TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MOBIL SIAPA?


__ADS_3

Tuan dan Nyonya Hemsworth memang terkenal sebagai pasangan yang harmonis. Meskipun mereka sudah hampir memiliki seorang cucu dari putra tunggalnya, tetapi tidak melunturkan kemesraan diantara keduanya. Sembari menemani Quinsy yang sedang berada dalam dilema akibat ulah putra mereka, Tuan dan Nyonya Hemsworth poin memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur. Mereka memesan kamar istimewa yang letaknya tak jauh dari kamar Quinsy.


"Dad, hentikan! Kau membuatku geli."


"Benarkah? bukannya ini yang biasanya kau suka?" Tanya Tuan Hemsworth sambil terus menciumi tengkuk sang istri. Mengarungi bahtera rumah tangga selama hampir empat puluh tahun, sebagai seorang suami tentu saja Tuan Hemsworth tau letak titik lemah istrinya.


Tuan Hemsworth, terus saja menciumi tengkuk sang istri sembari memainkan jemarinya di bawah sana. Membuat ibu dari putranya itu mengeluarkan suara ******* yang menggugah menara Eiffel.


Saat suasana sedang panas-panasnya, ponsel milik Nyonya Hemsworth berdering. Deringan yang terus menerus terulang membuatnya berpikir bila itu pasti panggilan dari Quinsy. Sebab, tidak akan ada orang yang menggangu waktu berantainya. Nyonya Hemsworth kemudian mengambil ponsel itu. Dan benar saja, itu adalah panggilan dari menantunya, Quinsy.


"Ya sayang?"


"Mom, tolong aku." Hanya itu kata yang sempat Nyonya Hemsworth dengar sebelum panggilan itu berhenti.


"Halo? Halo?! Quinsy? Apa kau masih di sana?" Dengan panik, Tuan dan Nyonya Hemsworth mengenakan pakaian mereka.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Saat Glen berada di rumah sakit, dia meminta pada asistennya untuk menjemput Quinsy di pusat perbelanjaan. Glen terpaksa meninggalkan Quinsy, sebab mendengar kabar bila Dania mengalami disritmia atau penurunan detak jantung pasca operasi pengangkatan sel kanker pada tubuhnya.


Tapi rupanya itu tidak berlangsung lama, detak jantung Dania kembali normal setelah mendapatkan penanganan dari Dokter khusus yang didatangkan Glen dari rumah sakit terbaik.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Saya tidak dapat menemukan Nyonya di manapun. Tetapi ponsel Nyonya terletak di trotoar jalan dengan kondisi rusak parah."


Bagai tersambar petir hati Glen mendengar hal yang disampaikan oleh asistennya. Tanpa memperdulikan dirinya yang sedang berada di rumah sakit, Glen berteriak lantang pada sang asisten.


"Cari dia sekarang! Atau kau tidak perlu bekerja padaku lagi!"


Key menghampiri Glen dan bertanya ada apa, tetapi Glen tidak menjawab pertanyaannya. Glen justru langsung pergi dengan ekspresi yang begitu panik.


'Glen bodoh! Seharusnya aku tidak meninggalkan istriku sendiri. Bila sampai ada hal buruk yang menimpa Quinsy, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri.' Batin Glen merutuki kebodohannya sendiri. Glen pergi menuju hotel tempat mereka tinggal, berharap Quinsy ada di sana seperti hari kemarin saat dia juga menghawatirkan keberadaannya.


"Sayang..! Quinsy, kau di sini?"


Senyap, hanya itulah yang terjadi di kamar itu. Tidak ada jawaban dari apa lagi senyum hangat dari Quinsy yang menyambut kedatangannya kali ini. Glen bergegas keluar dan mencari keberadaan Quinsy.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Tapi seperti kata orang bijak bicara, manusia hanya bisa berkehendak dan Tuhan lah yang akan memberikan semuanya. Niat awal Billy yang ingin segera kembali pulang ke apartemen miliknya dan meminta seseorang untuk mengantarkan kembali mobil Sonya batal. Di karenakan sang Nenek tercinta memintanya untuk datang berkunjung.


Ingin rasanya Billy menolak, tapi ia tidak berani sebab takut sang Nenek akan murka kepadanya. Jadi, sebagai cucu yang baik, Billy pun menelan dulu rasa malunya demi Nenek tercinta.


Lokasi tempat tinggal Nenek Billy memang cukup jauh, perlu waktu hampir satu jam untuk tiba di sana. Dan saat mobil yang ia kendarai memasuki halaman rumah sang Nenek, di situlah urat malunya sedang diuji.

__ADS_1


"Kamu datang sendiri? Mobil siapa yang kau pakai ini?" Tanya sang Nenek yang melihat cucunya mengenakan mobil milik seorang gadis.


"Ini adalah mobil milik temanku. Aku meminjamnya tadi karena buru-buru datang kemari."


"Lalu, apakah pemilik mobil ini seorang wanita?"


"Ya."


"Apakah dia cantik?"


"Tentu,"


"Apakah kau menyukainya?"


"Tidak."


Plak..! Jawaban terakhir Billy mendapatkan satu pukulan keras dari sang Nenek.


"Mengapa tidak? Apakah kau ingin membuat nenekmu ini mati muda? Tidaklah kau ingin memberikan seorang cicit untukku?"


Lagi-lagi pertanyaan ini yang dilontarkan oleh sang Nenek untuknya. Billy selalu saja di cecer dengan pertanyaan yang sama tiap kali datang berkunjung. Ingin rasanya Billy segera mengabulkan keinginan neneknya itu. Tapi apalah daya, gadis yang dia sukai justru telah bertunangan dengan orang lain. Dan yang lebih menjengkelkan adalah, pria yang menjadi tunangan wanita itu memiliki kekuasaan melebihi dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2