TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
PERHATIAN GLEN


__ADS_3

Pemotretan di perusahaan milik Kakaknya akhirnya selesai. Sesuai janjinya pada Glen, Quinsy hari ini sudah kembali bekerja setelah pulang kuliah.


"Selamat siang, Tuan Glen." Sapa Quinsy saat memasuki ruangan tempatnya dan Glen bekerja.


Hari ini Quinsy terlihat lebih fresh dari biasanya, wajah gadis cantik itu nampak sangat bahagia, entah apakah penyebabnya.


"Hari ini cuaca sangat dingin. Apa yang membuatmu terlihat begitu bersemangat?"


"Entahlah, mungkin karena ini pertama kalinya aku akan menghabiskan akhir tahun di negara asing." Jawab Quinsy asal.


Glen merasa janggal akan jawaban yang di berikan oleh Quinsy barusan. Faktanya Quinsy merasa sangat bahagia pagi ini karena semalam dia bermimpi sangat indah.


Dalam mimpinya, Quinsy bertemu dengan sang kekasih Marfin Jafier. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti saat masih SMA dulu.


Walaupun ketika Quinsy terbangun dan menyadari hal itu hanyalah mimpi, tapi dia sudah cukup puas, sebab dapat kembali melihat senyum cerah pria pujaannya itu.


Quinsy ingin menyerahkan file yang sudah ia selesaikan untuk Glen. Saat dia bangkit dan melangkah mendekati meja kerja pria itu, kakinya tiba-tiba saja terkilir.


Bruk!!!


"Aduh!" Glen bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Quinsy. Dilihatnya pergelangan kaki gadis itu yang kembali membengkak.


"Aa...apa yang kau lakukan?" Tanya Quinsy saat merasa tubuhnya melayang. Glen menggendong Quinsy menuju sofa dan mendudukannya.


"Kau gadis yang sangat bodoh! Bagaimana mungkin bisa kau berjalan dengan cerobohnya seperti itu, dasar!"


'Ih ngatain gue bodoh lagi, ya mana gue tau coba kalo kaki gue keserimpet." Gumam Quinsy dalam hati.


Saat Glen tengah memijat kaki Quinsy, seorang gadis muda masuk dengan membawakan sebuah rantang makanan.


"Glen, lihat aku membawa makanan kesukaanmu."


Glen dan Quinsy memandang ke arah suara bersamaan, dan saat mata si gadis melebar ketika melihat Glen yang tengah bersimpuh di hadapan gadis lain.


"Siapa dia? Apa yang kalian lakukan?"


Ekspresi wajah gadis itu langsung berubah masam. Hal itu membuat Quinsy merasa tidak enak dan ingin berusaha menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya.


Quinsy kemudian bangkit, namun ia lupa akan kakinya yang terkilir barusan, hingga membuat pijakkannya goyah dan berakhir menubruk tubuh kekar Glen.


Glen sendiri yang tidak sigap langsung ikut roboh ke lantai dengan posisi mereka saling berpelukan dan tubuh Quinsy berada di atas tubuh Glen.


Untuk sesaat, pandangan mata keduanya saling terkunci. Hingga suara hentak kaki dari gadis tadi membuat Quinsy tersadar dan segera bangkit dari atas tubuh Glen.


Gadis muda tadi pergi meninggalkan ruangan Glen dengan emosi yang meluap-luap. Hal itu membuat Quinsy makin tidak enak hati pada gadis yang tidak ia ketahui namanya tadi.

__ADS_1


"Kenapa tidak kau kejar dia? Ku rasa dia telah salah paham pada kita."


"Namanya Farah, dia memang begitu. Kau tidak perlu ambil pusing tentangnya." Ucap Glen seraya bangkit dan meraih ponsel di atas meja kerjanya.


'Cuek banget, sebenarnya Farah itu siapanya sih?' Batin Quinsy bertanya.


"Bawakan kompres es keruanganku sekarang!" Titah Glen pada seseorang ditelpon.


Beberapa saat kemudian seorang pria bertubuh tinggi jangkung membawakan sebuah kantung kompres es dan menyerahkannya pada Glen.


"Biar aku sendiri," Glen menepis tangan mungil Quinsy dan mengompres kaki gadis itu.


Pemandangan itu terjadi langsung di hadapan sekretaris Glen, alhasil mata bulat pria tampan itu melebar seketika. Ia takut yang dilihatnya saat ini adalah sebuah mimpi jadi dia mencubit dirinya sendiri. Tapi dia malah merasakan rasa sakit dari cubitan itu, yang menandakan itu semua nyata.


'Astaga... akhirnya aku bisa melihat Tuanku dekat dengan seorang wanita lagi.' Batin sang sekretaris dengan senyum lebar di wajahnya.


...----------------...


Hari ini saat di kampus, Quinsy berkumpul bersama ketiga sahabatnya di kantin. Sonya, Jessy dan Quinsy merasa heran atas salah satu sahabat mereka Emy. Pasalnya tempo hari gadis itu masih terlihat murung dan seakan enggan untuk menjalani hidupnya lagi. Tapi hari ini wajahnya begitu berbinar dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya.


