
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba-tiba. Seroang wanita menggunakan gaun malam berwarna merah sungguh sangat menawan. Rasa grogi tercetak jelas di wajah wanita itu, sungguh Tree tak bisa memungkiri rasakan gugup kian melanda, untuk pertama kalinya ia akan menjadi pandangan publik.
“Kau pasti bisa Tree," Samarta menggenggam tanganan wanita itu. Gadis cantik itu sudah tau jika si bapak kembar adalah Alexis, sungguh jauh dari prediksi gadis itu. Tapi mengingat sepak terjang perplayboyan pria itu Samarta tak mampu berkata apa-apa, akan tetapi gadis itu memendam dendam akan memberikan pelajaran kepada kakaknya itu.
“Terimakasih Ta," Tree bersandar di bahu sahabatnya itu.
“Wih... Mama macem Cendol Lela,” kata El kecil yang menggunakan jas kemeja hitam di balut dengan jas merah hati senada dengan dasi warna merah, mereka menggunakan baju copellan.
“Bukan Cendol Lela El, Cinderella," koreksi Em yang menggunakan gaun yang sama dengan sang Mama.
“Apakah kalian sudah siap sayang ku?" Tanya Mommy Qiana menjemput putrinya.
“Siap, siap," si kembar heboh.
“Sekarang, Mommy?” tanya Tree.
“Ia sayang," jawab Mommy Qiana.
....
....
....
__ADS_1
Vila yang dulunya sangat sederhana kini di bangun dengan megah, dulu ini milik Qiana asli akan tetapi saat ini properti itu benar-benar milik mommy Qiana karena pada saat Adrian (Mantan suami Qiana asli) sudah bertobat dan memulai hidup baru. Wanita itu memberikan sebuah perusahaan dan uang yang Fantastis seharga properti yang di milik nenek Adrian kepada sang ahli waris sesungguhnya.
Vila mommy Qiana menyerupai kastil mewah bak kerajaan zaman lampau dengan interior yang modern. Jika seseorang yang baru memasuki kawasan itu, mereka akan terpukau karena keindahan vila serta rumah rumah mewah lainnya mengelilingi Vila tersebut di balut indahnya danau biru membuat pemandangan bak istana megah.
“Rumah ini indah Aston,” puji Nyonya mentari.
“Ia, tolong Mama jangan bertingkah laku gegabah di dalam, karena pemilik tempat ini tak bisa kita singgung," peringat Aston. Ia merasa aneh di undang oleh wanita no.1 di segala bidang ini sebelumnya tak pernah ia mendapatkan undangan karena dari segi kekayaan mereka tak sekelas.
Semua tamu di sambut dengan Ramah dari gerbang 1 sampai masuk ke sebuah aula besar yang di sulap dengan megah. Bahkan masyarakat biasa bisa melihat keindahan tempat itu dari Chanel TV mereka.
Kali ini rumah sang ratu mafia di sorot oleh media karena salah satu televisi internasional di undang Khusus menyoroti acara hari ini.
Semua undangan telah berkumpul menjadi satu, kesempatan ini tak pernah mereka sia-siakan dalam bisnis, ada yang mencari relasi ada pula yang membawa putra mereka untuk di perkenalkan dengan sang putri mahkota dengan tujuan menaikan tingkat sosial mereka.
Ceklek... Seketika lampu gelap gulita, para undangan sudah duduk di kursi masing-masing.
Tringg... Tingg... Tingg... Bunyi sebuah piano di mainkan. Sebuah lampu menyoroti pentas itu. Seorang wanita anggun tengah memainkan sebuah piano di ikuti oleh dua pasang tangan kecil juga meletakkan tangganya di atas piano.
Greeppp... Pelukan pria itu bersamaan alunan musik itu berhenti. Bersama pula lampu ruangan itu menyala. Semua orang melihat adegan itu dengan tatapan bingung.
“Lepaskan tangan mu Aston, sampai mati berdiri pun Mama tak sudi kau mendekati dan menjalin hubungan dengan wanita rendahan macem ini," kata Nyonya Mentari.
Entah apa yang membuat wanita itu sangat membenci Tree hingga ke tahap paling benci sebenci-bencinya.
El dan Em langsung memeluk sang ibu ketika melihat seorang wanita yang pernah menghina mereka hingga ketitik dimana ia tak menanyakan dimana ayahnya atau mereka pun tak pernah membayangkan sosok figur ayah lagi.
“Janan dekati Mama Eng lagi enek lamping," kata El membela sang ibu.
“Cih, anaknya liar, karena terlahir dari wanita liar yang tak jelas asal usulnya itu makanya anaknya menjadi Monster menjijikkan. Aku sampai sekarang masih belum yakin anak ini hasil dari perut mu sendiri, siapa tau mereka anak buangan yang sengaja di buang karena hasil perzinahan dari orang tuanya,”
Mata Mommy Qiana memerah tangannya mengisi amunisi pistolnya, kemarahan wanita itu sudah di tahap tak ada yang mampu mereda. Langkah kakinya pun begitu tegas dan menakutkan.
__ADS_1
Piyaaaarrrr.... Satu tamparan dari tangan seorang wanita menggema sepenjuru ruangan. Ibu Aston itu sampai terpelanting jatuh kelantai. Semua orang hanya menyaksikan sambil berbisik-bisik.
“Wow, Oma Una kelen!” El bertepuk tangan girang. Melihat neneknya menjadi super Hiro.
“Anda siapa sehingga berani mempertanyakan identitas cucu ku!” kata wanita yang menampar ibu Aston yang tak lain adalah Mama Yumna.
“Saya adalah Mentari, wanita itu tak layak untuk di jadikan menantu siapapun,” kata wanita tersebut.
“Ma sudah, Ma,”
“Sejak kapan putri ku tak layak di jadikan menantu?” ucap Mommy Qiana lantang.
Mendengar pengakuan Mommy Qiana membuat mulut Nyonya Mentari bungkam, saraf otaknya langsung terputus.
Apa yang harus lakukan?
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
__ADS_1
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini