
"Aku mendengar dari laporan anak buahmu tempo hari, putra kita membawa seorang gadis remaja menuju pulau pribadinya."
"Kau menguping?"
"Tidak, aku hanya tanpa sengaja mendengarnya saat ingin mengantarkan kopi ke ruanganmu."
"Ya, gadis itu bernama Quinsy. Keturunan pengusaha property dari Indonesia."
Jessy yang mendengar nama sahabatnya di sebut dengan refleks menutup mulutnya yang menganga.
'Quinsy? Apakah itu Quinsy yang sama dengan sahabatku?' Tanya Jessy dalam hati dan kembali mendengarkan percakapan kedua orang tua itu.
"Anak bakal itu bahkan tidak membiarkan kita bertemu dengan gadisnya. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya nanti." Ucap wanita paruh baya dan menghubungi putra kesayangannya.
"Sayang, Mommy mau kamu segera kemari, ada hal yang ingin Mommy bicarakan denganmu."
"OK, Mommy."
Panggilan pun berakhir, wanita paruh baya itu lalu duduk di kursi samping suaminya.
"Kau semestinya jangan terlalu ikut campur dengan urusan putramu, dia kini telah dewasa."
"Justru karena dia sudah terlalu dewasa, aku sebagai seorang Ibu juga ingin melihat putraku bersanding dengan seorang wanita di altar pernikahan dan melahirkan Cucu-cucu yang lucu untukku. Memangnya kamu tidak menginginkan itu?"
"Tentu saja aku ingin! Tapi mencampuri urusan pribadinya, bukanlah hal yang baik."
"Ah sudahlah! Ini pertama kali setelah hampir sepuluh tahun Glen kembali dekat dengan seorang wanita."
'Glen? Apakah b*j*ng*n itu yang menyemvunyikan Quinsy selama ini? Ternyata benar dugaanku, Quinsy ada di tangannya. Aku akan memberinya pelajaran bila sampai terjadi sesuatu hal yang buruk terjadi pada sahabatmu itu!' Gerutu Jessy sambil mengepalkan tangannya kuat, hingga buku jarinya memutih.
Jessy pun menghubungi kedua sahabatnya yang lain dan meminta mereka untuk segera datang ke lapangan golf tersebut.
Tak lama, Glen tiba bersamaan dengan Emy dan Sonya. Kedua gadis itupun lalu mencari keberadaan sahabat mereka Jessy.
"Jessy, kami telah tiba di depan gedung lapangan golf yang kau sebutkan. Sekarang kami harus kemana?" Tanya Sonya melalui panggilan telepon.
"Masuklah! Aku ada di blok B, paling ujung!"
"Sebenarnya mengapa kamu membawa kami kemari?"
__ADS_1
"Jangan banyak tanya, dan lepaslah kemari! Kalian akan mengetahuinya segera."
Panggilan berakhir, Emy dan Sonya kemudian menuju tempat yang di sebutkan oleh Jessy di tempat itu. Hingga keduanya telah tiba dan melihat Glen juga berada di sana bersama dengan dua orang lain.
Emy melihat Jessy yang melambai ke arahnya kemudian membawa Sonya menuju tempat Jessy duduk.
"Apa sebenarnyama ksudmu mengajak kami kemari?"
"Ssst..! Diamlah dan dengarkan percakapan mereka!" Bisik Jessy.
Emy dan Sonya makin tidak mengerti akan kemauan Jessy. Tapi mereka tetap mengikuti ucapan gadis itu dan mendengarkan obrolan Glen beserta kedua orang tuanya.
"Kau memang anak nakal! Mengapa tidak kau perkenalkan kami pada wanitamu itu? Apakah kau takut kami akan memakannya?"
"Tidak Mom, hanya saja, gadis itu sudah di jemput kembali oleh keluarganya dan di bawa pulang je negara asalnya."
Emy, Jessy dan Sonya yang mendengar hal itu sontak saja terkejut akan apa yang mereka dengar.
Ketiga gadis remaja itu bahkan sama sekali tidak mendapat kabar mengenai kepilulangan Quinsy yang tiba-tiba.
Mereka yakin pasti ada sesuatu hal yang terjadi hingga keluarga Quinsy membawa gadis itu pulang kembali ke negara asalnya.
"Berapa lama mereka di sana? Apakah kau tidak berniat untuk membawanya kembali?"
