
Sesuai janjinya, setelah kondisi tubuh Quinsy sudah membaik, Glen hari ini membawa Quinsy keluar dari pulau untuk melihat saudara laki-lakinya, Morgan. Quinsy dan Glen di temani oleh beberapa bodyguard, menuju sebuah helikopter yang akan membawa mereka terbang, kembali ke Ibu kota.
Setelah menempuh perjalanan udara hampir dua jam lamanya, akhirnya mereka tiba di sebuah gedung pencakar langit milik keluarga Hemsworth.
Glen membawa Quinsy menuju sebuah ruangan yang sudah ia siapkan khususnya untuknya. Dalam ruangan tersebut, ada banyak layar monitor yang memperlihatkan apa saja kegiatan seseorang.
Mata Quinsy berair kala melihat wajah seorang pria tampan yang amat ia rindukan. "Kakak.." Lirih Quinsy setengah berbisik.
Ia bahagia sekaligus sedih, bahagia karena akhirnya bisa melihat kembali wajah sang Kakak, dan sedih karena tidak dapat memelukbtubuh kekar yang selalu melindunginya itu.
Glen mendekat pada Quinsy dan mencium kening gadis itu.
"Kau tunggu aku di sini dan jangan ke mana-mana, aku akan segera kembali."
Quinsy tidak merespon ucapan Glen, ia masih berfokus pada layar lebar yang menampakkan wajah Morgan. Dan rupanya di sana juga sudah ada Miguel, sang Kakak sulung.
Wajah keduanya nampak amat gusar dan tak terawat. Quinsy yakin, kedua Kakaknya saat ini tengah amat mengkhawatirkan keadaannya.
Hak itu membuat hati Quinsy terasa sakit, ia kian membulatkan tepatnya untuk lari dari tempat terkutuk ini. Namun, Quinsy juga tahu bila Grenada tidak akan membiarkannya sendirian, pria itu telah menempatkan beberapa bodyguard untuk mengawasi pergerakannya.
Quinsy mulai memutar otaknya, ia harus menemukan cara agar dapat keluar dari gedung ini bagaimana pun caranya. Hingga ia menemukan sebuah cara untuk terlepas dari pengawasan sang pengawal.
Quinsy bangkit dengan wajah yang berlinang air mata, gadis itu melangkah dengan kaki yang sempoyongan.
"Aku ingin ke tiloilet," ucapnya pada para Bodyguard wanita yang menjaganya. Para wanita yang bertubuh tinggi tegap itu senantiasa bersama Quinsy selama 14 jam.
Melihat raut eajah Quinsy yang sangat menyedihkan, para bodyguard itu pun membawanya ke toilet. Di sana, mereka juga ikut masuk kedalam dan menunggui Quinsy yang tengah menangis tersedu-sedu.
Isakan Quinsy terdengar amat menyayat hati, gadis cantik malang yang harus berurusan dengan Tuan mereka Glen Jhonsson Hemswort. Seorang pria yangbterkenal dingin dan kejam.
Yang tidak para bodyguard itu ketahui adalah, Quinsy tengah merancang sebuah rencana untuk melarikan diri.
Hingga seorang wanita yang terlihat cujup berkelas masuk ke dalam toilet itu juga. Quinsy keluar dan melangkah mendekat ke arah wanita tersebut.
'Kalau dugaanku benar, orang ini pasti bakal marah kalo aku sengaja cari masalah sama dia.' Batin Quinsy dan dengan sengaja menabrak serta menginjak kaki wanita tadi. Bahkan Quinsy juga tidak meminta maaf atas perbuatannya, membuat si wanita tersebut geram kemudian menarik bahu Quinsy.
__ADS_1
Para bodyguard yang melihat hal itu maju dan menghalangi sang wanita.
"Minggir kalian! Akubharus memberi pelajaran untuk gadis tidak tau sopan santun ini!" Hardik sang wanita yang kemungkinan telah berusia tiga puluh tahun ke atas.
"Maaf Nyonya, sebaiknya kita pergi." Ucap salah satu bodyguard pada Quinsy.
