
Glen dan Quinsy yang baru pertama kali mengikuti senam hamil, merasa agak sedikit canggung. Untung saja, instruktur senamnya adalah orang yang ramah. Ia membantu Glen dan Quinsy agar dapat mengikuti gerakan-gerakan yang ia ajarkan. Setiap gerakan yang Quinsy lakukan memang terlihat simpel dan tidak susah bagi beberapa orang. Namun, tidak bagi seorang ibu yang mengandung dua janin sekaligus seperti Quinsy. Karena selain duo twins di dalam perutnya yang sangat aktif, gerakannya juga terbatas akibat perut besarnya. Dengan penuh kesabaran dan perhatian, Glen membantu setiap gerakan istrinya agar dapat seirama dengan intruksi dari instruktur. Setelah setengah jam melakukan beberapa gerakan, tubuh Quinsy mulai berkeringat. Tentu saja bukan hanya Quinsy sendiri yang seperti itu. Para ibu-ibu hamil di sana juga merasalan hal sama dan mulai berkeringat.
Akan tetapi hanya Glen sajalah yang memiliki pemikiran melampaui para suami-suami di sana. Tetesan demi tetesan keringat Quinsy malah membuat Glenn Junior bersemangat. Buliran keringat Quinsy seakan memanggil hasrat Glen untuk b3rc1nt4. Dapat Glen bayangkan, betapa merdunya ******* Quinsy di atas ranjang dengan keringat yang bercucuran seperti itu.
"Baiklah, untuk hari ini cukup sampai di sini. Kita akan kembali bertemu tiga hari lagi. Selamat pagi semuanya, semoga hari kalian menyenangkan." Ucap instruktur mengakhiri pertemuan mereka pagi ini, sekaligus juga menyadarkan Glen dari dunia hayalan nya.
"Kamu kenapa?"
"Bukan apa-apa. Apakah kau lelah? Kita bisa istirahat di restoran sekitar sini bila kau mau." Tawar Glen. Sebenarnya ia ingin sekali segera membawa Quinsy kembali kerumah dan melahap habis tubuh gadis manisnya itu. Namun, Glen juga sadar bila itu sangat mustahil. Sebab, selain kondisi kehamilan Quinsy yang masih amat labil paska menempuh perjalanan jauh, Glen pun tidak ingin memenuhi hawa nafsunya dan mengambil resiko untuk calon bayi mereka.
"Boleh. Aku juga sangat ingin meminum sesuatu yang segar."
Berangkatlah pasangan yang membuat semua orang menetap iri pada mereka ke sebuah restoran tak jauh dari tempat senam tadi. Seorang pelayan menyambut kedatangan Glen dan Quinsy dengan hormat. Di kota New York ini, siapa yang tidak mengenali Glen? Putra tunggal penerus perusahaan besar keluarga Hemsworth. Namanaya bahkan sudah membumbung ke seluruh kota. Bahkan, banyak negara luar yang sudah tidak asing akan nama dari Glen Jhonsson Hemsworth. Sebab, perusahaan yang mereka miliki, adalah perusahaan otomotif terbesar dan paling banyak di bicarakan oleh orang-orang dari kalangan pebisnis.
"Selamat datang Tuan Hemsworth. Silahkan lihat menunya."
Pelayan tersebut menyodorkan buku menu pada Glen dan Quinsy. Satu per satu Quinsy mulai membaca setiap nama minuman yang tertera di sana. Hingga matanya tertuju pada segelas jus strawberry dengan campuran susu dan daun mint.
"Aku mau ini." Tunjuk Quinsy pada gambar di menu itu.
__ADS_1
"Baik Nona. Bagaimana dengan Anda Tuan?"
"Buatkan dua." Jawab Glen singkat lalu menyerahkan buku menu pada pelayan tadi.
"Kau tidak ingin cemilan lain?"
"Tidak. Aku hanya haus. Em, pelayan tadi lama sekali. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati jus yang aku pesan."
