
Glen keluar dari kamarnya dan berjalan menjauh sembari mencoba menghubungi seseorang. Hatinya mengatakan bila sosok yang ia lihat tadi adalah, Dania. Wanita yang menempati singgahsana di hatinya sebelum Quinsy.
"Aku ingin kau mencari beberapa orang dan engkrimnya kemari. Suruh mereka untuk mencari di mana keberadaan Dania."
"Apa? Apa aku tidak salah dengar? Kau masih saja mencari Dania? Hei, Glen. Lalu untuk apa kau menikahi istri cantikmu itu hah?"
"Aku seperti sudah melihatnya siang ini. Aku hanya ingin menanyakan alasannya meninggalkanku, sedangkan kau pun tau betapa besar cintaku padanya waktu itu."
"Glen, sebagai sahabatmu aku menyarankan untuk tidak terperangkap dengan bayang-bayang masa lalu. Toh kini kau telah memiliki kehidupanmu sendiri. Dan bayangkan bagaimana perasaan istrimu bila mengetahui kau masih mencari keberadaan mantan kekasihmu." Glen terdiam mendengar nasehat dari sahabatnya, Sony. Meskipun rasa penasaran yang ia rasakan masih terus bergejolak. Namun, Glen juga tidak ingin Quinsy tersakiti atas prilakunya ini.
"Egini saja kawan. Aku akan tetap mengirimkan orang untuk membantumu. Tapi setelah kau tidak menemukan apa yang kau cari, berjanjilah untuk berhenti mengingat dia. Kau pun pantas bahagia sobat."
"Terimakasih, Sony. Aku akan mengingat ucapanmu.''
Panggilan berakhir, Glen ingin kembali menuju kamarnya sebelum matanya kembali melihat sosok tadi. Tapi kali ini bukan hanya skedar bayangan, kali ini dia benar-benar ada di hadapan Glen. Tanpa sadar kakinya mendekati wanita itu.
Tubuh yang begitu kurus dan pucat, nampak ringkih dengan balutan baju lengan panjang serta sweter di lehernya. Glen langsung membawa wanita itu masuk ke dalam dekapannya. Kali ini ia benar-benar yakin tidak sedang berhalusinasi. Ia benar-benar telah menemukan Dania nya.
Sedangkan wanita yang Glen peluk hanya terdiam tanpa bisa membalas pelukan itu. Dapat ia rasakan ada begitu banyak kerinduan di balik pelukan yang pria itu berikan. Namun, sedikitpun ia tidak dapat mengingat siapakah pria yang tengah memeluknya ini.
__ADS_1
"Akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat merindukanmu, Dania." Bisik Glen dengan tetap terus memeluk tubuh wanita itu.
"Kau mengenalku?" Pertanyaan itu membuat Glen melepaskan pelukannya. Dia pun menatap wajah sayu Dania yang terlihat pucat.
"Apa kau melupakanku, Dania?"
"Tidak." Glen bernafas lega mendengar kata itu. Tapi kata selanjutnya membuat dunianya seakan runtuh.
"Aku mengingat dengan jelas wajahmu di setiap hariku. Hanya saja aku tidak tau kau ini siapaku. Apakah kau saudara lelaki ku?"
"Apakah kau tidak dapat mengingat semua kenangan kita? Sedikitpun?" Hanya gelengan lemah yang Glen dapati dari Dania. Membuat bagaikan terhempas dari ketinggian beribu-ribu kilometer, perasaan Glen saat ini. Wanita yang ia cintai telah melupakan semua kenangan manis mereka.
Dania pun menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa dirinya beberapa tahun lalu. Juga orang yang sudah menolongnya dari kecelakaan itu dan merawatnya.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Aku melihat hubunganmu dan Billy semakin meningkat. Apakah kalian juga sudah memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan sepertiku dan Quinsy?" Tanya Emy pada sahabatnya Sonya. Kedua gadis cantik itu tengah sibuk menyusun dekorasi cafe baru mereka.
Cafe itu adalah bisnis baru yang mereka kembangkan setelah cafe milik Sonya yang dulu berpindah tangan. Ya, setelah kejadian di mana sepupunya dari Jerman tiba-tiba berulah dan mengakibatkan kerusakan parah di cafenya, Sonya memutuskan untuk menjual cafe itu pada seorang Nenek tua kaya. Tapi, selain membeli cafe milik Sonya, Nenek itu juga menawarkan Sonya untuk menjadi Cucu menantu di keluarganya.
__ADS_1
FLASH BACK ON....
Malam itu, Sonya dan para pegawai cafe milknya tengah sibuk berbenah untuk menutup cafe. Hingga seorang gadis muda datang dengan beberapa pria bertubuh kekar di belakanganya.
"Hey, Schlampe! Sind Sie zufrieden, dass Sie die Aufmerksamkeit meiner Familie suchen? Oder dein falsches Gesicht, das du so lange tragen willst, bis ich mich übergeben muss, wenn ich es sehe?"
(Hei, j4l4ng! Sudah puas kah kau mencari perhatian pada keluargaku? Atau wajah palsumu itu ingin terus kau kenakan hingga aku muntah saat melihatnya?)
"Was ist los mit dir, Indie? Du bist gekommen und hast unhöflich zu mir gesagt. Ist das die Einstellung einer respektablen Frau?" Tanya Sonya masih dengan nada lembut meskipun ia sudah endapati umpatan kasar dari sepupunya itu.
(Ada apa denganmu Indie? Kau tiba dan berkata kasar kepadaku. Inikah sikap wanita terhormat?)
Cuih!
Gadis muda yang bernama Indie ini adalah sepupu dekat Sonya. Indie sejak kecil memang sudah sangat tidak menyukai Sonya. Ia selalu merasa iri dan benci saat kedua orang tuanya serta beberapa anggota keluarga lain yang sering memuji-muji Sonya di acara keluarga. Apalagi kecantikan yang Sonya miliki, mampu memikat hati lelaki yang ia suka. Hal itu menambah bibit kebencian di dalam hatinya kian bertambah besar.
"Wir werden sehen, ob dein gebrochenes Gesicht dieses Mal dafür sorgen kann, dass Noel sich in dich verliebt? Zerschmettere diesen Ort und das Gesicht dieser Schlampe!" Titah Indie pada orang-orang suruhannya. Perkelahian pun terjadi di dalam cafe itu, beberapa pegawai pria Sonya hampir terpukul mundur. Untung saja Billy dan teman-temannya tiba dan membantu mengusir Indie serta anak buahnya dari cafe Sonya.
(Kita lihat, kali ini apakah wajah rusakmu dapat membuat Noel tetap menyukaimu? Hancurkan tempat ini dan juga wajah wanita ****** itu!)
__ADS_1
BERSAMBUNG...