
Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
...----------------...
Fren memeluk tubuh Samarta,
“I love you Beby," bisik Fren di telinga Samarta.
“Be... Benarkah?" Tanya Samarta kaget,"
“Hem," jawab Fren.
“Mulai kapan?” tanya Samarta tak percaya.
“Semenjak aku beranjak remaja, dan kau masih kecil," aku Fren.
“Apa!” Samarta menganga, tanpa menunggu sang istri mengatupkan bibirnya Fren telah ******* bibir itu merubah posisi saat ini ia berada di atas tubuh sang istri.
Fren mencium Samarta dengan penuh hikmat dan ribuan cinta yang membara, karena tubuh mereka telah kerasukan ramuan ajeb-ajeb good Jrottt milik si usil Star.
“Ohhhh, kak,” rintih Samarta ketika bibir suaminya sudah bermain di atas bikin empuknya.
“Mereka indah sayang,” bisik Fren berkabut gairah, mereka saling menikmati saling mencumbu hingga saat ini tubuh mereka telah polos tanpa sehelai benang yang melekat.
“Oh indahnya istriku,” puji Fren kalang kabut.
“Jangan di lihat kak!” gadis itu malu, tangannya menutup miliknya yang terekspos.
“Mereka indah, dan mereka juga milikku kan sayang,” tanya Fren dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Samarta.
“Katakan kau mencintai, Hem," Fren mencium paha dalam sang istri.
“Oh Kakak, aku ... aku mencintaimu," rintih Samarta ketika sang suami mencium dan mengecup tubuhnya di bawah sana. Ia belingsatan hingga dadanya membusung. Punggung melengkung matanya merem lembek tak karuan.
“Ahhhhhhhh," wanita itu merasakan sebuah pelepasan pertama, Hosss... Hosss... Nafas Samarta memburu.
“Sudah siap ke intinya sayang?” tanya Fren, “Katanya sakit?" Tanya Samarta gugup.
Fren membuka paha sang itu, “Coba rileks, lima di kali tujuh berapa?" Tanya Fren.
__ADS_1
“Tiga puluh lima,” jawab Samarta dengan lancar.
“Sembilan di kali sembilan di Bangi sembilan berapa?" Tanya Fren, pria itu menancapkan mister MR.Kun.
“Sembilan,” pekik Samarta ketika anunya di tancapin anu oleh sang suami.
“Seratus sembilan puluh di kali empat puluh tuju di bagi seratus berapa?” Fren sambil menekan si anu.
“Delapan puluh sembilan koma tiga,”
Greeeesssss Mr.Kun telah lolos uji SNI dan saat ini telah sampai mentok di ujung.
Air mata Samarta mengalir, Fren mencium mata istirnya, “Aku lanjutkan ya, nanti sakitnya reda," kata Fren.
Ketika mendapatkan persetujuan dari sang istri Fren menggerakkan tubuhnya maju mundur seirama, rasa nikmat yang asing di rasakan oleh keduanya. Tak lama kemudian hanya suara lenguhan dan rintihan terdengar dari kamar itu.
....
....
....
“Ah, Ale aku gak sanggup, bagaimana jika di bawah sana tak bisa pisah karena terlalu lama begadang,” rintih Tree tubuhnya sudah tak sanggup.
“Kau kita terlalu lama begadang. Si Jon sudah pusing karena tidak bisa muntah lagi Beb,” Sepasang suami istri itu sudah mengangkat bendera putih atas ke tidak kesanggupan mereka.
Dengan keadaan masih sama-sama on pasangan itu berusaha keluar dari dalam kamar, Alexis merasakan ke tidak beresan malam ini merasakan sesuatu hal ganjil.
Tubuh keduanya sudah seperti macam tutul karena saking memberikan stempel dimana-mana. Hingga tiada tempat untuk memberikan 1 lagi.
Alexis membopong tubuh sang istri dengan susah payah, bayangan dari jam 8 jam mereka bertempur tiada habisnya.
“Maafkan aku Ale, entah kenapa tubuh ini haus akan itu, aku pun bingung dengan tubuh ku,” kata Tree merasa tidak enak.
Ketika mereka sampai di kolam renang luas, mata mereka melotot ketika melihat penampakan laki-laki dan perempuan di dalam kolam.
Byurrrrrrrr... Pasangan Alexis jatuh kedalam kolam.
“Bos, bos," Fren menarik Alexis.
“Fren!” panggil Alexis..
Uhukkk ... Uhuuukk... Tree terbatuk-batuk karena tersedak air.
__ADS_1
Samarta menarik tubuh Tree ketepian.
“Ada apa ini kenapa kalian ada di kolam malam malam?" Tanya Tree menyelidik. Air hangat di kolam membuatnya merasakan nyaman.
Star ....!!!! Teriak dua pria dalam hati...
....
....
Sedangkan di kamar si kembar, si pembuat onar tengah nyaman tidur di samping keponakannya.
“Kenapa pipiku susah bergerak," kata pria itu.
Seketika Star bangun, ia begitu kaget pantat Em dan El berada di pipinya seandainya dua bocah itu ngompol mungkin pipinya langsung banjir.
“Jam berapa ini?" Tanya Star.
“Jam 5 pagi!” Star bangun karena kebelet pipis, ketika ia memandang dirinya di cermin
“Apakah mereka sudah selesai acara nuna-nununya?" Tanya Star pada dirinya.
Seketika otak Star bekerja, “Bentar semalam aku lupa mengatur semprotan ruangan mereka, astaga Star jangan bilang obat itu di semprot 15 menit sekali seperti biasan!"
Star melompat ke luar ia memastikan apa yang ia takuti, Star melihat ke tempat isi ulang aroma terapi ruangan, seketika ia mengaga bagaimana tidak ia lupa mengatur jarak semprotan secara otomatis, seharusnya pria itu mengatur agar ruangan itu hanya di semprot 3 kali dalam semalam. Ternyata aroma terapi itu berkerja seperti biasanya yaitu menyemprotkan ke seluruh ruangan per 15 menit sekali tanpa di ganggu gugat.
Star melompat ke ruangan darurat, mencari kunci cadangan dua kamar pasangan itu.
Hayoooo... Star bikin ulah lagi😂...
^^^To Be Continued ^^^
Terimakasih atas dukungan kalian di karya receh Nyai Gendeng Permanen 🙏🙏🙏
Jangan lupa
Like👍
komentar🗣️
Hadiah🎁🌹☕
Vote 🔥
__ADS_1
Bintang lima ⭐⭐⭐⭐⭐ di rating pojok popularitas karya ini.
Favorit ♥️ agar kalian mendapatkan notifikasi update karya ini