TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MEREMEHKAN


__ADS_3

Pesta megah yang diadakan oleh petinggi kalangan dunia bisnis memang menghadirkan banyak orang-orang terpandang dan berkelas. Acara yang diselenggarakan untuk merayakan kehamilan Quinsy itu mengundang banyak para miliuner dari penjuru dunia. Dan seperti yang Nyonya Hemsworth harapkan dari pesta ini, banyak dari Ibu-ibu sosialita yang dulu selalu mempertanyakan pernikahan putranya, kini begitu terpesona akan keanggunan yang Quinsy miliki. Meskipun latar belakang Quinsy yang tidak sederajat bila dibandingkan dengan keluarga Hemsworth, namun gadis itu nampak serasi berdampingan dengan Glen.


"Apakah kau lelah? Aku akan membawamu kembali ke kamar bola memang ia." Tawar Glen pada istrinya. Bukan hanya perhatian atau pengertian Glen melakuakn itu, namun ia merasa tatapan setiap laki-laki di pesta tersebut tertuju pada istrinya. Tak bisa dipungkiri, meskipun kini Quinsy tengah berbadan dua dengan perut besar, namun tak mampu memudarkan pesona yang dimiliki wanita muda keturunan Indonesia itu.


"Tidak, aku masih ingin menikmati pesta ini." Tolak Quinsy halus yang sukses membuat Glen makin tersiksa.


"Sayang, perkenalkan ini teman-teman Mommy. Ini Nyonya Rebecha, Ini Nyonya Stev," Nyonya Hemsworth memperkenalkan satu per satu teman-teman sosialita nya pada Quinsy. Ia ingin memamerkan menantunya pada para Ibu-ibu itu. Dengan senyum ramahnya, Quinsy menyapa satu per satu setiap orang yang diperkenalkan oleh Ibu mertua padanya.


"Wah, kau sangat muda. Aku dengar kau masih duduk di bangku mahasiswa sebelum menikah dengan Glen. Apakah itu benar?" Tanya salah seorang wanita di sana.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Nyonya itu, Quinsy menatap kearah Ibu mertuanya. Dan dengan senyum simpul nan manis Quinsy pun menjawab "Benar."


"Lalu bagaimana dengan kuliahmu? Apakah kau berhenti?"


"Aku mengambil cuti dan lebih fokus ke kehamilanku terlebih dahulu."


Para Ibu-ibu sosialita itu nampak saling melemparkan senyum dan tatapan mata mengejek. Dalam pikiran mereka, Quinsy hanyalah gadis miskin yang beruntung karena dapat memasuki keluarga Hemsworth.

__ADS_1


"Lalu, apa rencanamu kedepannya setelah melahirkan? Kembali melanjutkan kuliahmu atau, kau akan beralasan ingin fokus dalam menjaga anakmu?"


Mendengar pertanyaan yang makin menyudutkan menantunya, Nyonya Hemsworth mulai angkat bicara. Ia tidak terima Quinsy diperlakukan seperti itu oleh mereka. Apalagi tatapan mengejek yang mereka berikan, sungguh Nyonya Hemsworth ingin sekali mengungkit bola mata para wanita sosialita itu dan melemparkannya pada Anjing.


"Meskipun menantuku ini tidak melanjutkan kuliahnya, dia telah memiliki banyak prestasi. Dan yang terpenting adalah, dia telah memberikan keluarga Hemsworth kami dua penerus selanjutnya. Bukankah putri Nyonya Donvelee ini sudah menikah enam tahun dan masih belum bisa mengandung?" Skak Nyonya Hemsworth pada temannya yang sejak tadi selalu ingin menyudutkan Quinsy.