Glen tersenyum dan menggeleng mendengar ucapan Quinsy. Selama kehamilannya, Quinsy seakan memiliki kepribadian ganda. Terkadang gadis muda itu akan bertingkah manja dan rewel. Namun terkadang juga, Quinsy akan menjadi wanita pendiam dan pengertian. Walau sejujurnya, Glen lebih suka Quinsy yang bersikap manja dan rewel padanya. Setidaknya dengan begitu, Glen akan merasa bila Quinsy tidak dapat jauh darinya. Dan secara tidak langsung, Glen pun tidak perlu risau akan pikiran mengenai istri manisnya yang akan pergi dari kehidupan rumah tangga mereka.
Pelayan tiba dengan membawa dua gelas jus di atas nampan. Dengan mata berbinar dan senyum manis, Quinsy menyambut gelas berisikan jus strawberry itu.
"Em...! Rasanya sangat segar. Aku benar-benar puas." Ucap Quinsy dan kembali menikmati jus di hadapannya.
"Apa kabar Quinsy?" Sapa seorang pria tampan dengan senyum ramahnya, yang terlihat seumuran dengan Glen.
Quinsy refleks mendongak setelah namanya disebutkan oleh seseorang. "Mr. Arnold?" Ucap Quinsy tak percaya. Gadis cantik itu tidak menyangka, di seluruh kota New York yang begitu luas ini, mengapa ia harus bertemu dengan Dosen pembimbing yang begitu garang dan ini.
'Ya Tuhan, kok harus dia sih?' Gerutu Quinsy dalam hati.
__ADS_1
Mata pemuda yang bernama Arnold itu menatap ke arah perut Quinsy yang sudah membesar. Ia memang mendengar akan pernikahan Quinsy dengan seorang pria keturunan Hemsworth. Tapi Arnold tidak menyangka bila gadis impiannya telah dimiliki oleh pria lain dan kini tengah mengandung.
"Apakah ini suamimu?"
"Ya. Glen perkenalkan ini adalah Dosen ku, Mr. Arnold. Dan Mr. Arnold, ini adalah suamiku Glen Jhonsson Hemsworth."
Arnold mengulurkan tangannya, tanpa ada ekspresi Glen menyambut uluran tangan itu. "Saya banyak mendengar kabar mengenai Taun Hemsworth. Saya hanya tidak menyangka, bila Tuan Hemsworth akan menjadi suami dari mahasiswiku."
sedari awal Glen melihat kehadiran Arnold, ia menyadari ada yang lain dari tatapan pria itu pada istrinya. Sebagai sesama pria, Glen tentu tau bila tatapan itu di penuhi dengan kerinduan dan kebahagiaan. Jadi, ia memasang mode waspada dan mengantisipasi kejadian tak terduga.
"Aku tidak terkejut bila kau sering mendengar pembicaraan mengenai diriku. Namun aku belum pernah sama sekali mendengar istriku menyebutkan namamu selama ini." Glen sengaja menekankan kata istriku dalam ucapannya, agar Arnold menyadari bila Quinsy telah menjadi miliknya.
"Hal itu wajar, mengingat aku hanyalah seorang Dosen di matanya. Namun yang lebih mengejutkan adalah, istrimu bahkan belum pernah mengumumkan kedekatan kalian. Aku bahkan tidak menyangka, bila kini ia telah mengandung. Sayang sekali dia harus menikah muda, padahal Quinsy adalah orang yang berbakat dalam dunia permodelan." Arnold balik menyindir.
Merasa hawa di tempat itu makin memanas, Quinsy cepat-cepat mencari alasan untuk pergi dari sana.
"Aku lelah, bisakah kita kembali?"
Dengan perasaan berkecamuk, Glen menyetujui permintaan Quinsy dan membawa istrinya itu untuk pergi.
__ADS_1
BERSAMBUNG....