Ketiga gadis itu saling memandang sebelum bertanya pada sahabat mereka itu.


"Ada apa denganmu hari ini Emy, kau membuatku takut. Kau tersenyum seperti seorang psikopat."


Emy tak menanggapi pertanyaan dari Sonya, ia masih saja tersenyum dan sesekali menutup wajahnya yang memerah.


"Bukan hanya tampan Quinsy, tapi sangat tampan!"


"Benarkah? Siapa itu?"


Emy menatap ketiga sahabatnya dan kembali tersenyum, gadis itu kini lebih mirip dengan penderita gangguan mental.


"Aku rasa pria yang di jodohkan padanya bukanlah pria tampan. Melainkan pria gendut tua jelek, lihat saja dia sampai sakit jiwa seperti itu."


Emy kini memberi tatapan tajam pada Jessy, ia tidak terima calon tunangannya di katai tua dan jelek. Kalau saja mereka tau siapa yang akan menjadi calon tunangannya, Emy yakin, ketiga gadis itu akan sangat syok.


"Enak saja! Dia adalah pria tampan dan menjadi idaman kau tau?"


"Ya, ya, terserahlah!" Jawab Jessy malas.


"Lalu siapa orang yang dijodohkan denganmu? Apakah kami mengenalnya?"


"Tentu saja, tapi aku tidak ingin memberitahukan pada kalian lebih dulu. Ini akan menjadi kejutan, dua minggu lagi datanglah ke acara pesta pertunangan kami."


"Oh, ayolah Emy, kau jangan membuat kami jadi mati penasaran." Pinta Sonya dengan merengek. Tapi Emy tetap diam sambil terus tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Akhirnya mereka menyerah dan tinggal menunggu hingga waktu pertunangan dilangsungkan, untuk melihat siapa calon suami dari salahsatu sahabat mereka itu.


...----------------...


Kembali ke perusahaan, Quinsy tidak menemukan Glen dalam ruangannya. Justru gadis muda yang sempat datang kemarinlah yang berada di ruangan pria itu dan duduk di atas meja sambil menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Setelah itu, dia berjalan mendekati Quinsy dengan pandangan mata mencemooh gadis itu. Tinggi mereka yang berbeda jauh membuat gadis itu harus mendongak saat berbicara dengan Quinsy yang memang memiliki tubuh tinggi.


"Ternyata Kau hanyalah seorang asisten pribadi tunanganku? Berani-beraninya kau mencoba menggoda dia di depan mataku kemarin?"


Dugaan Quinsy benar, gadis muda itu salah paham dengan apa yang terjadi kemarin siang.


'Glen bego! Udah gue suruh nyusul nih cewe malah gak mau. Ini nih akibatnya, kena tuduh kan gue!' Kesal Quinsy dalam hati.


"Maaf Nona, tapi bukan maksud saya untuk menggoda Glen, em, maksud saya,. Tuan Glen."


"Kau bahkan berani menyebut nama depannya?! Kau memang wanita j*l*ng!"


"Siapa yang kau sebut j*l*ng?"


Pertanyaan itu dari Glen yang baru saja tiba di ruangan itu, ia tidak menyangka bila di dalam ruangannya sudah ada Quinsy dan Farah yang tengah membicarakannya. Hingga ia tidak sengaja mendengar Farah mengucapkan kata-kata kasar pada Quinsy.


Farah langsung menoleh dan mendapati Glen yang sudah berdiri di ambang pintu. Seketika ekspresinya berubah sedih dan menghampiri Glen sambil bergelayut manja di lengan kekar pria itu. Gadis itu bahkan sengaja menggesek-gesekkan dadanya pada lengan Glen.


"Glen, dia tadi berbuat kasar padaku, itulah sebabnya aku mengatakan perkataan kasar padanya. Kau jangan salah paham dulu, ok?"


Glen yang merasa risih akan prilaku Farah pun langsung menepis rangkulan gadis muda itu kemudian berjalan menjauh.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku ingin memberikan makan siang untukmu, aku tau kamu belum makan siang sama sekali kan?"


"Kau tidak perlu repot lagi. Aku akan pergi makan siang bersama Quinsy di luar. Sekarang kau bisa pergi."


Farah tak menyangka akan mendapat pengusiran dari pria yang sangat disukainya. Gadis itu pergi dengan kecewa, tapi matanya seakan ingin mencabik-cabik Quinsy saat ini juga.


BERSAMBUNG...


♡Hello gais...🙋


Ini karya novelku yang kedua, sory ya kalau kurang memuaskan dan masih banyak typo dalam ceritanya...😳


Aku harap kalian mau memberikan saran agar aku makin termotifasi😊


Jangan lupa kunjungi novel-novel aku yang lain ya?😉😉😉

__ADS_1


Ada yang berjudul Cold hearted a girl,what's wrong with my bos? dan istri masadepanku yang pastinya ga kalah seru.♡


__ADS_2