
Pagi hari tiba Glen bangun lebih dulu dari Quinsy, ia pun telah membersihkan diri dan memesan makanan untuk sang istri. Glen sengaja tidak membangunkan Quinsy karena ia melihat wajah lelah pada istrinya itu. Jadi, Glen memutuskan untuk pergi ke perusahaan tanpa harus membangunkan Quinsy.
Sebenarnya Quinsy telah bangun saat Glen berada di kamar mandi, dia hanya sedang tidak ingin berbicara pada Glen. Sebab, tiap kali Quinsy melihat wajah suaminya itu, ia teringat kembali dengan kejadian di saat Glen mengakui wanita lain sebagai kekasihnya. Air mata Quinsy lagi-lagi menetes keluar. Sakit hatinya kali ini benar-benar terasa menyiksa.
Saat Quinsy sedang berjibaku dengan Isak tangisnya, tiba-tiba Ibu mertuanya menelpon. Awalnya Quinsy enggan untuk mengangkat panggilan telepon itu, namun dering ponsel yang terus-menerus membuatnya menyerah. Akhirnya Quinsy pun menjawab panggilan itu agar sang Ibu mertua tidak terlalu khawatir.
"Hai sayang, bagaimana kabar kalian?"
''Hai Mom, kami baik-baik saja." Jawab Quinsy dengan suara yang terdengar parau.
"Apakah tempatnya nyaman? Ada apa dengan suarmu?"
"Sangat nyaman Mom. Aku hanya sedang tidak enak badan, mungkin karena terlalu banyak terkena angin.''
"Lalu di mana Glen? Mengapa dia tidak membawamu ke rumah sakit?"
''Dia sudah pergi Mom, aku akan baik bila sudah beristirahat.''
"Tidak sayang, kau jangan lupa bila sedang hamil sekarang. Mommy akan meminta Glen untuk segera membawamu."
"Tidak Mom!" Seru Quinsy disertai isaknya. Wanita muda itu tidak sanggup lagi menutupi rasa sakit yang dirasakannya.
Nyonya Hemsworth yang mendengar menantu kesayangannya menangis tersedu menjadi makin khawatir. Dia tau bila Quinsy saat ini pasti senang tidak baik-baik saja. Bahkan Tuan Hemsworth yang duduk di samping istrinya itu ikut merasa khawatir.
"Ada apa sayang? Apakah kamu merasa sakit? Mommy akan segera menelpon Glen."
__ADS_1
"Kumohon jangan Mom, aku tidak ingin berbicara dengannya." Ucapan Quinsy membuat sepasang suami istri itu saling pandang. Tuan dan Nyonya Hemsworth yakin, bila ini bukanlah masalah sepele. Pasalnya mereka tidak pernah melihat menantunya menangis seperti sekarang.
"Baiklah sayang, tunggu lah Mom dan Dad di sana. Kami akan segera menyusulmu. Tenangkan dirimu, ingat kesehatan bayimu."
Untunglah penerbangan dengan helikopter lancar dan tidak perlu memakan waktu lama. Saat tiba di kota T, Tuan dan Nyonya Hemsworth langsung menyusul Quinsy ke kamar hotel.
"Quinsy sayang, ada apa hem? Coba kau ceritakan semuanya.''
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Glen kini berada di rumah sakit bersama dengan Key. Mereka tengah menunggu Dania yang sedang ditangani oleh para Dokter. Tadi, saat Glen tengah rapat dengan para petinggi perusahaan, Key menelponnya. Key mengatakan bila Dania pingsan setelah memuntahkan darah segar. Dengan terburu-buru Glen menyusul ke rumah sakit yang Key beritahu.
"Apakah Dania pernah seperti ini sebelumnya?"
"Tidak, ini baru kali pertama. Biasanya dia baik-baik saja. Hanya terkadang, tubuhnya mengalami demam tinggi. Namun itu hanya sebentar dan kembali pulih seperti semula."
"Pernah. Tapi hasilnya tetap normal. Tidak ada penyakit di dalam tubuh Terra.''
Akhirnya mereka hanya bisa menunggu Dokter keluar untuk memberi penjelasan tentang apa yang terjadi pada Dania. Setelah lama menunggu, akhirnya Dokter pun keluar. Key dan Glen bersamaan bangkit dari tempat duduk untuk menghampiri dokter itu.
"Apa yang terjadi dengan Dania dokter?"
"Maaf, siapa Dania?" Tanya Dokter itu kebingungan. "Di sini tercantum Terra sebagai nama dari pasien." Key pun segera menjelaskan pada Glen.
"Maaf Glen, aku tadi mendaftarkan dia dengan nama Terra dan bukan nama Dania."
__ADS_1
Glenn yang sudah mengerti pun mengulangi pertanyaannya.
"Oke, bagaimana dengan Terra?"
"Siapa di antara kalian, yang menjadi kerabat dekat Nyonya Terra?"
"Saya adalah kekasihnya." Jawab Glen dengan cepat. Key hanya bisa terdiam dan sedikit mengundurkan diri mendengar pengakuan itu.
"Nyonya Terra mengidap kanker darah stadium dua dan dia harus melakukan perawatan intensif sesegera mungkin."
"Tapi bagaimana mungkin? Terakhir kali kami melakukan pemeriksaan semua hasilnya baik-baik saja. Tidak ada gejala-gejala apapun dari hasil pemeriksaanya." Key yang melihat sendiri hasil pemeriksaan Dania, merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Tapi ini memang terjadi. Kita harus segera melakukan tindakan sebelum kanker itu semakin menyebar." Ucap Dokter kembali meyakinkan.
"Lakukan yang terbaik, saya akan menanggung semua biayanya."
Kini Key semakin menyadari, bila Terranya memang harus bersama dengan orang yang tepat. Terra tidak mungkin bisa bahagia bila terus bersama dengannya. Glenn adalah pria yang pantas untuk menjadi pendamping hidup Terra.
BERSAMBUNG....
hayo....
siapa yang penasaran sama kelanjutan cerita Quinsy?
Terus tunggu keseruan cerita selanjutnya ya?
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan kasih vote nya...
I L❤️VE Y❤️U ALL...