
Ini adalah genap satu bulan Quinsy berada di tanah air. Kondisi kesehatannya makin membaik dari hari ke hari.
Tapi pagi ini gadis cantik itu mengalami mual dan muntah yang luar biasa. Hal itu membuat orang rumah membawa Quinsy menuju rumah sakit.
Kini Dokter tengah memeriksa keadaan gadis itu, dan Nyonya Karren mendampingi putri bungsunya dengan penuh kecemasan.
"Selamat Nyonya, putri Anda tengah mengandung. Dan kemungkinan usia janinnya telah mencapai empat minggu. Saya akan memberikan resep vitamin untuk putri Anda." Ucap sang Dokter dengan senyum tulus di wajahnya.
Sedangkan Quinsy dan Nyonya Karren terpaku di tempat. Keduanya seperti merasakan nafasnya terdekat dengan sebuah batu yang mengganjal di kerongkongan.
'Hamil? Tidak, aku tidak ingin mengandung anak dari laki-laki baj*ng*n itu. Tidak, aku tidak ingin!' Batin Quinsy menjerit histeris. Tapi tidak ada suara yang mampu di keluarkannya. Semuanya seperti tertahan, hanya ada lelehan air mata yang membanjiri pipi mulusnya.
Nyonya Karren lalu memeluk erat tubuh sang putri tercinta. Sebagai seorang Ibu, dia juga ikut merasakan kehancuran yang di alami oleh putrinya itu.
"Mah..Quinsy ga mau Mah...Quinsy ga mau!"
"Ssst...! Ia Mamah tau, Mamah tau sayang, nanti kita bicarakan lagi masalah ini sama Papah ya? Skarang Quinsy tenang dulu, Mamah akan cari jalan yang terbaik buat kamu."
'Ya Tuhan, apa dosaku hingga Kau menghukum putri ku seperti ini?' Lirih Nyonya Karren dalam hati.
Ibu mana yang akan kuat melihat putri tersayangnya mengalami kejadian seperti Quinsy. Ibu mana yang rela putri satu-satunya di rusak secara paksa oleh pria br*ngs*kita hingga kini mengandung benih di dalam perutnya.
Bencana yang bertubi-tubi menghampiri Quinsy membuat gadis itu kian putus asa. Ia tidak memiliki cahaya lagi di masa depannya.
Semua impian yang telah di susunnya dari jauh hari sirna begitu saja.
'Marfin, aku mohon bawa aku bersamamu, aku udah gak sanggup lagi ada di dunia ini. Aku mohon Marfin, bawa aku. Aku kangen kamu, kangen pelukan kamu. Aku mohon bawa aku Marfin.' Lirih Quinsy yang berharap kekasihnya itu akan membawanya menuju alam keabadian. Hingga mereka akan bisa bersama selamanya dan meninggalkan dunia yang penuh dengan penderitaan ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di negara lain, Glen yang baru saja kembali ke kediamannya langsung di sambut oleh tatapan kebencian dari kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kau sungguh membuat Mommy kecewa Glen, kau telah merusak anak gadis orang dan tidak ingin bertanggung jawab padanya."
"Tidak Mom! Aku sangat mencintainya, aku tidak pernah berpikir untuk menyakitinya sedikit pun Mom!"
"Lalu kenapa kau melakukan itu padanya?!" Ucap Nyonya Hemsworth dengan nada tinggi.
Baru kali ini ia merasa kecewa pada putra tunggal kebanggaannya itu. Glen adalah pria baik yang selalu mengutamakan keluarga. Ia tidak pernah membuat orang tuanya kecewa sedikitpun.
"Kenapa kamu tidak berusaha untuk mencari bkeberadaan gadis itu?" Tanya Nyonya Hemsworth dan kini terisak dalam dekapan suaminya.
"Mom, aku sudah meminta orangtua untuk menemukan di mana orang tuanya menyembunyikan Quinsy dariku. Namun hingga kini mereka masih belum dapat menemukan gadis yang ku cintai itu."
