
Glen yang baru saja tiba di perusahaannya mendapatkan kabar bila pulau telah di kepungan oleh ratusan Tentara bayaran dan berhasil membawa kabur Quinsy. Banyak anak buah Glen yang terluka parah saat ini akibat mencoba melawan Tentara bayaran tersebut.
Mendengar hal itu, tubuh Glen seketika terpaku, Quinsynya kini telah di culik oleh orang dan itu semua karena kecerobohannya.
Glen kemudian mengakhiri panggilan tersebut dan membuka sebuah aplikasi yang tersedia di ponselnya. Ia melihat rekaman CCTV saat para Tentara bayaran itu menembaki para penjaga yang di tempatkan oleh Glen.
Ada dua orang pemuda yang nampak tidak asing, Glen yakin itu pasti adalah saudara laki-laki Quinsy yang sudah mengetahui keberadaan Quinsy selama ini yang ternyata dia sembunyikan.
Dia segera menghubungi seseorang untuk melacak keberadaan wanitanya yang di bawa pergi oleh para Kakaknya.
"Aku mau, kau mencari keberadaan wanitaku. Aku berikan kamu waktu lima belas menit untuk menemukannya!"
"Baik Tuan!"
Glen menunggu kabar mengenai Quinsy dari orang suruhannya dengan gelisah. Ia benar-benar tidak dapat tenang selama belum mendapatkan kabar kemana dua orang laki-laki itu membawa Quinsy.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Di Indonesia, tepatnya di kota Cirebon . desa Gegesik Kulon ketiga bersaudara yang masih jet lead langsung pergi kerumah Nenek mereka.
Morgan dan Miguel membawa Quinsy masuk menuju kamar yang telah di sediakan oleh sang Nenek. Setelah itu, kedua pria tampan tersebut pun ikut membaringkan tubuhnya dan ikut beristirahat.
Sore harinya Miguel baru saja bangun dan segera menghubungi istri yang amat di rindukannya.
"Hai sayang..."
"Hai Daddy.... Gimana Quinsy? Udah ada kabar?"
"Ya, kami udah berhasil nemuin Quinsy dan bawa dia kembali."
"Oh ya? Syukurlah...trus gimana kondisinya? Dia baik-baik aja kan?"
Miguel menghembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan sang istri. Mona yang mendengar hembusan nafas berat dari Miguel menjadi gelisah.
"Ada apa sayang? Quinsy baik-baik aja kan?"
__ADS_1
"Ceritanya panjang sayang, sekarang kami ada di rumah Nenek."
"Apa aku boleh ke sana? Aku ingin melihat langsung keadaan Quinsy."
"Tentu sayang, tapi untuk sementara tolong jangan kasih tau Mamah dan Papah dulu kalau Quinsy sudah ada di sini."
"OK, kalau gitu biar Aku minta supir untuk menyiapkan mobil. By sayang,"
Panggilan pun di akhiri, Morgan menghampiri sang Kakak yang tengah duduk di kursi depan.
"Gimana keadaan Quinsy? Apa kata Dokter mengenai kondisinya saat ini?" Tanya Miguel yang menyadari kehadiran Morgan di sisinya.
"Dia masih sama, Dokter bilang mungkin butuh waktu lama untuk dia menghilangkan trauma dari dalam ingatannya."
Miguel menghembuskan nafasnya kasar. Sebagai seorang Kakak, Miguel tentu saja sangat sedih akan apa yang menimpa sang Adik selama dia berada di tangan lelaki j*h*n*m seperti Glen itu.
Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja, 'Quinsy pasti sangat tersiksa, aku memang gak becus sebagai seorang Kakak' keluh Miguel dalam hati.
Morgan yang melihat hal itu juga merasakan hal yang sama seperti apa yang di rasakan oleh Miguel. Biar bagaimanapun, Quinsy adalah Adik yang ia sayangi. Dan apa yang menimpa pada Quinsy terjadi saat gadis itu berada di bawah pengawasannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pria itu ingin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menyusul Quinsy dan meminang sang gadis pujaan pada kedua orang tuanya.
