
Eyelash makan malam, Quinsy kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur. Mungkin karena faktor kehamilan, gadis itu jadi mudah lelah dan mengantuk. Tak butuh waktu lama bagi Quinsy untuk menuju alam mimpi.
Namun, di tengah malam tiba-tiba saja Quinsy terbangun dan ingin makan spageti pedas. Ia keluar dari kamar dan menuju dapur, tapi baru saja ia tiba di sana, perutnya kembali mual. Quinsy berlari meninggalkan dapur sambil menutup hidungnya menggunakan telapak tangan.
Quinsy duduk di atas sofa dan menangis karena tidak dapat membuat spageti keinginannya. Nyonya Karren yang merasa haus dan ingin ke dapur untuk mengambil air minum mendengar suara putrinya yangbsedang terisak.
"Sayang, ada apa? Kenapa kamu di sini?" Tanya sang Ibu sambil memeluk putri kesayangannya itu.
"Aku pengen makan spageti pedas Mah, tapi Quinsy ga tahan sama bau rempah di dapur."
"Ok, gimana kalo Mamah aja yang buatin. Kamu tunggu di kamar, nanti Mamah bawain."
Quinsy mengangguk patuh dan pergi ke kamarnya. Nyonya Karren pun mulai membuatkan spageti pesanan sang putri. Setelah siap, Nyonya Karren mengantarkan spageti itu menuju kamar Quinsy dan memberikan itu padanya.
"Nah, Mamah sengaja ga masukin sausnya banyak-banyak soalnya ga bagus buat janin."
"Ok, makasih Mah," Baru saja Quinsy memasukan makanan itu ke mulutnya, raut wajah gadis itu langsung berubah.
"Kenapa sayang? Kepedesan?"
"Engga enak Mah,"
"Ah, masa sih? Sini Mamah coba." Nyonya Karren pun mengambil sesuap spageti itu dan memasukinya ke dalam mulut.
"Ah, enak aja kok! Kamu ini, ya udah Mamah bikin yang baru aja."
Nyonya Karren pun membawa piring makanan itu keluar dan mulai membuat spageti yang baru lagi. Dan lagi-lagi Quinsy mengatakan bila itu tidak enak sama sekali. Ia terus saja membuatkan spageti baru dan masih tetap tidak di makan oleh putrinya.
Hal itu tentu saja membuat Nyonya Karren kesal, Andai saja jika bukan karena Quinsy sedang mengidam, mungkin saat ini Nyonya Karren telah mengamuk pada kelakuan putrinya itu.
Hingga terlintas sebuah ide untuk meminta bantuan pada Glen. Walaupun sebenarnya Nyonya Karren tidak enak bila harus membangunkan laki-laki itu di tengah malam begini, tapi ia tidak punya pilihan lain.
__ADS_1
Nyonya Karren melangkah menuju kamar tamu yang berada di pafiliun samping yang letaknya tidak jauh dari rumah besar untuk menemui Glen. Glen sendiri yang meminta untuk dapat tetap tinggal di rumah itu agar dapat memantau Quinsy secara diam-diam.
Tuan serta Nyonya Karren pun menyetujui permintaan laki-laki itu. Mereka menyuruh Glen untuk tinggal di oafiliun samping, agar Quinsy tidak menyadari kehadirannya. Dan sepertinya hal itu sangat berguna.
Sedangkan kedua orang tua Glen harus kembali ke New York untuk mengurusi bisnis, sementara Glen berada di Indonesia untuk menjaga Quinsy dan calon bayinya.
Tok..tok...
Hening. Tidak ada jawaban dari dalam, hal itu wajar sebab, ini sudah tengah malam, laki-laki itu pasti sudah tidur nyenyak sekarang. Nyonya Karren ingin pergi meninggalkan halaman pafiliun namun, saat dia berbalik pintupun terbuka.
"Ada apa Nyonya? Apakah Quinsy baik-baik saja?" Tanya Glen dengan raut cemas.