"Jangan pernah kau mengatas namakan cinta atas perbuatan busukmu Glen! Cinta tidak pernah memaksakan kehendaknya. Cintailah akan menyakiti orang di cintanya. Tapi kamu? Kamun bukan hanya menyakiti gadis Malang itu. Kamu juga telah menghancurkan keluarganya dan juga keluargamu!"
"Maafkan Glen Dad, Glen saat itu di bawah pengaruh obat yang di berikan oleh saingan bisnis Glen saat menghadiri sebuah pesta. Glen benar-benar tidak dapat mengendalikan diri Glen sendiri saat itu." Tutur Glen dengan suara bergetar.
Nampak jelas betapa ia menyesali perbiatannya. Glen benar-benar tidak tau lagi bagaimana cara untuk meyakinkan kedua orang tuanya saat ini.
Mata Glen terbelalak saat melihat pesan dari orang suruhannya bahwa mereka telah menemukan keberadaan Quinsy. Dan yang lebih mengejutkan ternyata Quinsy tengah mengandung anak mereka.
Dan seperti orang gila, Glen berjingkrak-jingkrak di hadapan orang tuanya. Ia bahkan memeluk serta menciumi sang Ibu.
"Mom, aku sudah menemukan keberadaan Quinsy. Dan kini dia juga sudah mengandung anakku! Anakku Mom!" Ucapnya dengan penuh kegembiraan. Bahkan tanpa tersangka air matanya mengalir begitu saja.
"Apa? Cu..Cucu? Kau bilang dia kini tengah mengandung calon Cucuku?" Tanya sang Ibu yang juga ikut bahagia.
Kebencian dan amarah dalam dada Nyonya Hemsworth siram begitu saja saat mendengar kata Cucu yang begitu di dambakannya selama ini terucap dari bibir putra tunggalnya itu.
"Kalau begitu apa lahir yang kita tunggu? Segera siapkan penerbangan untuk menuju tempat gadis itu berdasarkan sekarang juga!"
Glen mengangguk antusias, ia lalu memerintahkan asistensi untuk menyiapkan jet pribadi miliknya untuk segera bertolak ke negara asal Quinsy.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Glen tidak saat menyembunyikan raut bahagianya. Senyum lebar selalu terukir di wajah tampaknya yang sudah lama ttidak terurus.
Ia sangat menantikan ketiban mereka di Indonesia dan segera bertemu sang pujaan hati yang tengah mengandung calon anak mereka.
"Sepertinya putramu benar-benar mencintai gadis itu. Lihatlah! Dia tidak pernah tersenyum sebahagian itu selama sepuluh tahun terakhir ini." Tunjuk Nyonya Hemsworth pada suaminya.
"Ya, semoga saja gadis itu mau memaafkan laki-laki bodoh seperti putramu itu."
Plak..!
"Kau ini! Biar bagaimana pun, dia itu tetap putra kita. kita harus membantunya agar gadis itu mau memaafkan Glen agar kita dapat melihat Cucu kita tumbuh besar. Memangnya kau tidak ingin menggendong seorang Cucu seperti teman-temanmu yang lain?"
"Tentu saja mau, tapi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak kita agar gadis itu mau memaafkan kesalahan yang sudah di perbuat oleh putramu itu. Kau juga bisa membayangkan bagaimana sakitnya gadis itu akibat kebodohan putramu."
"Ya, kau benar. Semoga saja Tuhan menyatukannya dengan gadis itu."
Kedua orang tua itu bercakap-cakap sambil memperhatikan raut wajah putra mereka.
Ada rasa bahagia saat melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah laki-laki berusia 33 tahun itu. Tapi juga ada rasa sedih yang masih membayang-bayangi mereka.
Entah apa yang akan terjadi, bila gadis yang mengandung keturunan generasi ketiga keluarga Hemsworth itu, tidak menerima permintaan maaf dari putra mereka.
BERSAMBUNG....
...**CERITA DALAM NOVEL INI HANYA FIKTIF BELAKA!...
...BILA ADA KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYA KEBETULAN SEMATA....
Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan vote
jangan lupa jadikan favori dan berikan bintang lima ya**....
__ADS_1