
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
Alexis keluar dari kamar mandi tadi karena kebelet meninggalkan sang istri meminum anggur sendiri, ketika ia keluar, alexis tak menemukan tree di meja makan.
“kemana dia?" alexis keluar dari kamar mandi.
greeppp... tiba-tiba sepasang tangan kurus memeluk pinggangnya dari belakang, alexis sedikit merasakan perih karena banyak mendapatkan bekas luka. beruntung ia memiliki pereda nyeri serta anti tetanus dan penghambat pendarahan. jika bukan alexis sang pemimpin mafia sudah ko'it.
“sayang,” kata alexis, pria itu tak menyangka sang istri bertindak agresif terlebih dahulu, seakan matahari terbit dari barat dan tentunya pria itu mendapat segelas air di gurun pasir.
“ale," panggil tree dengan suara parau.
alexis tersenyum mendengar suara merdu sang istri memanggil namanya, ia langsung membalik tubuhnya.
saat ini mereka saling berhadapan.
“aku merasakan tidak nyaman?" bisik tree parau dan sialannya itu membangkitkan gairah alexis yang tak pernah padam jika berhadapan dengan sang istri bahkan si jon seperti petasan banting.
“apakah kau tak enak badan sayang?” tanya alexis khawatir pria itu menyentuh kening sang istri yang tidak panas.
kenapa aku ingin mencium bibirnya ya? batin tree frustasi jantungnya berdegup kencang tak karuan. tubuhnya seakan terhipnotis ketika menyentuh kulit pria itu.
alexis memegang kedua pipi tree yang tidak demam. seketika tree mengalungkan tangannya di leher alexis. apa yang terjadi selanjutnya jauh dari ekspektasi seorang alexi xander xu karena wanita itu berjinjit lalu menyambar bibir suaminya.
ahhhhhh... batin alexis menejrit hampir jingkrak-jingkrak.
alexis sadar saat ini belum saatnya ia berjingkrak-jingkrak kegirangan ketika melihat sang istri sangat agresif, saat ini mereka sama-sama sadar akan tetapi tubuh mereka seakan bergerak sendiri mencari rasa nikmat. alexis berjanji malam adalah awal hubungan mengikat antara ia dan sang istri.
alexis membalas ciuman sang istri, tangannya melepas gaun wanita itu satu persatu, sedangkan alexis hanya menggunakan bokser saja yang kapan pun mudah ia tarik.
“kau memancing duluan sayang, maka besok tidak ada acara marah karena kita habis nganu," bisik alexis parau, percikan api gairah menyeruak dari mata pria itu.
....
....
__ADS_1
langkah kaki mereka berjalan mundur tanpa melepaskan cumbuan satu sama lain, semakin lama tubuh mereka mentok menabrak ranjang.
duggg... saat ini mereka tumpang tindih di atas ranjang. alexis pembeli wajah sang istri menghujani kening tree ciuman tanda cinta. mereka saling menatap dan seutas senyum mereka saling lemparkan sebelum sesi panas akan terjalin.
detakan jantung kian menggemuruh, tak lama kemudian alexis memulai lagi mencium tubuh sang istri yang semakin lama semakin turun hingga ke bagian inti tubuh sang istri.
lenguhan dan rintihan menggema di dingin kapal pesiar mewah, diiringi ombak tenang, ternyata kapal pesiar itu telah memasuki laut.
entah kapan saat ini mereka sama-sama tanpa sehelai benang pun, dengan persetujuan saat ini mereka menyatu dengan rasa nikmat tiada tara, mereka saling menikmati pembangunan proyek tower yang sempat tertunda.
"bagaimana?" dengan napas yang memburu di tengah permainan panas pria tampan itu menyempatkan diri untuk bertanya pada pasangannya, karena baginya bercinta itu bukan hanya sekedar melepas nafsu pribadi, tapi juga sebuah kegiatan indah yang harus dirasakan bersama.
tree mengangguk, dia tak dapat berkata-kata. alexis tersenyum paham, senyum yang mampu memporak-porandakan perasaan tree akhir-akhir ini. mengapa ada makhluk setampan dia di muka bumi ini? bahkan di atas ranjang pun dia begitu indah menawan terlihat di atas sana.
tree menggila, dia tidak sanggup jika dikekang terus. sekali-kali dia juga mau jadi tali pengendali permainan. "ale, beri aku kesempatan, aku mohon," rengek tree, alexis tertawa kecil mendengar permohonan wanitanya.
alexis sungguh bahagia karena dua kali permainan wanitanya ini hanya menerima dan menolak yang ujung-ujungnya menerima dirinya dan si jon saat ini ingin mengendalikan malam panjang mereka.
jauh di lubuk hati tree merasakan getaran cinta pada saat pria itu membelanya di mal pahala pria ini belum tau identitas si kembar.
tuhan! tertawanya saja membuat wajah tree merah merona, “apa pun untuk mu honey," suaranya lembut bagai lagu dari syurga.
terkutuklah dia! bahkan dalam keadaan seperti ini tree ingat tuhan, karena memang ciptaan-nya begitu sangat sempurna, dari segi mana pun alexis tiada celah, jika aston gagah maka alexis adalah paket komplit, mungkin semesta lagi berbagai ketika terciptalah sosok tampan di atas tubuh tree ini.
entah karena saat ini seorang jin merasuk ke dalam raganya. yang jelas sungguh ia hampir menangis, dia terus merengek ingin mengendalikan alexis dalam kuasanya. "oke, aku mengalah, tapi ingat jika tidak sanggup lambaikan tangan, honey karena kau masih amatir!" bisik alexis, seketika jiwa tree yang liar, panas dan sehangat lembahnya.
alexis beberapa kali mengerang dan melenguh memuji keagresifan sang istri, malam ini ia ingin berterima kasih kepada jin yang merasuki istrinya. alexis sampai kewalahan mengimbangi sang istri.
....
....
meninggalkan kamar alexis yang panas saat ini samarta tengah menyelimuti si kembar.
“apakah mereka sudah tidur?” tanya star.
“sudah kak, kakak kenapa datang kesini?" tanya samarta kepada kakak sepupunya.
“biarkan aku yang tidur dengan mereka. kau pasti capek mengurusi mereka seharian," kata star.
samarta mengerutkan keningnya sejak kapan kakaknya yang gendeng ini punya empati, sungguh patut di curigai.
__ADS_1
“jangan melihatku seperti itu, sana keluar, aku akan tidur dengan anak-anak. siapa tau jika aku tidur dengan anak kecil besok aku ingin nikah," kata star naik ke ranjang si kembar merebahkan tubuhnya di samping el.
melihat tempat tidurnya sudah di ambil oleh sang sepupu mau tidak mau samarta keluar dari kamar anak-anak.
wanita itu menyusuri jalan yang sedikit gelap.
greeeppp... sepasang kokoh memeluknya dari belakang.
“awwww!" pekik samarta.
“ini aku,” bisik fren.
plak... samarta memukul lengan fren.
“lepas kak, jika ada orang melihat bagaimana?” tanya samarta panik.
“semua orang sudah tidur," bisik fren menggiring tubuh samarta ke kamarnya.
“tapi,”
“tidak ada tapi-tapian. tok kau istriku samarta!” kata fren dengan nada berat.
....
Aku Doble up nih ye, buat bekal malam Minggu❤️❤️❤️💋💋💋💋
....
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini