TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
ULANG TAHUN KARREN LA MORGAN


__ADS_3

Seorang Pria tampan bertubuh tinggi tegap tiba di halaman rumah mereka. Rumah megah, yang kini dihuni oleh beberapa orang di dalamnya itu nampak sepi.


'Sepi sekali, apakah mereka telah pergi tidur?' Batin Morgan. Pria itu kemudian membuka pintu dan mendapati suasana rumah yang begitu gelap gulita. Ia terus melangkah dan mencoba untuk mencari sakelar lampu. Namun, belum juga ia sampai di sana lampu ruangan itu sudah lebih dulu menyala.


"Surprises!!!" Teriak semua orang yang berada dalam ruangan itu.


Kondisi yang semula gelap, membuat Morgan tidak dapat melihat ketiga orang itu. Quinsy yang memegang sebuah kue dengan lilin menyala yang berbentuk angka 30.


"Happy Birthday to you!" Quinsy menyanyikan lagu ulang tahun sambil mendekat ke arah Kakaknya.


Morgan tersenyum ke arah Quinsy, ia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan semacam itu dia usianya yang ke tiga puluh. Miguel dan istrinya juga turut menyanyikan lagu happy birthday untuknya.


"Tiup dong Kak, Quinsy capek pegangnya nih!" Morgan meniup lilin dan memeluk sang adik.


"Udah tiga puluh nih, kapan mau cari pasangan gak bosen apa sendiri terus?"


Pertanyaan itu dari sang Kakak, Miguel. Usia Morgan dan Miguel hanya terpaut dua tahun, sedangkan Morgan dan Quinsy terpaut 12 tahun. Miguel juga ingin Morgan segera mendapatkan pendamping hidup.


Tapi orang yang mendapatkan pertanyaan justru hanya memasang wajah datar. Morgan adalah sosok yang dingin terhadap setiap wanita.


Walaupun banyak wanita di luar sana yang ingin bersanding dengan pria tampan itu, tapi mereka hanya akan menelan pil kekecewaan. Sebab, Morgan selalu bersikap acuh bahkan tidak segan untuk langsung menolak mereka.


Ulang tahun yang dirayakan secara sederhana oleh keluarga terdekat adalah sebuah kado yang paling istimewa bagi setiap orang. Itu pula yang dirasakan oleh Morgan.


Sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak berkumpul bersama Kakak dan Adiknya. Semenjak usianya menginjak 25 tahun, Morgan telah tinggal di New York dan mengurus perusahaan milik keluarganya di kota itu.


"Quinsy, berhubung Kakakmu Morgan sudah pulang, kami besok juga harus kembali ke Indonesia." Ucapan dari Iparnya Maya, membuat Quinsy sedikit bersedih.


"Gak bisa agak lama lagi ya Kak?"


"Gak usah lebay, toh mereka masih bisa ke sini lagi kapan-kapan." Ucap Morgan yang mendengar nada suara lemah sang Adik.


Quinsy hanya mengerucutkan bibirnya saat mendengar Morgan mengatainya lebay. Hal itu mengundang gelak tawa dari semua orang di ruangan itu. Malam hangat pun mereka lalui dengan canda tawa dan kebahagiaan.

__ADS_1


......................


Pagi harinya, Quinsy dan Morgan mengantar kepergian Miguel bersama anak dan istrinya di bandara. Untung saja hari ini dia masuk kelas siang, jadi masih bisa mengantar kepergian Kakak-kakaknya ke bandara.


Setelah memastikan ketiga orang itu masuk ke dalam pesawat tujuan mereka Quinsy dan Morgan pun meninggalkan bandara dan memulai kesibukan pagi mereka.


Morgan memutuskan langsung ke perusahaan, sedangkan Quinsy menuju perusahaan milik Glen. Kakinya yang terkilir semalam, masih sedikit terasa mengilu.


Tapi tidak terlalu dihiraukan olehnya, gadis cantik itu mulai mengerjakan tugas dari Glen yang sempat tertunda kemarin.


Glen sama sekali tidak terkejut akan kedatangan Quinsy pagi ini, ia sudah hapal akan jadwal kuliah gadis cantik itu.


