
Penyesalan,mungkin hanya itulah kata yang menghantui pikiran Glen selama beberapa bulan terakhir ini. Semua usaha telah ia kerahkan demi menemukan keberadaan istrinya. Bahkan orang tuanya sendiri pun tidak dapat membantu kesulitannya kali ini.
Keteledorannya yang meninggalkan Quinsy sendiri, membuat Glen kini harus kehilangan istri dan kedua calon bayinya. Kalau kita pikir, semestinya itu adalah kesempatan bagus untuk Glen agar dapat bersama kembali dengan Dania. Tapi nyatanya, Glen justru makin tersiksa dengan keadaan itu.
Setelah menghilangnya Quinsy, barulah Glen sadari bila ia hanya merasakan perasaan bersalah atas apa yang menimpa Dania. Sedangkan perasaannya terhadap Quinsy, barulah cinta yang sesungguhnya.
Namun apa boleh buat, istrinya itu telah lama menghilang bagai di telan bumi. Dan dirinya kini harus hidup dengan perasaan bersalah. Glen tidak menyalakan sikap keluarga istrinya yang amat membenci dan juga menyalahkannya atas menghilangnya Quinsy. Glen, bahkan membiarkan saja Morgan dan Miguel memukuli dirinya saat mereka tahu Quinsy menghilang. Bahkan, andai saja waktu itu Ayah mertuanya tidak melerai mereka, Glen rela dipukuli hingga mati oleh kedua kakak iparnya itu.
Kini kehidupan yang Glen jalani menjadi amat kacau, bahkan jauh lebih kacau saat Dania menghilang dulu. Setiap harinya, Glen hanya akan menghitung diri di kamar dan menengah minuman beralkohol. Atau dia hanya akan sekedar pergi ke bar bila tidak menemukan Quinsy setelah mencarinya di manapun.
Kelakuan Glen saat ini sungguh amat membuat hati Nyonya Hemsworth bersedih. Dia ingin sekali mengakhiri kesedihan putranya dan memberitahukan keberadaan Quinsy saat ini. Tetapi Tuan Hemsworth selalu mencegah istrinya untuk melakukan itu. Menurut Tuan Hemsworth, Glen memang pantas di hukum atas sikap bodohnya dulu.
FLASH BACK ON...
__ADS_1
"Mom, tolong aku." Hanya itu kata yang sempat Nyonya Hemsworth dengar sebelum panggilan itu berhenti. Dengan panik, Tuan dan Nyonya Hemsworth bergegas mendatangi tempat dimana Quinsy melakukan panggilan. Untungnya, ponsel Quinsy sudah dilengkapi dengan fitur GPS, hingga memudahkan mereka untuk menemukan keberadaan menantunya itu.
Untungnya, orang-orang yang berada di sekitar tempat Quinsy saat itu, berbaik hati dan menolongnya menuju rumah sakit. Andai saja mereka terlambat menolong Quinsy, bayi dalam kandungannya tidak akan bisa diselamatkan.
Hal itulah yang membuat Tuan Hemsworth amat kecewa kepada putra tunggalnya. Dia jugalah yang telah menyembunyikan Quinsy ke sebuah pulau. Tuan Hemsworth juga memerintahkan beberapa orang untuk memeriksa setiap kamera yang berada di jalan tempat Quinsy pingsan hingga yang berada di rumah sakit. Orang-orang suruhan Tuan Hemsworth itu juga diperintahkan untuk menghapus semua rekaman dalam kamera tersebut, agar Glen tidak tahu bila dirinyalah yang telah menyembunyikan Quinsy.
Tuan dan Nyonya Hemsworth kini tinggal berlima bersama dengan kedua cucu mereka.
Baby twins Quinsy diberi nama Karren La Azella dan Azello Jhonson Hemsworth. Usia dua bayi kembar itu, kini telah menginjak dua bulan. Perkembangan tubuh mereka pun sangat baik. Tangan, kaki, dan pipi mereka telah lebih jauh memiliki banyak daging dari sebelumnya.
Terkadang, bila mereka harus meninggalkan pulau, Tuan dan Nyonya Hemsworth akan meminta kedua orang tua Quinsy untuk datang dan menemani putri mereka.
FLASH BACK OFF…
__ADS_1
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Sonya duduk termenung di kursi taman depan rumahnya. Gadis muda itu terlihat begitu murung, wajah cantiknya tertutupi oleh gurat kesedihan. Ia teringat lagi akan keadaan cafenya yang sudah hancur tak bersisa. Sonya tak tau lagi harus bagaimana mengambil langkah untuk kedepannya.
Untunglah Sonya memiliki sahabat seperti Emy dan Jessy yang selalu ada saat dia membutuhkan. Emy dan Jessy yang mengetahui kabar tentang hancurnya cafe Sonya langsung datang ke rumah gadis itu. Mereka berniat untuk menghibur Sonya yang tengah sedih saat ini.
"Hai, apakah kau tak apa? ataukah ada yang terluka dari tubuhmu?" Tanya Jessy sengaja dibuat berlebihan. Pertanyaan itu sering Sonya lontarkan untuknya bila ia usai melakukan latihan karate. Pertanyaan Jessy mendapat pelototan dari Sonya.
"Kau tak apa Sonya? Aku turut bersedih atas cafe mu."
"Aku baik Emy, hanya saja aku bingung bagaimana caranya aku bisa membantu Ayahku melunasi hutang kami bila cafe ku tidak dapat digunakan lagi."
Ya, awalnya Sonya membuka cafe itu hanya untuk sekedar hobi. Ia tak pernah membayangkan bila ternyata kedua orang tuanya memiliki hutang yang begitu banyak pada bank. Mereka bahkan terancam bangkrut andai saja Sonya tidak memiliki usahanya sendiri untuk membantu perekonomian keluarga mereka.
__ADS_1
Tapi kini cafenya itupun sudah dihancurkan, Sonya tidak tau lagi harus bagaimana untuk bisa menolong kedua orang tuanya dari lilitan hutang. Di saat itulah Emy memberikan saran agar Sonya menjual cafenya dan memulai bisnis baru bersamanya. Hal itu langsung di setujui oleh Sonya dan dia pun meminta bantuan dari kedua sahabatnya itu untuk membantunya mempromosikan cafe miliknya.
BERSAMBUNG…