TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
CERITA DANIA


__ADS_3

"Wir werden sehen, ob dein gebrochenes Gesicht dieses Mal dafür sorgen kann, dass Noel sich in dich verliebt? Zerschmettere diesen Ort und das Gesicht dieser Schlampe!" Titah Indie pada orang-orang suruhannya. Perkelahian pun terjadi di dalam cafe itu, beberapa pegawai pria Sonya hampir terpukul mundur. Untung saja Billy dan teman-temannya tiba dan membantu mengusir Indie serta anak buahnya dari cafe Sonya.


(Kita lihat, kali ini apakah wajah rusakmu dapat membuat Noel tetap menyukaimu? Hancurkan tempat ini dan juga wajah wanita ****** itu!)


Tak lama pihak berwajib tiba dan meringkus orang suruhan Indie yang menghancurkan cafe milik Sonya. Sedangkan Indie sendiri telah melarikan diri menggunakan mobilnya.


Akibat perkelahian itu, cafe Sonya mengalami kerusakan parah. Ada begitu banyak kursi dan meja yang hancur, juga kaca-kaca jendela pecah akibat terkena lemparan dari para orang suruhan Indie.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Billy yang melihat raut takut di wajah Sonya. Tubuh kecil gadis itu perlahan bergetar beriringan dengan derai air mata. Cafe yang ia perjuangkan sedari awal berada di kota New York ini, hancur dalam sehari.


"Maaf, Nona. Kami memerlukan keterangan darimu, untuk menjadi bahan bukti persidangan." Ucap seorang polisi pria yang sudah meringkus orang suruhan Indie barusan.


Sonya menyeka air matanya, ia berjalan mengikuti polisi tadi dari belakang. Akan tetapi tubuhnya tiba-tiba saja limbung, untunglah Billy dengan sigap menangkapnya hingga Sonya tak sempat terjatuh kelantai yang penuh pecahan kaca.


"Saya akan ikut mendampinginya bila boleh."

__ADS_1


"Apakah kau saudara dari Nona ini?"


"Bukan. Saya hanya pengunjung di cafe ini. Kebetulan teman saya adalah sahabat darinya." Tutur Billy menjelaskan.


Akhirnya sang Polisi mengizinkan Billy untuk ikut menemani Sonya selama mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Setelah mendengar cerita Dania mengenai kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu, Glen menjadi makin merasa bersalah. Andai saja ia bisa lebih cepat menemukan keberadaan kekasihnya itu, mungkin kini mereka telah hidup bahagia.


"Terra!'' Seru seorang pria dari arah belakang Dania dan Glen. Pria muda dengan tubuh dipenuhi tato melangkah mendekat ke arah mereka lalu menggapai lengan Dania.


''Ya, kau?'' Key melihat wajah Glen yang tak asing di matanya. Ia seakan pernah melihat wajah Glen di suatu tempat, hanya saja Key tidak ingat di mana itu.


"Perkenalkan aku Glen, Kekasih Dania. Terimakasih karena telah menjaga kekasihku selama ini. Selama beberapa tahun ini, aku telah mengerahkan segala kemampuanku untuk dapat menemukannya. Tapi sayang, semua itu sia-sia, hingga hari ini Tuhan membantuku untuk bertemu dengan Dania di kota kecil ini. Dania sudah menceritakan semua kebaikanmu padaku."

__ADS_1


"Oh, senang bisa melihatmu Glen. Dari semua hal dalam hidupnya, hanya wajahmu lah yang dia ingat. Dan dia pun telah menggambarnya pada sebuah buku. Ya, aku memang telah menemukannya dari dasar jurang sewaktu pergi berburu. Tetapi aku hanyalah seorang nelayan kecil dan tidak bisa membawanya ke umah sakit untuk mengobati amnesianya. Dan maaf, aku sudah memberikan nama lain untuknya."


"Tak apa, sekali lagi aku sangat berterima kasih padamu. Dan kalau bisa, aku ingin meminta bantuanmu sekali lagi." Ucap Glenbdengan wajah serius.


"Ya, apakah itu?"


"Bisakah kau menjaga Dania sebentar lagi untukku? Aku masih harus menyelesaikan masalah kecil dan belum bisa membawanya kembali." Raut wajah Glen yang terlihat begitu tulus saat menatap Dania, membuat Key tidak dapat menolak. Ia bisa merasakan ketulusan dan juga kerinduan dari sorot mata pria gagah di hadapannya itu.


"Tentu saja. Dengan senang hati aku akan menjaga Terra, em, maksudku Dania hingga kau telah bisa membawanya."


Dan tanpa ketiga orang itu sadari, Quinsy mendengar semua percakapan di antara mereka. Dengan derai air mata yang coba ia tahan, Quinsy berjalan menjauh seraya memegangi dadanya yang terasa sesak.


Bayangkan saja bagaimana sakitnya hati Quinsy saat ini. Dengan mata kepalanya sendiri Quinsy melihat suami yang ia cintai ingin membawa wanita lain. Bahkan Glen tidak segan-segan untuk menunjukkan rasa cintanya itu di hadapan orang lain.


"Ya, Tuhan. Aku memanglah orang kedua dalam hubungan ini. Dan sejak awal akupun sudah meyakinkan diriku bila Glen memang bukan milikku. Tapi kenapa rasanya tetap sesakit ini Tuhan? Bolehkah aku egois sedikit? Bolehkah kali ini aku menginginkan Glen tetap menjadi suamiku?" Tanya Quinsy dalam hati.

__ADS_1


Sesak, sakit dan lelah itulah yang Quinsy rasakan kali ini. Kakinya terus berjalan tak tau arah tujuan. Ia hanya ingin pergi untuk sementara waktu dan kembali bila pikirannya telah jauh lebih tenang.


BERSAMBUNG...


__ADS_2