
'Aku tidak ingin berakhir seperti ini. Aku tidak ingin selalu kalah dari mereka!' Ucap Quinsy dalam hati, gadis itu terus berusaha melawan bahkan sampai menggigit lengan pria gemuk tadi.
"Dasar j*l*ng!"
Plak..!!
Sebuah tamparan keras bersarang di pipi mulus Quinsy hingga membuat tubuh ramping gadis cantik itu tersungkur ke atas aspal.
Dan saat tangan kasar nan besar itu ingin kembali menyentuh tubuh Quinsy, ada sebuah tendangan yang membuat pria gemuk itu langsung terpental jauh. Seorang pria gagah berwajah tampan dengan mengenakan pakaian yang berantakan, menatap wajah pria itu dengan mata yang memerah.
Melihat hal itu, si lelaki gendut tersebut langsung lari menjauh. Ia melihat tubuh Quinsy yang bergetar, pria itu kemudian membawa gadis itu kedalam dekapan hangatnya.
Quinsy membalas pelukan si pria dan meringkuk ke dalam dada kekar sang penolongnya. Gadis itu benar-benar merasa lega karena dapat terleoas dari cengkraman pria kasar tadi.
Quinsy dapat merasakan betapa hangatnya dekapan yang di berikan oleh pria penolongnya itu. Bahkan Quinsy juga dapat merasakan aroma parfum dari pria itu.
Aroma parfum yang sangat tidak asing di indra penciumannya. Dan saat Quinsy ibgin melihat siapakah orang yang sudah menolongnya, pria itu menggendong tubuh Quinsy menuju mobilnya.
"Ge..Glen?" Ucap Quinsy terbata. Setelah berusaha susah payah agar terlepas dari jeritan pria ini, namun akhirnya ia kembali juga.
Glen menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Ada rasa lega, khawatir, emosi dan juga nafsu yang tersirat di dalamnya.
Tanpa ada pembicaraan di antara kedanya, mobil yang di tumpanginoleh Glen berhenti di perusahaan. Glen kembali membawa Quinsy menuju ruangan yang sudah di siapkannya khusus untuk Quinsy tadi.
Sesampainya di sana Glen terlihat seperti pria yang kesetanan. Dia menghempaskan tubuh Quinsy ke atas ranjang besar.
Dengan brutal, pria itu merobek pakaian yang di kenakan oleh Quinsy. Hal yang ditakutkan oleh Quinsy kini terjadi lagi.
Dan sepertinya saat ini Glen tidak bermain-main dengan apa yang dilakukannya. Pria itu melepaskan satu persatu pakaian yang mereka kenakan, hingga hanya menyisakan tubuh polis keduanya.
"Ahk! Glen, sakit! Aku mohon berhenti, ini menyakitkan!" Pinta Quinsy saat merasakan sebuah benda tumpul ingin merusak mahkota berharganya.
"Maaf, tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku sangat tersiksa, aku mohon bantuanmu." Ucap Glen lirih, suaranya terdengar serak dan sangat berat.
Quinsy menggeeleng, ia tidak ibgin melakukan itu sekarang. Apa lagi bersama orang yang tidak ia cintai sama sekali.
"Tidak, ku mohon jangan... aahk..!!" Teriak Quinsy yang merasakan sesuatu robek di bawah sana.
Gadis itu menjerit, mencakar dan menggigit tubuh Glen. Namun, lelaki yang ada bersamanya saat ini seperti sudah di tulikan dan mati rasa.
__ADS_1
Ia tidak perduli akan rasa sakit pada tubuhnya akibat ulah Quinsy, bahkan ketika tubuh Quinsy sudah tidak mampu lagi menahan rasa lelah, ia masih saja meneruskan aksinya hingga sesuatu ingin meledak dari dalam dirinya.
Setelah hampir dua jam bergumul dan bertempur, akhirnya Glen memenangkan pertempuran itu. Ia roboh di sisi tubuh Quinsy yang sudah terkulai lemah lebih dulu.
Keduanya kini tengah memulihkan tenaga masing-masing. Dengan nafas terengah, Glen membawa Quinsy ke dalam dekapannya.
Quinsy sangat membenci pria yang mendekatinya saat ini, ia juga merasakan dirinya yang begitu kotor. Ia jijik, benci dan muak akan apa yang terjadi barusan. Tapi gadis cantik itu tidak dapat melakukan apapun, ia hanya dapat terisak dalam diam.
