TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
QUINSY KEMBALI HISTERIS


__ADS_3

Quinsy yang kelelahan dan kekurangan tenaga pun akhirnya jatuh pingsan dalam pelukan Glen. Dengan sigap Glen mengangkat tubuh ringkih Quinsy dan membaringkannya ke atas tempat tidur.


......................


Dokter tiba dan memeriksa keadaan Quinsy, sedangkan Glen mendampingi gadis itu di sisinya.


Sedangkan orang tua Quinsy dan Glen, menunggu di luar pintu. Tak lama Dokter pun keluar dan tersenyum ramah pada mereka.


"Kondisi pasien memang lemah akibat kehamilan mudanya. Untung saja bayinya sangat kuat, tapi untuk ke depannya tolong lebih di jaga lagi. Bila terus seperti ini saya takutnya akan berakibat buruk bagi perkembangan janinnya."


"Baiklah Dok, terimakasih banyak atas bantuannya."


"Kalau begitu saya permisi."


Glen menatap wajah Quinsy dengan raut sedih, ia amat menyesali perbuatannya tempo hari dan membuat gadis cantik itu harus menerima kenyataan pahit saat ini. Bulir bening pun meluncur begitu saja di pipi laki-laki tampan itu.


Kedua orang tua Quinsy dan Glen sendiri bahkan ikut bersedih akan apa yang menimpa kedua putra dan putri mereka.


Quinsy mulai menunjukan reaksi akan tersadar dari pingsannya, Glen lalu bangkit dan ingin meninggalkan Quinsy. Hal itu tentu saja membuat orang tua Quinsy menjadi bingung.


"Kau ingin kemana?"


"Aku tidak ingin membuat Quinsy menjadi histeris kembali. Mungkin dengan tidak melihat kehadiranmu akan lebih baik bagi Quinsy dan bayi kami."


Nyonya Karren tidak dapat berucap apapun lagi, ia sendiri masih belum dapat mengendalikan putri semata wayangnya bila keadaannya kembali seperti tadi.


Dan ketika Quinsy telah benar-benar membuka kedua bola matanya, Glen bersama kedua orang tuanya telah menggalang kamar gadis itu dan menunggu di luar kamar.


"Sayang, kamu baik-baik aja?" Tanya Nyonya Karren menghampiri putrinya dan memeluk gadis itu.


"Aaaa...! Aku membencinya Mah, aku benci laki-laki itu...!"

__ADS_1


Quinsy kembali histeris saat mengingat pertemuannya dengan Glen, laki-laki yang susah merenggut kehormatannya secara paksa.


"Sayang, tenang dulu ya, tenang. Laki-laki siapa? Dari tadi gak ada laki-laki di sini, kamu mimpi lagi ya?"


Quinsy terdiam sejenak, ia menatap sekeliling dan tidak mendapati Glen berada di ruangan itu. Dengan nafas yang masih memburu, Quinsy memeluk tubuh sang Ibu erat.


"Tenang sayang, Mamah ada di sini. Gak akan ada yang bisa nyakitin kamu lagi." Ucap Nyonya Karren mencoba memberikan ketenangan pada jiwa putrinya sambil memberikan kode untuk sang suami agar menemui keluarga Glen di luar.


Glen yang sejak tadi ada di depan pintu dapat dengan jelas mendengar setiap percakapan antara kedua orang yang ada dalam. Walaupun ia tidak mengerti akan arti dari ucapan Quinsy dan Ibunya, namun Glen yakin bila gadis yang ia cintai itu sangat membencinya.


Tuan Karren pun keluar dan menemui Glen beserta orang tuanya. Ia membawa keluarga itu untuk menjauh dari kamar putrinya.


"Seperti yang kalian lihat, putriku kini sangat berbeda. Dulu, ia juga pernah depresi akibat kepergian sang kekasih yang meninggal saat kecelakaan mobil. Mungkin itulah yang membuatnya kembali depresi saat kejadian yang ia alami selama bersamamu."


Glen kian terpuruk, ia ingin sekali mengembalikan senyum gadis cantiknya itu. Namun, sekaya apapun ia dan walau kekuasaan yang ia miliki dapat membeli sebuah negara, nyatanya Glen tetap tidak akan mampu memutar waktu kembali.


