi tingkah gadis periang tersebut.
“Yeee, aku harus bahagia hari ini sebab entar sore aku sudah bisa pulang. Apa sehabis pulang dari kantor bos aku ke sekolah anak-anak ya?" Gumam Tree pelan.
Gueeengg... Guengg... Bunyi motor gunung milik pak Kun meningkatkan vila tersebutlah.
....
....
Bagaimana tidak seorang gadis cantik menggunakan baju daster serta sandal suwalo turun dari motor cowok lalu dengan santainya memasuki area kantor yang sakral.
“Aduh, ada kak Ken," Tree melompat sembunyi di balik pilar besar tersebut.
“Nona-nona," panggil seorang cleaning servis.
“Ehhh, embak, ada apa mbak?” tanya Tree.
“Apakah anda datang untuk ikut tes luka punggung?” tanya si cleaning servis.
“Emangnya disini lagi membuka model yang punggungnya luka buk?" Tanya Tree penasaran. Siapa tau WU XU akan meluncurkan produk bekas luka dan mencari model yang cowok.
“Entah buk, sudah 5 tahun bos mencari orang luka punggung tapi tak ketemu ujungnya," cerita si cleaning servis.
Apa aku ikut juga ya. Lumayan jika di terima jadi artis dadak. Isss kau ini Tree. Nantik di kutuk sama Mommy tau rasa. Aku harus buru-buru menemui di bos. Batin wanita itu.
....
....
“Permisi mbak saya ingin bertemu dengan pak Alexis, bisa bantu saya menunjukkan tempatnya?" Tanya Tree kepada resepsionis.
“Apakah anda memiliki temu janji dengan beliau?” tanya wanita itu. Matanya memandang penampilan Tree dari atas ke bawah.
“Saya ini pembantunya dan mau mengantarkan rantang ini," kata Tree.
__ADS_1
“Tapi tadi beliau habis memesan makan siang dengan tuan muda Ken nona, apa benar anda pembantunya sungguhan? Maaf jika tidak punya temu janji di larang masuk nona," kata wanita yang sudah di utus oleh Alexis. Barang siapa ada orang yang mengantarkan makanan di suruh tolak bahwa ia sudah punya makanan. Padahal si Alexis tengah memperhatikan tingkah laku pembantunya itu dari CCTV di ruangannya.
“Oh seperti itu, ya sudah,” wanita itu membawa bekalnya lagi.
Tililit... Tilit... Ponsel Tree berdering.
“Eh, babu kau mau kemana?” tanya Alexis.
“Pulang lah tuan," Tree melihat cleaning servis tadi, “Ehh mbak belum makan kan? Ini saya ada bekal gak jadi di makan,” Tree memberikan rantang bosanya.
“Kenapa kau berikan makanan ku sama orang lain babu!" Geram Alexis.
“Berarti anda melihat saya tuan, anda ingin saya malu jalan di kantor lalu di usir karena tak bisa masuk ke dalam padahal anda sudah memesan makanan anda. Hahahaha semoga lebih keras lagi ya tuan untuk menjahili saya, by by, mulai malam ini saya tidak stay mengasuh anda, jadilah bayi gorila yang patuh," kata Tree sebelum memutuskan teleponnya.
Si resepsionis diam melongo. Begitu kaget dengan keberanian gadis kecil itu.
“Sekarang aku mau ke tempat para bayi ku, bermain," gumam Tree girang.
....
....
Sedangkan di kantor Alexis pria itu mengumpat lalu membanting Vas bunga di samping tempatnya duduk.
Piyaaarrrr....
“Ikuti gadis itu, laporkan apapun yang dia kerjakan," perintah Alexis.
“Baik tuan,"
^^^To Be Continued^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini
Rekomendasi Novel :
Sambil nunggu Eneng Tree up kepoin karya kawan nyai nih 😘❤️
__ADS_1