
Ini adalah giliran Quinsy mengenakan pakaian adat yang mereka beli di butik tempo hari. Begitu juga dengan Glen, ia tengah bersiap mengganti bajunya di ruang sebelah. Pakaian adat tradisional khas jawa itu memang agak sedikit sulit dalam pemasangannya. Sebab banyak hal yang harus di lepas dan pasang. Namun ketika selesai, semuanya terbayarkan dengan Quinsy yang tampak makin mempesona. Gadis itu bagaikan putri keraton dalam cerita dongeng-dongeng. Penampilannya yang anggun dan menawan, membuatnya terkenal ke seluruh pelosok negri. Dan malam ini, Quinsy akan menjadi seorang ratu di kerajaan Glen Jhonsson Hemsworth.
Di ruang sebelah, walaupun Glen tidak memerlukan waktu lama untuk mengenakan pakaian adatnya. Tapi pria itu terlihat amat tampan. Ia laksana pangeran dari negri Barat yang akan mempersunting sang tuan putri. Bentuk tubuhnya yang gagah, membuat banyak wanita menelan air liurnya kasar.
"Wah! Apakah itu benar-benar putraku? Dia tampan sekali," Ucap Nyonya Hemsworth memandang takjub pada putra semata wayangnya.
"Ya Tuhan...! Coba lihat ke sana! Apakah itu Quinsy yang kita kenal? Dia sangat menakjubkan!" Teriak Sonya dengan histeris.
Penampilan kedua mempelai itu memang sangat mempesona. Membuat banyak pasang mata tak dapat memalingkan pandangan dari mereka. Apalagi para tamu undangan yang memang tidak berasal dari Indonesia, hal semacam ini sangatlah mengagumkan di mata mereka.
Penampilan Quinsy dan Glen yang selayaknya Raja dan Ratu di pulau jawa malam ini membuat para tamu undangan berbondong-bondong datang untuk mengabadikan momen tersebut. Bukan hanya yang berasa dari luar negri saja, bahkan rekan bisnis serta teman-teman Quinsy yang berasa dari Indonesia pun banyak yang ikut berfoto bersama dengan pasangan pengantin tersebut. Membuat Glen dan Quinsy sampai kewalahan menghadapi para tamu undangan yang seperti tidak ada habisnya.
"Glen aku lelah," Bisik Quinsy lemah. Ia hampir saja kehilangan kesadaran akibat terlalu lama berdiri. Dengan sigap Glen membawa Quinsy untuk duduk di kursi pelaminan mereka. Ia meminta Morgan dan Jessy untuk menggantikan mereka di tempat itu dan membawa Quinsy langsung ke hotel tempat mereka beristirahat.
"Maaf, kedua mempelai kelihatannya sudah tidak sabar. Jadi, kami akan mohon pengertiannya." Tutur Morgan dengan menggunakan mikrofon dan membuat para tamu undangan menertawakan ucapannya. Pesta pun terus berlanjut dengan meriah meski tanpa kehadiran Glen dan Quinsy di sana.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Di dalam kamar hotel, Glen membantu Quinsy untuk melepaskan atribut pakaian adatnya yang memang lumayan banyak dan tidak dapat di lepaskan tanpa bantuan orang lain. Dengan sisa tenaga yang ada Quinsy hanya dapat berdiri dan menerima bantuan Glen tanpa dapat bergerak sedikitpun. Hampir lima belas menit lamanya waktu untuk Glen melepaskan atribut-atribut itu, hingga akhir Quinsy dapat berbaring dengan leluasa.
"Apakah kau tidak ingin membersihkan diri dulu? Aku akan membantumu menyiapkan air panas bila kau mau."
"Tunggu dulu, aku masih sangat lelah. Kakiku rasanya mati rasa, pinggangku juga terasa sangat tidak nyaman." Jawab Quinsy terdengar begitu lemah. Glen, dengan penuh pengertian mendekati sang istri dan memijit kaki mulus gadis cantik itu.
