TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
BUNGA GAZANIA


__ADS_3

Emy, Jessy, dan Sonya akan mengambil penerbangan yang sama dengan Morgan. Jadi ke empat orang itu akan berangkat siang ini bersama setelah Glen dan Quinsy kembali dari hotel. Walaupun entah pasti kedua orang itu akan kembali atau tidak, hanya saja memang jadwal penerbangan mereka bertepatan dengan jam makan siang.


Usai sarapan, ketiga dara kota New York itu berjalan-jalan sebentar di sekitar taman rumah keluarga Karren. Mereka begitu terpesona akan ratusan jenis bunga dari berbagai jenis. Ada juga beberapa yang berasal dari luar negri. Bunga-bunga itu sebagian telah bermekaran dan menghasilkan aroma wangi yang semerbak. Dan sebagiannya lagi masih berupa kuncup.


Jessy tertarik dengan sebuah bunga yang amat cantik. Memiliki warna beraneka ragam dan amat menarik dengan bentuk bunga yang kecil-kecil.


"Itu adalah bunga gazania, salah satu bunga favorit Quinsy. Ia membawa bunga itu saat kami baru pulang dari Pretoria. Waktu itu usia Quinsy baru menginjak delapan tahun, kami berlibur kesana karena Papah memiliki seorang rekan bisnis di sana." Tutur Morgan yang tiba-tiba muncul di belakang Jessy. Sedangkan Emy dan Sonya sudah menghilang entah kemana, meninggalkan Jessy seorang diri di taman itu.


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


Glen dan Quinsy telah bersiap kembali ke kediaman Karren menggunakan mobil jemputan dari orang tua Quinsy. Di perjalanan, Quinsy melihat sepasang suami istri yang memiliki bayi kembar. Mereka nampak amat bahagia dan menikmati waktu kebersamaan di sebuah kafe. Ia membayangkan kedua bayi yang berada di dalam perutnya saat ini akan lahir dan terlihat mengemaskan seperti dua bayi tadi. Dengan penuh kasih sayang, Quinsy meraba perutnya yang mulai membuncit, padahal usia kehamilannya baru menginjak tiga belas minggu.


Mobil tiba di kediaman Karren, Glen dan Quinsy turun dari mobil lalu menuju ruang keluarga. Di sana rupanya telah berada kedua orang tua Quinsy beserta Miguel dan Maya yang menggendong putri mereka. Tuan Karren meminta Glen dan Quinsy untuk ikut duduk bersama.


"Quinsy, ada yang mau Papah tanyakan."


Quinsy melihat wajah sang Ayah yang nampak serius dan Quinsy tau, hal yang akan di bicarakan oleh Ayahnya pastilah amat penting.

__ADS_1


"Kamu sekarang sudah menjadi istri dari Glen. Itu berarti kamu adalah bagian dari keluarga Hemsworth dan bukan tanggung jawab kami lagi." Ucapan sang Ayah membuat mata Glen berkaca-kaca, ia takut akan akhir dari pembicaraan ini.


"Sebagai seorang istri, kamu wajib mengikuti kemanapun suamimu pergi. Seperti yang kamu tau, Glen adalah anak satu-satunya dari keluarga Hemsworth. Ia adalah harapan kedua orang tuanya yang harus mengurusi semua bisnis keluarga Hemsworth. Dan kamu tau, Glen tidak memiliki perusahaan di sini." Ucap Nyonya Karren menasehati putri bungsunya dengan lemah lembut.


"Apa kamu siap kembali ke New York bersama suamimu?"


Glen yang tidak mengerti sedikitpun akan pembicaraan di antara istri dan mertuanya itu hanya bisa diam. Namun dari raut wajah sang istri, Glen dapat menyimpulkan bila ini adalah pembicaraan yang serius.


"Quinsy ga tau Pah, Quinsy belum siap ikut Glen kembali ke New York." Jawab Quinsy dengan suara parau. Glen yang mendengar itu jadi tak tega dan merasa harus menanyakan pembicaraan apa yang berlangsung saat ini.


"Maaf, bisakah kalian jelaskan ada apa ini?"


Glen benar-benar merasa beruntung karena telah masuk ke keluarga ini. Mereka memiliki hati yang begitu baik dan sangat pengertian. Pantas saja bisa melahirkan dan membesarkan seorang putri yang begitu mempesona sperti Quinsy.


"Tak apa bila Quinsy masih belum bisa ikut kembali ke New York. Aku akan terus bersabar menanti kesediaannya. Aku bahkan bisa membangun sebuah perusahaan di sini dan menjadikannya sebagai perusahaan pusat." Jawab Glen sembari mengelus punggung tangan Quinsy.


Ucapan Glen membuat kedua orang tua Quinsy saling berpandangan. Mereka tak menyangka bila Glen akan melakukan hal sebesar itu demi putri mereka. Taun dan Nyonya Karren tau betul kesulitan dalam memindahkan pusat perusahaan ke perusahaan lain. Apalagi perusahaan yang dipimpin oleh menantu mereka itu adalah salah satu perusahaan terbesar didunia. Akan sang sulit mendapat persetujuan dari berbagai pihak atas hal itu.

__ADS_1


"Bukan hal yang mudah melakukan itu semua. Memerlukan banyak waktu untuk mendirikan perusahaan baru, apa lagi itu akan menjadi sebuah perusahaan pusat. Pastinya butuh waktu bertahun-tahun dalam membangunnya." Jelas Miguel dengan nada dingin. Hingga saat ini dia masih belum setuju akan pernikahan yang di jalani antara Quinsy dan juga Glen. Ia tidak rela Adik bungsunya menikah dengan pria b3j4t seperti Glen ini.


"Lalu Quinsy, apa kamu tega membiarkan Glen mengulang semuanya dari awal lagi?"


Quinsy hanya tertunduk, ia kini menjadi makin bimbang. Di satu sisi, ia tidak tega melihat Glen yang harus berjuang kembali dari awal. Namun di sisi lain, ia juga masih ragu untuk kembali ke New York.


"Berikan Quinsy sedikit waktu lagi Pah,"


"Ok, Papah kasih kamu waktu satu minggu. Kalau dalam seminggu ini kamu masih belum menemukan jawaban. Papah akan anggap kamu setuju untuk ikut Glen kembali ke New York." Tegas Tuan Karren dan meninggalkan ruang keluarga diikuti dengan sang istri.


BERSAMBUNG....


โ˜†โ˜†โ˜†halo readers...


tekan like dan jadikan favorit biar bisa dapat notifikasi bila ada bab baru...


jangan lupa kunjungi novelku yang lain juga ya...

__ADS_1


dijamin ga kalah seru deh!๐Ÿ˜‰


judulnya cold hearted a girl,what's wrong with my bos dan taruhan berhadiah cintaโ˜†โ˜†โ˜†


__ADS_2