Biar bagaimanapun, Glen telah merusak kehormatan gadis itu, hingga ia nerasa harus bertanggung jawab. Glen pun tidak dapat berpisah dari Quinsy lebih lama lagi, jadi kini Glen meminta asistennya untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat pergi ke Indonesia.
Namun, sepertinya rencananya kali ini harus tertunda sebab masih ada banyak hal yang tidak dapat ia tinggalkan dulu.
Di tambah lagi dengan orang tuanya yang akan kembali dari luar negeri untuk melakukan pengecekan terhadap perusahaan yang di pedangnya saat ini.
Jadi, mau tidak mau Glen harus menahan kerinduan pada si gadis cantik, Quinsy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tanpa terasa waktu sudah berlalu satu bulan, kondisi Quinsy saat ini sudah jauh lebih baik. Ia masih tinggal di tempat Neneknya.
__ADS_1
Di temani oleh sang Ibu tercinta, Quinsy menjalani perawatan psikologi, hingga kini gadis cantik itu telah dapat tersenyum kembali. Quinsy juga telah dapat bersosialisasi dengan beberapa orang terdekatnya.
Semua kejadian yang menimpa gadis itu telah diatur ketahui oleh kedua orang tuanya. Bahkan Tuan Kerren pun sampai harus kembali di lapisan ke rumah sakit akibat jantungnya yang kembali bermasalah.
Semua orang merasa ikut hancur sama seperti Quinsy namun, sebagai seorang Ibu, Nyonya Kerren tentu harus jauh kebijakan kuat demi kesembuhan putrinya.
Dan itu kini telah membuahkan hasil yang seperti mereka harapkan. Quinsy perlahan-lahan telah dapat bangkit dari keterpurukannya. Gadis itu memulai kehidupannya yang baru lagi di kampung halaman sang Ibunda.
Mona dan Miguel sesekali berkunjung ke sana, namun masih harus kembali lagi ke Jakarta sebab Miguel harus mengurusi perusahaan Ayahnya di sana.
Paling bila Miguel sedang ada perjalanan bisnis atau pengecekan perusahaan mereka yang lain dan mengharuskannya untuk ke luar negri,barulah Monaco akan dapat menginap di desa itu.
Sedangkan Morgan, ia pun harus kembali ke New York dan mengurus salah satu perusahaan mereka di sana. Sebenarnya Morgan sangat enggan kembali lagi ke kota itu, namun perusahaan masih sangat membutuhkannya di sana.
Sebisa mungkin Morgan menahan emosi apabila telah berkaitan dengan seorang lelaki yang sudah di capnya sebagai pria br*ng*s*k.
Bila saja dia tidak memikirkan nasib masa depan perusahaan, mungkin Morgan dan Miguel telah menghabisi orang yang bernama Glen Jhonsson Hemsworth itu.
Para sahabat Quinsy yang berada di New York masih belum mengetahui kejadian yang menimpa gadis itu, jadi mereka masih saja berupaya untuk membantu dalam menemukan Quinsy.
Hingga Jessy yang sedang melakukan pemotretan di sebuah lapangan golf, tanpa sengaja mendengar percakapan dari seorang pria tua dan istrinya yang tengah membicarakan seorang gadis bernama Quinsy.
Jessy pun makin penasaran di buatnya, hingga gadis itu mencari tempat agar mudah mendengarkan isi dari percakapan kedua orang itu.
"Aku mendengar dari laporan anak buahmu tempo hari, putra kita membawa seorang gadis remaja menuju pulau pribadinya." Ucap seorang wanita paruh baya, yang terlihat modus dengan pakaian olahraga golfnya.
"Kau menguping?" Tanya seorang pria yang jemungkinan adalah suami dari wanita itu.
"Tidak, aku hanya tanpa sengaja mendengarnya saat ingin mengantarkan kopi ke ruanganmu."
"Ya, gadis itu bernama Quinsy. Keturunan pengusaha property dari Indonesia."
BERSAMBUNG...
...CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA!!!...
__ADS_1
...APABILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA TEMPAT, TOKOH DAN ALUR DALAM CERITA, MAKA ITU SEMUA HANYA KEBETULAN DAN TANPA ADA UNSUR KESENGAJAAN....
jangan lupa like, komen dan votenya ya semua...😉