TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MENGAPA DIA MASIH ADA DI INDONESIA?


__ADS_3

"vitaminnya masih di minum kan?"


"Masih Dok, sepertinya itu tinggal sedikit."


"Baiklah, saya akan buatkan resep vitaminnya lagi dan Ibu bisa ambil di apotek."


Dokter wanita itu menyerahkan sebuah kertas uyang berisikan resep vitamin pada Quinsy. Setelah mengambil resep itu, Nyonya Karren dan Quinsy pun meninggalkan ruangan sang Dokter.


Mereka berhenti di sebuah Apotek untuk menebus vitamin, namun sebuah hal tak terduga pun terjadi.


Doorr..!!


Suara tembakan melengkung dari kejauhan dan tiba-tiba saja sosok tubuh Glen terjerembab bersimbah darah di hadapan Quinsy.


"Cepat lari!" Ucap Glenseraya memegangi dadanya yang mengeluarkan darah.


Mata cantik Quinsy terbelalak saat melihat Glen yang menghalau peluru untuknya. Tubuhnya seakan lemas, kedua kakinya seperti tak dapat di gerakan. Untungnya Nyonya Karren segera membawa Quinsy masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu. Sementara supir Glen membantunya masuk ke dalam mobil dan ikut pergi."


Glen sempat melihat mobil si penembak yang menargetkan Quinsy tadi sebelum kesadarannya menghilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tuan dan Nyonya Karren mencoba menenangkan Quinsy yang terus menangis di depan pintu ruang operasi. Para Dokter di dalam sana tengah berjuang menyelamatkan nyawa Glen dan mengeluarkan peluru yang yang bersarang di hati pria itu.


"Sudah sayang, kita berdoa saja supaya dia di berikan keselamatan." Ucap Nyonya Karren sambil mengelus lembut surai panjang sang putri.


Quinsy sebenarnya juga bingung mengapa ia merasa begitu takut hal buruk akan menimpa Glen. Bukankah laki-laki itu sangat ia benci karena sudah menghancurkan masa depannya? Lalu mengapa dia harus menangis? Mengapa air mata itu seakan tak dapat ia hentikan? Dan hatinya? Sejak kapan hatinya terasa sakit?

__ADS_1


Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam pikiran Quinsy. Ia tak tau alasan pastinya untuk menangis saat ini. Tapi hatinya benar-benar merasa ketakutan yang tidak jelas.


Lampu merah fi atas pintu ruang oprasi akhirnya padam, Dokter pun kini telah keluar. Quinsy dan juga kedua orang tuanya menghampiri Dokter itu.


"Bagaimana dengan orang yang ada di dalam Dok?" Tanya Tuan Karren.


"Pasien sudah melewati masa kritisnya, posisi peluru memang mengenai bagian hati, tapi untunglah tidak merusak organ penting lainnya. Dan akhirnya kami dapat mengeluarkan peluru tersebut. Pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat."


Penuturan sang Dokter membuat Quinsy juga kedua orang tuanya bernafas lega. Tak lama Miguel tiba bersama kedua anak dan istrinya.


"Kamu gak papa? Mana yang terluka?" Tanya Miguel sambil memeriksa keadaan sang Adik dari ujung kepala hingga kaki.


"Ade kamu ga papa, untung ada Glen yang menghalau peluru itu, kalau engga, mungkin Quinsy lah yang berbaring di sana saat ini." Jawab Nyonya Karren dengan wajah sedih.


"Glen? Bukannya dia udah kembali ke New York? Lalu gimana mungkin dia bisa ada di sini?"


Tapi Quinsy adalah gadis yang cerdas, ia juga penasaran mengapa Glen masih ada di Indonesia dan tiba-tiba muncul untuk menghadang peluru di depan apotek tadi. Gadis itu juga menatap ke arah kedua orang tuanya seakan menunggu penjelasan dari kedua orang itu.


Mendapati tatapan seperti itu dari kedua putra dan putrinya, Tuan dan Nyonya Karren karena pun mau tidak mau angkat suara. Mereka menjelaskan alasan mengapa Glen masih ada di Indonesia dan bisa berada di tempat itu.


Quinsy menutup mulutnya tidak percaya, ia tidak menyangka orang yang amat di benci ternyata selalu ada untuknya. Bahkan bukan hanya rela mengorbankan nyawa, Glen juga telah membantunya dalam mewujudkan setiap permintaan aneh yang di minta Quinsy setiap malam. Seketika air matanya kembali melesat keluar.


"Dia yang membuat semua makanan itu? Bukan Mamah?"


"Bukan sayang, Mamah udah berusaha buatin buat kamu. Tapi kamu selalu bilang yang mamah buat engga enak. Jadi Mamah terpaksa minta tolong pada Glen untuk membuatkannya. Karena kalau dia yang buat, kamu pasti langsung suka dan menghabiskan makanan itu."


Quinsy tidak dapat berkata apa-apa lagi mendengar penjelasan dari sang Ibu. Ia masih menolak kehadiran Glen dalam hidupnya. Dan tanpa ia sadari, ada sedikit rasa senang dalam hatinya saat mengetahui bila Glen rela melakukan itu semua demi dirinya, atau mungkin lebih tepatnya, demi anak yang ada di dalam kandungannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kota New York, tiga orang dara yang telah menyelesaikan jam kuliahnya sedang duduk bersama di sebuah Cafe milik salah satu dari mereka.


"Kita sudah menyelesaikan ujian tahun ini, lalu kira-kira kapan kita akan berkunjung ke Negara Quinsy?"


"Tunggu aku menyelesaikan pemotretan terakhirku tiga hari lagi. Aku harus melakukan pemotretan di sebuah kapal pesiar dan akan menyelesaikannya dalam tiga hari. Setelah aku kembali baru kita sama-sama berangkat untuk bertemu Quinsy."


"Baiklah kalau begitu. Tapi kapal pesiar mana yang akan kau naiki? Bukankah tahun ini hanya akan ada kapal pesiar Lord Of Guardian yang akan berlayar?"


"Ya, dan di sanalah aku akan melakukan pemotretan. Pemilik kapal pesiar itu yang memintaku menjadi model sampul perusahaannya tahun ini."


"Wah...! Aku sangat iri padamu. Tidak sembarangan orang yang bisa membeli tiket untuk naik kapal pesiar super mewah itu." Ucap Sonya dengan mata penuh binar. "Apakah kau tidak membutuhkan asisten tambahan? Aku bisa menjadi asisten pembantu untukmu malam ini." Sambungnya lagi.


"Jangan konyol! Apakah kau lupa malam ini kau harus menemaniku memilih gaun untuk menghadiri ulang tahun calon Ayah mertuaku?" Kini Emy angkat suara.


Sebelumnya Sonya telah berjanji padanya untuk membantu dalam pemilihan gaun pesta malam ini. Dan bagaimana mungkin sahabatnya itu malah ingin ikut dengan Jessy hanya demi ikut naik kapal pesiar saja.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH KARANGAN AUTHOR BELAKA!...


BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN LAIN-LAIN, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN.


Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen, juga votenya ya....


jangan lupa kasih bintang lima juga jadikan vaforit kisah ini!

__ADS_1


I♡U READER'S....


__ADS_2