"Saya mohon pada Anda untuk tetap memberikan kesempatan bagi putra kami agar dapat menebus kesalahannya pada putri Anda Tuan Karren." Pinta Nyonya Hemsworth.


Glen dan kedua orang tuanya dapat bernafas lega. Kini mereka hanya tinggal mencari cara untuk mendekati Quinsy dan tidak membuat gadis itu jembatan histeris.


...****************...


Di sebuah perusahaan ternama, Miguel yang tengah mengadakan rapat mendapat kabar mengenai kunjungan yang dilakukan oleh keluarga Hemsworth di kediaman mereka.


Tanpa pikir panjang lagi, Miguel melangkah pergi meninggalkan perusahaan dengan tergesa-gesa. Membuat semua orang yang berada di ruang rapat menjadi kebingungan.


"Brengs*k! Apa yang di inginkan b**dab itu lagi?! Belum puaskan dia membuat Adikku menderita? Akan ku hancurkan dia hingga menyesal karena telah dilahirkan kue dunia ini." Umpat Miguel yang sudah ada di dalam mobilnya dan melaju menuju kediaman Karren La Vega.


Dalam waktu kurang dari setengah jam, Miguel telah tiba di rumahnya dan langsung bergegas masuk untuk mencari keberadaan laki-laki brengs*k yang telah membuat Adik bungsunya begitu hancur.


Saat tiba di ruang keluarga, Miguel melihat Glen yang tengah duduk di antara tiga orang yang berusia paruh baya.

__ADS_1


Miguel menarik kerah baju pria itu dan memberikan hantaman bertubi-tubi ke wajah Glen hingga pria itupun tersungkur ke lantai. Cairan kental berwarna merah mengalir dari hidung dan sudut bibir milik Glen.


Tuan Karren mencoba untuk melerai emosi Miguel agar tidak membunuh keturunan Hemsworth itu.


Nyonya Hemsworth bangkit dari tempat duduknya dan ingin menghampiri Glen yang sudah babak belur akibat pukulan dari Miguel. Saat baru saja ia akan melangkah, tangannya telah lebih dulu di tahan oleh sang suami.


"Biarkan dia mendapatkan balasan. Itu belum seberapa di bandingannya dengan apa yang sudah ia perbuat pada Quinsy."


"Tapi Dad, Glen tidak sengaja melakukan itu."


"Tidak sengaja? Lalu apakah dia berhak untuk membuat putri orang lan prioritas di pelampiasan kecerobohannya? Tidakkah Momy melihat betapa mirisnya gadis Malang itu tadi?!"


Pertanyaan dari sang suami membuat Nyonya Hemsworth tidak dapat berkata apa-apalagi.


Ia sendiri pun telah melihat betapa gadis malang tadi begitu takut akan kehadiran Glen di kamarnya. Itu membuktikan bila ia sangat trauma akan apa yang di lakukan oleh putranya itu.


"Apa lagi yang kau inginkan dari Adikku?! Tidak puaskan kau telah nengahncurkan masa depannya? Merusak kehirmatannya, merenggut semua senyumnya?! Apakah kau memang ingin membuat Adikku mati tersiksa?!" Tanya Miguel dengan suara membahana yang menggema di ruangan itu.


"Tidak, aku sangat mencintai Quinsy."


Miguel tersenyum sinis, ia kemudian ingin kembali mendekat pada Glen namun di tahan oleh Papahnya.


"Cinta? Itu yang kau sebut dengan cinta? Menculiknya, mengurungnya di pulau pribadi milikmu, dan kemudian memperkosanya. Itu kah yang kau sebut dengan cinta? Bahkan kalimat itu tidak pantas keluar dari mulutmu yang busuk itu!"


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA, BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER DAN SEBAGAINYA ITU HANYALAH KEBETULAN....


MOHON DUKUNGAN KALIAN DENGAN MEMBERIKAN LIKE, KOMEN, DAN VOTE


tolong jadikan favoritnya dan juga berikan bintang lima untuk ceritakan ini ya....

__ADS_1


I LOVE YOU READER'S 😙😙


__ADS_2