TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MENEMANI JESSY TIDUR


__ADS_3

Para Polisi kemudian mendekat dan membantu pria berwajah tampan itu berdiri.


"Ada apa di sini?" Tanya salah satu Polisi pada kedua orang itu.


"Dia mencoba memp*rkos*ku tadi."


Mendengar hal itu kedua Polisi tadi langsung menoleh kearah pria itu.


"Apa?! Tidak, dia mabuk tolong kalian jangan mempercayainya." Ucap sang pria mencoba membela diri di hadapan para Polisi.


Kedua Polisi melihat baju dua orang itu basah, mereka berfikir itu adalah keringat yang di sebabkan perlawanan si gadis pada pria di sampingnya. Di tambah lagi baju Jessy yang berantakan, itu makin memperkuat dugaan kedua Polisi tadi.


Akhirnya, dua orang itu di giring ke kantor polisi untuk di minta keterangan lebih lanjut. Pria yang bersama Jessy tadi mencoba melawan tapi para Polisi mengancam akan menambah hukumannya, bila ia terus saja melawan.


FLASH BACK OFF...


Dan di sinilah kedua orang itu berada, Morgan telah menceritakan semua kejadian pada Pengacaranya. Ia memalingkan pandangan pada Jessy dan melihat gadis itu yang menelungkupkan wajahnya di atas meja.


Rupanya gadis itu telah tertidur, Pengacara yang sudah mendengar semua penjelasan Morgan pun membantu Morgan agar bisa kembali malam ini juga.


Saat semuanya telah selesai di urus oleh sang Pengacara, Morgan yang ingin meninggalkan kantor Polisi merasa tidak tega meninggalkan Jessy di tempat itu dengan kondisinya sekarang.


Akhirnya ia meminta pada Pengacaranya untuk menangani pembebasan gadis itu juga. Morgan membawa tubuh Jessy menuju mobil sang Pengacara dan membaringkannya ke kursi belakang.


"Kita ke filla Xx di jalan Xxx." Ucap Morgan pada sang Pengacara. Mobil pun melaju menuju tempat yang di sebutkan oleh Morgan.


Mereka mengantarkan Jessy kembali ke fillanya. Morgan mengetahui alamat tempat tinggal gadis itu karena dulu ia pernah mengantarkannya kemari sekali di tengah malam.


Beberapa kali Morgan menekan bel rumah itu tapi tidak ada jawaban. Hingga ia berinisiatif untuk membuka pintu itu dengan kunci yang berada di tas milik Jessy.


Untunglah itu berhasil, akhirnya Morgan membawa tubuh Jessy menuju sebuah kamar. Ia tidak tahu apakah itu kamar milik sang gadis atau bukan, yang pasti ia harus segera membaringkan tubuh gadis cantik itu segera agar bisa cepat pulang ke rumahnya.


Saat tubuh Jessy sudah di baringkan ke atas tempat tidur, Morgan ingin meninggalkannya. Tapi lengan Jessy tiba-tiba saja menarik tengkuknya ke dalam dekapan hangat sang gadis cantik.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Morgan menelan lidahnya kasar. Biar bagaimana pun ia adalah pria normal yang akan tergoda oleh tubuh seksi yang dimiliki oleh gadis cantik itu.


"Tolong temani aku di sini, aku tidak ingin sendiri." Ucap Jessy dengan suara parau. Setetes air matanya mengalir di pipi mulus gadis cantik itu.


Morgan menjadi tidak tega meninggalkan gadis itu dan membiarkan Jessy untuk memeluknya malam ini. Hingga akhirnya ia ikut tertidur lelap di sisi sang gadis cantik.


...----------------...


Sepasang bola mata coklat perlahan terbuka, sang gadis cantik membangunkan tubuhnya dari tempat tidur nyaman miliknya.