"Ah, aku turut prihatin akan hal itu. Aku tau bagaimana rasanya menantikan untuk memiliki seorang cucu." Dan ucapan Nyonya Hemsworth langsung membuat wanita bernama lengkap Lilian Gransendre itu diam seribu bahasa. Dia adalah istri dari seorang pengusaha berlian dan memilki seorang putri tunggal yang telah menikah selama enam tahun namun belum juga hamil. Itulah mengapa ia merasa begitu iri saat mendengar Nyonya Hemsworth mengadakan pesta untuk menyambut kehamilan menantunya yang baru saja menikah.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Di sudut lain, Morgan dan Jessy yang tengah menikmati acara pesta itu dikejutkan dengan datangnya seorang anak kecil yang memanggil Jessy dengan sebutan Mommy.


"Hai, kau tampan sekali malam ini." Morgan menatap bingung pada interaksi keduanya. Bahkan Jessy seakan tidak mengelak ketika anak kecil itu memanggilnya Mommy. Tapi setahu Morgan, Jessy adalah seorang mahasiswi yang belum pernah menikah. Lalu siapa anak ini, mungkinkah kekasihnya itu telah melahirkan seorang bayi secara diam-diam?


"Kau mengenalnya?"


"Ya, dia adalah anak yang aku temui ketika di kapal pesiar tempo dulu. Entah mengapa dia selalu memanggilku dengan sebutan Mommy." Jawaban yang diberikan Jessy membuat perasaan Morgan lega dan menepiskan semua pikiran-pikiran negatifnya.

__ADS_1


Tak lama, seorang pria menghampiri mereka dengan langkah tegap. Pria itu kemudian menyapa Jessy dan Morgan.


"Selamat malam Nona Jessy, kita bertemu kembali. Bukankah ini berarti kita berjodoh? Hahaha.."


"Oh selamat malam Tuan-" Ucap Jessy menggantung. Mereka memang sudah sering kali bertemu dan bertegur sapa, namun belum pernah sekalipun Jessy mengetahui nama pria di hadapannya ini.


"Panggil saja aku Chriss. Maaf putraku selalu mengganggumu. Semenjak kepergian ibunya, dia tidak pernah lagi dekat dengan siapapun kecuali diriku dan adik perempuanku. Ini pertama kalinya, Endrw ingin akrab pada orang asing dan itu hanya denganmu.


"Bukan masalah Tuan Chriss. Kebetulan aku pun menyukai anak kecil. Dan perkenalkan juga, ini Morgan Kekasihku." Jessy buru-buru memperkenalkan Morgan sebagai kekasihnya. Dari awal bertemu dengan lelaki yang bernama Chriss ini, Jessy sudah sangat risih. Ia bukanlah gadis polos yang mudah ditipu dengan trik-trik kebetulan semacam ini. Jessy menyadari, bila pertemuan mereka memang sudah diatur oleh Chriss sendiri.


"Selamat malam Tuan Chriss." ucap Morgan dengan bangga dan mengulurkan tangannya.


"Tuan Morgan. Saya sering mendengar nama Anda di dalam perbincangan. Namamu sudah tidak asing lagi, karena ada banyak orang yang membicarakan tentang pesatnya perkembangan perusahaan properti selama berada di tanganmu." Chriss mencoba menyembunyikan rasa tidak sukanya dengan kata-kata ramah.


"Terima kasih atas pujian Anda. Sebenarnya itu terlalu berlebihan. Saya pun sering mendengar mengenai perusahaan asuransi milik almarhumah istri Anda semakin maju setelah berada di tangan Anda." Skak Morgan yang membuat Chriss membelalakkan matanya. Pria itu tidak menyangka bila Morgan akan mengungkit mengenai almarhum istrinya. Bukan karena ia teringat akan wanita yang pernah dinikahinya dulu. Namun Chriss menyadari, bila Morgan saat ini tengah meremehkannya di hadapan Jessy.


"Kalau begitu, kami permisi dulu. selamat bersenang-senang Tuan Chriss." Ucap Jessy dengan senyum mengejek. Kini Chriss menyadari, bila kedua pasangan itu telah meremehkannya. Tanpa menjawab ucapan Jessy, Chriss menatap kepergian sepasang kekasih itu dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


BERSAMBUNG. . .


__ADS_2