Tok..tok


"Permisi Tuan, rapat akan segera di mulai. Para tetua telah menunggu Anda di ruang meeting." Ucap Sekretaris Glen.


Dia adalah pria berwajah tampan berkulit hitam manis dan postur tubuh kekar. Dalam Perusahaan milik Glen hanya ada 20 persen kesempatan bagi kaum wanita, sisanya adalah pria.


Itulah mengapa orang banyak yang berfikir bila Glen adalah seorang gay. Bahkan tidak jarang, orang pun menggosipkan bila ia nengidap suatu penyakit kelamin.


"Ok, Quinsy ikut saya."


Mendengar namanya dipanggil, Quinsy mendongak lalu mengikuti pria yang kini menjadi atasannya. Di perjalanan menuju ruang rapat, Sekretaris dari Glen memberitahukan apa saja isi rapat hari ini dan tugas-tugas yang harus Quinsy lakukan.


Tugas itu terdengar tidaklah sulit bagi Quinsy yang memang mengambil jurusan bisnis dan memiliki otak cerdas. Kini mereka telah tiba di ruang rapat, para tetua yang disebutkan oleh Sekretaris Glen tadi berdiri dan menyambut kedatangan CEO mereka.


Namun kehadiran Glen kali ini cukup memberi kejutan untuk orang-orang tua itu. Mereka adalah pemegang sebagian saham yang berada di perusahaan milik Glen.


Setiap bulannya mereka akan mengadakan meeting dan membahas mengenai langkah apa saja yang harus mereka ambil dan sebagainya.


Kerja sama puluhan tahun yang sudah mereka lakukan semenjak perusahaan masih di pegang oleh orangtua Glen, hingga kini Glen sendirilah yang mengurus semuanya.


Namun ini pertama kalinya mereka melihat kehadiran seorang wanita disisi pria berusia 28 tahun itu. Glen selama ini selalu menjaga jarak dari wanita manapun. Bahkan gosip-gosip buruk pun telah sampai ke telinga mereka.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada gadis muda nan cantik yang berjalan di belakang Glen, bahkan ia pun memiliki kursi sendiri disisi pria itu.


"Selamat pagi semua, perkenalkan ini adalah Karen La Quinsy. Asisten pribadi ku yang baru, dia akan mengikuti rapat kali ini hingga akhir." Ucap Glen memperkenalkan Quinsy pada para tetua itu.


Semua orang tersenyum dan memberi anggukan pada Quinsy, kemudian duduk dan rapat pun dimulai.


......................


Di perusahaan yang dipegang oleh Morgan, kini ia tengah melihat hasil foto para model yang menjadi ambasador perusahaannya. Ia nampak tidak menyukai beberapa orang yang berada dalam foto tersebut, hingga pria itu menghubungi Asisten kepercayaannya.


"Segera kemari!" Ucapnya singkat di telpon. Tak beberapa lama orang yang dihubungi tadi telah tiba di ruangan pribadinya itu.


"Permisi Tuan"


"Duduklah!" Titahnya pada sang Asisten kemudian melanjutkan ucapannya "Siapa yang memilih para model itu?"


"Maaf Tuan, apakah ada masalah? Tim perancanganlah yang memilih mereka. Dan Tuan Miguel telah menyetujuinya."


"Aku ingin kalian mengganti orang-orang yang ada di foto ini!"


Sang Asisten mengambil beberapa lembar foto yang berserakan di atas meja Morgan. Ada empat orang model yang tidak disukai oleh pria itu dan harus digantikan dengan model lain. Tapi waktu launching produk baru mereka sudah sangat mepet, jadi akan sangat sulit untuk menemukan model pengganti.


"Maaf Tuan, tapi saya rasa ini sangatlah tidak mungkin, mengingat waktu yang kita miliki sudah tidak banyak lagi."


"Aku tidak mau tau! Kalau model semacam ini yang kita jadikan sebagai model ambasador perusahaan, aku yakin produk baru kita akan mengalami kerugian!" Ucap Morgan dengan nada tegas.


BERSAMBUNG....


♡Gimana guys...seru gak?


Nantikan episode selanjutnya ya...


jangan lupa kunjungi karyaku yang lain tinggal tag aku aja.

__ADS_1


salam sayang dari


^^^NAZUA MUGHOZA♡^^^


__ADS_2