Nyonya Karren tersenyum dan menepuk pundak pria itu seraya berkata "Dia baik, hanya saja Quinsy ingin memakan spageti. Aku sudah membuatkan untuknya berkali-kali, tapi dia selalu saja mengatakan itu tidak enak. Jadi, aku kemari dan ingin meminta bantuanmu."
"Bantuan apakah itu Nyonya?"
"Bisakah kau membuatkan spageti untuk Quinsy?"
Nyonya Karren terkekeh pelan melihat antusias pemuda tampan di hadapannya ini. Dapat dia lihat betapa kesungguhan Glen dalam ibgin bertanggung jawab terhadap Quinsy dan anak yang di kandungnya.
"Tentu, ayo ikut saya ke dapur."
Mereka menuju dapur bersama, Nyonya Karren memberitahukan apa saja bumbu untuk membuat spageti dan bagaimana cara membuatnya. Glen sangat bersungguh-sungguh dalam melakukan setiap intrupsi yang di berikan oleh Nyonya Karren padanya. Hingga kini, sebuah spageti pun telah di buatnya.
Ini kali oertama Glen membuat makanan dengan tangannya sendiri. Ia benar-benar bangga karena dapat memenuhi keinginan dari bayi yang di kandung oleh orang tercintanya.
Nyonya Karren membawa makanan itu menuju kamar Quinsy dan di ikuti oleh Glen. Seperti sebelumnya, Glen hanya berdiri di depan pintu dan menunggu pendapat Quinsy mengenai makanan yang di buat olehnya.
"Em, ini enak Mah! Enak banget malah," ucap Quinsy dengan mata berbinar. Gadis itu memakan semua spageti yang ada di atas piring dengan lahap.
'Huft, untung aja! Ternyata benar, bayi itu hanya ingin makan makanan yang dibuat oleh Ayahnya. Persis seperti saat aku hamil Quinsy dulu.' Gumam Nyonya Karren dalam hati.
__ADS_1
Dan selalu begitu setiap malam, Quinsy akan bangun di tengah malam dan meminta sesuatu pada sang Ibu. Setiap malam pula Nyonya Karren akan datang ke pafiliun dan meminta tolong pada Glen untuk membuatkan makanan yang di minta oleh Quinsy.
Meski Glen tidak dapat melihat betapa lahapnya Quinsy saat memakan makanan yang ia buat, tapi Glen sudah cukup puas saat Nyonya Karren membawa piring kosong dari dalam kamar Quinsy. Itu berarti gadis itu sangat puas akankah yang telah ia buat.
Dan yang tidak Quinsy ketahui adalah laki-laki yang amat di bencinyalah yang membuatkan setiap makanan keinginannya. Hingga kehamilannya kini telah menginjak usia dua bulan.
Hari ini adalah jadwal Quinsy melakukan pemeriksaan kandungannya yang ke dua. Ia kembali di temani oleh sang Ibu dan juga Glen yang masih secara diam-diam ikut datang dan mengawasi dari kejauhan.
"Wah, babay twinsnya kelihatan sangat sehat ya, semuanya normal." Ucap Dokter yang melakukan pemeriksaan pada kandungan Quinsy.
"vitaminnya masih di minum kan?"
"Masih Dok, sepertinya itu tinggal sedikit."
"Baiklah, saya akan buatkan resep vitaminnya lagi dan Ibu bisa ambil di apotek."
Dokter wanita itu menyerahkan sebuah kertas uyang berisikan resep vitamin pada Quinsy. Setelah mengambil resep itu, Nyonya Karren dan Quinsy pun meninggalkan ruangan sang Dokter.
Mereka berhenti di sebuah Apotek untuk menebus vitamin, namun sebuah hal rak terduga pun terjadi.
BERSAMBUNG....
...CERITA INI HANYALAH KARANGAN AUTHOR BELAKA!...
BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN LAIN-LAIN, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN.
Mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen, juga votenya ya....
jangan lupa kasih bintang lima juga jadikan vaforit kisah ini!
I♡U READER'S....
__ADS_1