Quinsy bergegas menuju kamar mandi, sebab pagi ini ananda kuis dari Mr. Arnold, Dosen galak namun juga tampan. Ya, harus Quinsy akui bila Dosen muda itu memang memiliki ketampanan yang di dambakan oleh banyak gadis. Hanya saja Quinsy sekedar mengakui dan tidak ingin memiliki.


Di hatinya masih terpatri nama mendiang sang kekasih. Walaupun kepergian pria itu sudah hampir satu tahun lebih, namun belum ada seorang pria pun yang dapat mengisi kekosongan di hati Quinsy.


Setelah menyelesaikan rutinitas paginya, Quinsy segera menuju mobil yang sudah terpikir cantik di halaman. Baru saja Quinsy ingin keluar dari rumah, mobil Morgan telah memasuki bagasi.


"Kakak semalam gak pulang kemana?"


Setibanya di universitas, Quinsy bergegas menuju ruang kelasnya. Untungnya Mr. Arnold belum tiba jadi Quinsy bisa bernafas lega.


"Hei, aku dengar kemarin Tuan Glen datang ke universitas ini? Apakah itu benar?"


"Ya, dia mendatangi kelas model kami. Tapi aku tidak tahu apa tujuannya." Jawab Quinsy pada sahabatnya Sonya, hingga ruang kelas yang semula riuh tiba-tiba sunyi karena kedatangan Mr. Arnold.


"Ok, hari ini akan saya adakan kuis. Kau dan kau!" Tunjuknya pada dya orang siswa pria "bagikan ini pada teman-temanmu yang lain." Ia menyerahkan tumpukan lembar soal pada dua mahasiswa itu.


Keduanya kini membagikan lembaran itu pada yang lain seperti perintah Dosen tampan tadi. Semuanya saat ini tengah berkonsentrasi mengerjakan setiap soal yang mereka dapat.


Hampir semua wajah orang-orang di kelas bisnis itu yang langsung berubah drastis. Hanya Emy dan Quinsy yang masih dapat tersenyum dalam mengerjakan soal tersebut.


Itu semua tak luput dari pandangan Pria tampan berusia 33 tahun. Mr. Arnold benar-benar mengagumi gadis pindahan dari Indonesia yang bernama Quinsy itu.


Bukan hanya parasnya saja yang cantik, tapi ia juga memiliki otak yang cerdas. Halbitulah yang membuat daya tarik pada diri Quinsy menjadi kian kuat di mata kau laki-laki.

__ADS_1


Satu jam berlalu, Quinsy dan Emy telah menyelesaikan tugas Mereka kemudian menyerahkannya pada Mr. Arnold. Keduanya kemudian pergi menuju kantin lebih dulu dari teman-teman Mereka yang lain.


...----------------...


Di perusahaannya, Glen tengah memperhatikan meja milik Quinsy yang kosong. Bukan hanya meja itu saja yang terlihat kosong, tapi ada rasa hilang di dalam diri Glen saat gadis cantik itu tidak berada di sisinya beberapa hari ini.


"Permisi Tuan, CEO dari grup Kelly telah tiba di ruang rapat. Tuan di harapkan segera menuju ke sana."


Glen bangkit dari tempat duduknya dan membenarkan kancing baju yang di kenakan olehnya.


"Apakah kau sudah mengurus tempat kusus untukku di ajang winter fashion show contest besok?"


"Ya Tuan, semuanya sudah saya persiapkan."


"Bagus!"


Mereka pun melangkah menuju ruang meeting untuk menemui orang dari grup Kelly yang akan menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka.


Grup Kelly adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi mesin dan di pimpin oleh sahabat baik Glen, yaitu Sony.


BERSAMBUNG...


☆☆hai hai hai...🙌


makasih buat dukungan kalian para reader's ku tersayang...😙


Karena dukungan kalian akhirnya karyaku udah bisa rilis...😢


mohon terus dukungan dari kalian dengan memberikan like, komen dan vaforitnya...🙇


Dan nantikan episodes episode yang lain lagi...😉


I L♡VE YOU ALL...😘😘

__ADS_1


__ADS_2