"Tentu saja aku sangat ingin Mom, hanya saja aku nasihat belum ada waktu untuk berkunjung ke sana. Masih ada banyak hal yang harus aku persiapkan terlebih dahulu sebelum membawanya kembali ke mari."
"Apakah kau mencintai gadis itu Glen?" Pertanyaan itu dari sang Ayah.
Dan pertanyaan itu sudah mewakili pertanyaan-pertanyaan dari hati ketiga gadis yang tengah mendengarkan pembicaraan mereka saat ini.
Dengan perasaan berdebar, Emy Jessy dan Sonya menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Glen.
(Prof Author: Hedeh....😞 yang mau nyatain cinta siapa...yang deg-degan siapa?😁)
"Aku sangat mencintainya Dad!"
"Lalu apa yang kau tunggu? Cepat jemput dia dan jadikan gadis itu sebagai istrimu! Kemudian lahirkan Cucu-cucu yang lucu untukku!"
Tuan Hemsworth hanya bisa tersenyum sambil menggeleng atas ucapan istrinya. Walau sebenarnya, ia juga menantikan kehadiran bayi mungil di tengah keluarga mereka.
__ADS_1
"Aku, aku, belum bisa menemukannya. Dia di sembunyikan oleh keluarganya di suatu tempat. Anak buatku bahkan belum mendapatkan informasi mengenai keberadaannya."
Penuturan dari Glen membuat kedua orang tuanya dan ketiga gadis yang dari tadi tengah mendengar percakapan mereka terheran-heran.
"Mengapa mereka menyembunyikannya? Apakah jauh telah melakukan sesuatu hal yang buruk terhadap gadai itu?" Tanya Tuan Hemsworth dengan mata yang menatap tajam pada Glen.
Glen terdiam sejenak, ia tau apa kesalahan yang telah ia perbuat sehingga keluarga Quinsy begitu bersusah payah menyembunyikan gadis itu.
Namun, ia masih ragu untuk memberitahukan hal itu oalah kedua orang tuanya. Glen tidak ingin Ibunya yang memiliki penyakit darah tinggi menjadi stok akan berita yang akan di sampaikannya nanti.
"Jawab Glen!!" Bentak sang Ayah yang sudah mencium aroma kesalahan besar yang sudah di lakukan putranya.
"Aku sudah merenggut kesucian gadis itu."
Bagaikan sembarangan petir di siang hari, perkataan Glen membuat ketiga gadis cantik sahabat Quinsy itu terkejut bukan main.
Mereka tidak dapat membayangkan betapa hancurnya Quinsy saat ini. Air mata pun bercucuran dari mata ketiga gadis itu.
Jawaban Glen juga membuat Ayah dan Ibunya sangat kecewa. Tuan Hemsworth bahkan bangkit dan memberikan sebuah tamparan keras dan pipi putra satu-satunya itu dan berlalu tanpa kata.
"Aku kecewa padamu Glen!" Ucap sang Ibu yang juga ikut meninggalkan putranya yang masih terdiam di tempat.
Kini giliran Emy, Jessy dan Sonya yang bangkit dari rempah mereka duduk sedari tadi dan menghampiri Glen.
Bugh...!
Satu bogem mentah bersarang di pipi Glen dari Jessy. Gadis itu benar-benar murka saat ini. Bahkan Emy dan Sonya pun ikut memberikan pukulan-pukulan pada tubuh dan wajah Glen.
"Kau baj*ng*n kep*r*t! Kau bin*t*ng Glen Jansson Hemsworth!" Umpat ketiganya sambil memberikan pukulan pada Glen.
Untung saja beberapa security tiba dan meterai mereka. Bila tidak mungkin Glen saat ini telah menjadi kornet daging manusia.
Glen sama sekali tidak melakukan perlawanan, ia merasa sangat pantas mendapatkan semua itu. Bahkan ia merasa apa yang di lakukan ketiga sahabat Quinsy dan Ayahnya masih belum cukup untuk menebus rasa bersalahnya pada gadis yang amat ia cintai.
BERSAMBUNG...
...**CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA!!!...
...APABILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TEMPAT, TOKOH DAN ALUR DALAM CERITA, MAKA ITU SEMUA HANYA KEBETULAN DAN TANPA ADA UNSUR KESENGAJAAN**....
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan votenya ya semua...😉