
Seorang wanita paruh baya datang ke cafe milik Sonya untuk melihat-lihat. Ia melihat iklan penjualan yang Sonya tawarkan melalui media sosial. Wanita tua yang terlihat begitu berwibawa itu ingin membeli cafe Sonya untuk dijadikan sebuah toko baru.
"Selamat datang Nyonya Parhses. Seperti yang Anda lihat, kondisi cafe ini memang sangat rusak. Tapi, hanya dengan sedikit perbaikan, maka tempat ini akan kembali seperti semula."
"Aku sangat menyukai tempat ini. Jadi, bagaimana jika membahas ini sambil menikmati makan siang?"
"Oh, tentu Nyonya."
"Panggil saja aku Nenek. Kau terlihat sebaya dengan cucuku."
Sonya tersenyum atas permintaan Nyonya Parhses barusan. Wanita paruh baya di hadapannya ini terlihat amat ramah, membuat siapapun pasti akan merasa nyaman bila berada di sisinya.
Nyonya Parhses membawa Sonya ke sebuah resto mewah yang tak jauh dari tempat itu. Mereka menikmati waktu makan siang dan ambil membicarakan banyak hal. Hingga seorang pemuda tampan datang menghampiri keduanya.
"Nenek, ada apa kau memintaku untuk datang kemari?"
"Ah, Billy. Aku ingin kau berkenalan dengan seorang gadis muda. Dia adalah Sonya. Aku ingin membeli cafe miliknya untuk ku jadikan toko baruku."
__ADS_1
Sonya dan Billy saling pandang, untuk sesaat mereka saling terjebak dalam pikirannya masing-masing.
"Jadi, kau adalah cucu dari Nyonya Parhses?"
"Hey, Nenek. Ingat, kau harus memanggilku dengan sebutan Nenek, manisku."
Sonya tersenyum kikuk, dan mengangguki permintaan Nenek Billy. Entah mengapa, Sonya merasa bila Nyonya Parhses memiliki niat tersendiri di balik ini.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Mata Glen mengerjap merasakan terik matahari yang menerpa wajah kuyunya. Pria itu mencoba bangkit sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Satu per satu kepingan memory mulai bermunculan di pikirannya. Glen bangkit dengan terburu-buru untuk menemui seseorang.
Glen kini yakin, sebab dia tidak dapat menemukan istrinya adalah terlibatnya Arah dan Ibunya yang turun tangan langsung. Pantas saja, istrinya itu seperti lenyap ditelan bumi. Bahkan, orang-orang suruhannya pun kesulitan dalam menentukan keberadaan Quinsy.
Setelah mengakhiri panggilan itu, Glen lalu pergi mandi dan membersihkan diri. Ia yakin, kali ini dirinya akan menemukan keberadaan sang istri. Glen ingin tampil menawan saat bertemu Quinsy nanti, ia tidak ingin Quinsy melihat sisi buruknya yang berantakan seperti saat ini.
Setelah keluar dari kamar mandi, Glen layaknya baru bangkit dari tempat yang begitu suram. Ia merasa dirinya telah menemukan kembali alasannya untuk menjalani kehidupan. Senyum mempesona terukir sempurna dia wajah tampannya. Glen menuruni tangga dan menyapa kedua orang tuanya di ruang keluarga. Perilaku Glen saat inilah yang Nyonya Hemsworth rindukan, butir bening mengenang di pelupuk mata wanita paruh baya itu. Ia sudah cukup lama merindukan putranya yang sekarang ini.
__ADS_1
"Siang Dad, Mom."
Bukan hanya Nyonya Hemsworth saja yang merasa terkejut akan perubahan sikap putra mereka, bahkan Tuan Hemsworth pun sampai tercengang melihat Glen yang sangat bersemangat dihadapannya ini.
"Siang," Nyonya Hemsworth bangkit dan memegangi pipi putranya. Bukit bening kini meluncur di wajah cantiknya dengan tersenyum wanita itu memeluk Glen. Dapat Glen rasakan kerinduan yang begitu mendalam dari pelukan sang Ibu. Glen mengelus punggung ibunya yang bergetar, hatinya tergores melihat ibunya ini. Semua penderitaan yang dirasakan oleh orang-orang tersayangnya disebabkan oleh kebodohannya sendiri. Akibat ia tidak dapat menghilangkan rasa ego dalam hatinya, kini kehidupannya dan kehidupan keluarganya telah kacau. Tapi Glen berjanji, ini adalah kali terakhir ia melakukan kesalahan. Kedepannya Glen akan berusaha untuk tidak mengacaukan apapun lagi dan berbuat tindakan bodoh seperti yang sudah-sudah.
"Mom, sangat senang melihatmu sudah bisa bangkit, Glen. Mom, sangat merindukan dirimu yang saat ini."
"Maafkan aku, Mom. Aku sudah kembali mengecewakan kalian."
"Bagus bila kau telah sadar atas kebodohanmu. Lalu, apa yang akan kau lakukan kedepannya? Kembali mencari istrimu hingga putus asa? Atau mencari wanita dari masa lalumu?" Pertanyaan menyindir yang Tuan Hemsworth lakukan bukan karena dia membenci putranya sendiri. Ia bertanya demikian untuk mencari tau isi hati sang putra. Akankah Glen dapat mengambil keputusan yang benar kaki ini? Ataukah dia masih saja terjebak dengan ke egoisannya sendiri.
"Dad," Nyonya Hemsworth menatap sang suami seakan bertanya mengapa ia melakukan itu? Tetapi Glen langsung menjawab pertanyaan sang Ayah. Dan jawaban yang Glen lontarkan membuat kedua orang tuanya kembali tercengang.
"Aku akan mencari Dania di rumahnya."
"Apa?!" Nyonya Hemsworth menatap tak percaya pada putra tunggalnya itu. Ia tak menyangka, bila Glen masih saja memilih wanita lain di dalam hidupnya. Ia pikir, setelah Glen mendengar penjelasan tentang alasan Quinsy meninggalkannya akan membuat putranya itu tersadar.
__ADS_1
Tuan Hemsworth tersenyum sinis dengan jawaban Glen, kini ia tau, rupanya putra kebanggaannya itu memang benar-benar lelaki yang bodoh. Tak mau menghadapi tingkah konyol putranya, Tuan Hemsworth bangkit dan ingin meninggalkan ruang keluarga. Namun pernyataan Glen selanjutnya membuat langkah Tuan Hemsworth terhenti.
BERSAMBUNG…