Quinsy dengan tampang menyebalkannya mengangguk dan ingin meninggalkan tempat itu. Namun, sebelum dia pergi, Quinsy sempat mengulurkan lidah pada wanita tadi dan di lihat olehnya.
Tanpa pikir panjang, wanita itu pun menerjang tubuh Quinsy dan mulai membabi buta. Para Bodyguard dengan sigap memisahkan keduanya dan ingin mengamankan Quinsy.
Kesempatan itu di gunakan Quinsy untuk melarikan diri. Untungnya dia pernah bekerja di perusahaan ini, jadi Quinsy mengetahui seluk beluk jalan yang dapat membawanya keluar dari tempatnya saat ini.
Para Bodyguard yang melihat Quinsy melarikan diri segera mengejar. Namun lari gadis cantik itu jauh lebih cepat ketimbang mereka, di tambah lagi Quinsy yang sudah hafal akan jalan dalam perusahaan tersebut kian membantunya dalam melarikan diri.
Dalam sekejap mata Quinsy telah menghilang dari pandangan mata para Bodyguard yang ditugaskan oleh Glen untuk menjaga Quinsy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah gedung, Glen tengah menghadiri sebuah acara pesta besar. Pria tampan itu tengah berbincang sengal para pebisnis lain.
Tanpa ada alasan curiga, Glen menerima gelas tersebut dan menenggak habis isi di dalamnya. Setelah menghabiskan minuman tersebut ponsel di sakunya bergetar.
Glen melihat layar gawainya dan tertera nama salah satu Bodyguard yang menjaga Quinsy tengah menghubungkannya saat ini.
"Ya?"
"Tuan, Nona Quinsy melarikan diri. Dan kami tidak dapat menemukannya."
Dengan wajah mengeras Glen berjalan meninggalkan ruang pesta itu.
"Bagaimana bisa itu sampai terjadi? Apa saja yang kalian lakukan hah!?"
"Maaf Tuan, tapi ini benar-benar tidak terduga."
Glen mematikan panggilan tersebut dan mulai menghubungi seseorang lagi.
__ADS_1
"Cepat cari di mana gadis itu berada saat ini!"
"*Baik Tuan!"
"Nyonya ada di sebuah gang sempit di jalan S, Tuan*."
Glen kembali mengakhiri panggilan dan memerintahkan sang supir untuk menuju tempat Quinsy berada saat ini. Kepalanya terasa berputar dan tubuhnya seakan terbakar, namun Glen mengira itu karena ia sangat marah pada Quinsy yang sudah melanggar janjinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Quinsy yang sudah berhasil menjauh dari para Bodyguard yang di siapkan oleh Glen, kini tengah berlari sekuat tenaga. Ia belum tau harus kemana, yang ada dalam pikirannya saat ini hanya menjauh dari tempat itu sejauh-jauhnya.
Hingga tanpa sengaja ia menabrak seorang pria bertubuh gemuk. Wajahnya nampak amat sangar, pria itu kemudian tersenyum cabul dan mendekap tubuh kurus Quinsy.
"Hai manis, kenapa kau terburu-buru? Mari bersenang-senang denganku dulu. Aku jamin kau akan ketagihan."
Quinsy memberontak sekuat tenaga agar dapat terlepas dari cengkeraman pria cabul itu.
'Aku tidak ingin berakhir seperti ini. Aku tidak ingin selalu kalah dari mereka!' Ucap Quinsy dalam hati, gadis itu terus berusaha melawan bahkan sampai menggigit lengan pria gemuk tadi.
"Dasar j*l*ng!"
Plak..!!
Sebuah tamparan keras bersarang di pipi mulus Quinsy hingga membuat tubuh ramping gadis cantik itu tersungkur ke atas aspal.
BERSAMBUNG....
Makasih yang udah kasih likenya...
Dukungan kalian bener-bener berarti buat aku,
Aku harap semoga kalian selalu sehat dan di lancarakan rezekinya...
I love you reader's...😄😄😄
__ADS_1