'Aku membencimu Glen! Sangat membencimu!'
Glen dapat merasakan tubuh Quinsy yang bergetar dalam pelukannya. "Maafkan aku sayang, aku mohon jangan membenciku. Aku benar-benar tidak dapat mengendalikan diriku tadi." Bisik Glen sambil menciumi kening Quinsy yang masih basah akibat keringat.
'Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri? Dasar b*jing*n! Kau bahkan sudah melanggar sumpahmu sendiri!' Ucap Glen mengumpati dirinya sendiri dalam hati.
Dengan menggunakan helikopter yang sama Glen membawa Quinsy kembali ke pulau pribadi miliknya. Dengan penuh kasih sayang, Glen membawa Quinsy dalam gendongannya menuju tempat helikopter berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kami ada menemukan pergerakan Nona muda, Tuan!" Ucap seseorang di seberang telpon.
Mendengar hal itu Morgan langsung membuka lebar-lebar telinganya. Hatinya merasakan ada angin surga yang tengah bertiup ke arahnya saat ini.
"Di jalan S, tapi sepertinya dia kembali di bawa oleh seorang penting pergi dengan mobilnya, Tuan."
"Pria penting? Siapa itu? Cepat katakan jangan membuat aku makin penasaran!"
"Glen Jhonsson Hemsworth."
Mendengar nama yang di sebutkan oleh detektif bayarannya, Morgan langsung mengepalkan tangannya.
"Brengsek! Aku sudah menduga kepergian Quinsy pasti berhubungan dengannya. Lalu kmana dia membawa Adikku?"
"Dia membawanya menuju gedung HAC Tuan. Dan sepertinya meninggalkan gedung itu dengan menggunakan sebuah helikopter."
"Apa kau tau kemana dia akan pergi?"
"Sepertinya Tuan Hemsworth akan membawa Nona ke sebuah pulau pribadi miliknya."
''Pulau pribadi?' Gumam Morgan dalam hati. "Lalu di mana pulau itu?"
__ADS_1
"Saya akan mengirimkan posisinya."
"Baikalh, terimakasih atas bantuanmu. Aku akan memberikan bonus atas kerja kerasmu."
"Terimakasih Tuan."
Morgan mengakhiri panggilan itu dan langsung menghubungi Kakaknya. Mereka harus merencanakan penjemputan untuk sang Adik.
Setelah mendengar telpon dari Morgan, Miguel langsung menemui Adik keduanya itu. Ia juga telah membawa beberapa prajurit bayaran untuk menyelamatkan sang Adik.
"Kita tidak bisa bertindak gegabah, orang itu tidak mungkin membiarkan kita semudah itu untuk merebut Nona kembali." Ucap kepala Tentara bayaran yang di sewa oleh Miguel memberikan saran.
(Prof Author: duh... udah kaya tentara yang mau ngerebut negaranya balik aja,,😁)
"Kau benar, kita tidak mungkin terang-terangan datang kesana. Kalau begitu kita akan menjemput Quinsy besok lusa. Kita tunggu dia lengah terlebih dulu baru menuju pulau itu."
Morgan ikut berpendapat, walau tidak mengetahui apa motif sebenarnya Glen melakukan penculikan terhadap sang Adik, tapi ia yakin bila lelaki itu tidaklah mudah di hadapi. Dan juga pasti sudah mempersiapkan penjagaan di pulau pribadi miliknya itu.
"Ya, aku setuju." Ucap Miguel ikut setuju akan jalan pikiran kedua lelaki itu.
Mereka pun membuat susunan rencana untuk menjemput Quinsy di pulau pribadi milik keturunan keluarga Hemsworth itu.
Mulai dari mencari tahu seluk beluk dari pulau tersebut, hingga seberapa banyak penjaga yang di tempatkan di pulau itu. Morgan dan Miguel bahkan telah menyiapkan sebuah helikopter dan beberapa kapal untuk menuju pulau itu.
BERSAMBUNG...
***thank you banget buat yang udah mau baca novel karyaku...
maaf kalau masih kurang memuaskan...
mohon di maklumi aja ya,kalo beberapa penulisanku kurang tepat😳
sekedar bocoran,aku bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi jadi beberapa hal yang aku tulis harus aku cari lewat google😄
aku cuman lulusan SD,jadi maaf banget kalau misalnya cerita yang aku buat agak ga nyambung...
untuk kalian yang udah mau dukung karya ku...
I LOVE YOU ALL...😙😙😙***
__ADS_1