"Ah, apa yang kau lakukan?" Teriak Quinsy sedikit nyaring karena terkejut akan perlakuan Glen yang tiba-tiba menyentuh kakinya.
"Aku hanya ingin membantumu mengurangi rasa sakit pada kakimu." Jawab Glen sembari terus memijit kaki Quinsy.
__ADS_1
"O..oh..."
Quinsy pun membiarkan Glen untuk memijit kakinya. Dan harus gadis itu akui, bahwa pijatan Glen memang sangat membantunya. Rasa pegal pada kakinya sedikit berkurang.
"Bagaimana? Apakah terasa nyaman?"
"Em, ya..."
"Apakah pinggangmu juga ingin ku pijat"
"A...ah, tidak perlu. Kau pun sudah sangat lelah. Lebih baik kau segera mandi dan beristirahat."
Glen tersenyum mendengar perhatian yang diberikan oleh Quinsy. Akhirnya gadis itu tak lagi takut padanya dan dapat mulai menerima kehadirannya.
"Tak apa, aku tidak mungkin membiarkan istriku menderita sendiri. Jadi sini, biar aku bantu untuk memijat pinggangmu."
Jantung Quinsy hampir saja melompat dari tempatnya saat mendengar Glen menyebutnya sebagai istri. Meskipun hal itu adalah benar, namun karena ini kali pertama mereka menjalani rumah tangga, hati dan pikiran Quinsy masih belum terbiasa mendengar sebutan itu untuknya.
Usai memijat Quinsy, Glen ergi ke kamar mandi dan menyiapkan air panas untuk istri cantiknya membersihkan diri. Sementara itu, Quinsy melepaskan pakaian adat yang dikenakannya dan mengganti dengan bathrobe. Quinsy sampai terkejut karena Glen tiba-tiba muncul, untung saja ia telah selesai mengganti bajunya saat ini.
"Airnya sudah siap."
Quinsy mengangguk polos dan pergi ke kamar mandi, saat ia akan menanggalkan bathrobenya, Glen malah ikut menyusul ke dalam.
"A..apa yang kau lakukan?"
"Mandi,"
__ADS_1
"Mandi? Tapi, bagaimana denganku? Apakah kau bisa menunggu setelah aku selesai? Nanti akan aku siapakah air panas untukmu juga."
"Mengapa harus membuang banyak waktu bila kita bisa melakukannya bersama? Toh kita sudah resmi menjadi suami istri. Atau kau masih malu padaku?" Kini giliran Glen yang balik bertanya. Quinsy benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi.
'Pake nanya, ya jelaslah aku malu. Secarakan aku masih belum terbiasa sama dia.' Gumam Quinsy dalam hati.
Dan tanpa ada pembicaraan lagi, Glen langsung menarik Quinsy kedalam bathtub. Quinsy yang belum siap berpegangan erat ke leher Glen dan menutup kedua matanya rapat-rapat sambil menjerit tertahan.
"Sekarang kau sudah bisa membuka matamu."
"Kau! Kau membuatku basah!"
"Bukankah kau bilang tadi ingin mandi? Lalu mengapa masih takut basah?"
"Aku memang ingin mandi, tapi tidak bersama denganmu." Tutur Quinsy lirih.
"Bagaimana bila aku memaksa?" Glen makin mendekatkan wajahnya pada Quinsy. Bahkan sangking dekatnya, Quinsy dapat merasakan hembusan nafas dari pria itu.
BERSAMBUNG...
β‘Hello gais...ini novel aku yang kedua.
sory ya kalau kurang memuaskan ceritanya...
aku harap kalian mau memberikan saran agar aku makin termotifasi
jangan lupa kunjungi novel-novel aku yang lain ya?
__ADS_1
ada yang berjudul Cold hearted a girl,what's wrong with my bos? dan istri masadepanku yang pastinya ga kalah seru.β‘