
Hari ini cafe milik Sonya sedang kebanjiran pelanggan, jadi Emy datang untuk membantu. Sebenarnya ia ingin curhat dengan sahabatnya itu, tapi karena Sonya sedang sangat sibuk, Emy memutuskan untuk membantunya terlebih dahulu.
Emy membantu di meja kasir, sedangkan Sonya membantu para pelayan untuk mengantarkan pesanan ke meja-meja pelanggan. Hingga ia tiba di sebuah meja yang di isi oleh beberapa anak muda seumuran dengannya. Beberapa pemuda langsung saja menggoda Sonya karena memang gadis itu memiliki daya pikat tersendiri. Wajahnya yang manis dan tubuhnya yang agak mungil membuat ia makin terlihat imut.
"Hai manis, bisakah kau menemaniku? Aku rasa makanan dan minuman ini akan berubah hambar bila engkau menjauh."
"Astaga Bob! Rayuan mu itu sangatlah ketinggalan jaman kau tau? Aku bahkan hampir muntah di buatnya."
"Diam, Pet! Aku sedang mencoba mendekati Nona manis ini, mungkin saja dialah yang akan membantuku keluar dari masa lajang berkepanjangan."
"Maafkan kedua temanku yang kurang waras ini. Tapi, bisakah kau memberitahuku dimana Jessy dan juga Quinsy? Akhir-akhir ini aku tidak melihat mereka bersama kalian." Tanya salah seorang pria yang memiliki wajah lebih tampan dari kedua temannya.
"Ya, Jessy sedang melakukan pemotretan di sebuah kapal pesiar mewah untuk beberapa hari. Sedangkan Quinsy, ia harus kembali ke negaranya karena memiliki sedikit permasalahan di sini." Jelas Sonya singkat.
"Masalah? Apa masalahnya?" Pria itu kembali bertanya, ia memang tidak terlalu akrab dengan Quinsy, tapi gadis itu sudah membuatnya nyaman, bagaikan telah berteman selama bertahun-tahun.
"Maaf Billy, aku tidak bisa menceritakan masalah pribadi orang lain." Jawab Sonya lagi. Mereka telah berkomitmen akan merahasiakan masalah yang menimpa Quinsy dari orang luar. Cukup mereka bertiga dan juga anggota keluarga Quinsy lah yang mengetahui alasan sebenarnya mengapa gadis itu harus ikut pulang ke negaranya.
Billy mengangguk, ia paham mengapa Sonya tidak menceritakan masalah yang menimpa Quinsy, mungkin itu adalah sesuatu yang benar-benar privat bagi keluarga Quinsy.
"Aku permisi dulu, selamat menikmati." Sonya beranjak pergi meninggalkan meja yang dulu duduki oleh Billy dan teman-temannya.
"Hey mengapa tidak kau cegah dia? Aku masih belum mendapatkan nomor kontaknya." Umpat pria yang bernama Boby itu. Dia adalah Adik sepupu Billy, mereka sejak kecil tlah tubuh bersama. Jadi Boby dan Billy memang sangat akrab.
"Apakah aku berhak menahan pemilik Cafe untuk kembali bekerja?"
"Apa?! Dia pemilik Cafe ini? Kau bercanda?" Tanya Boby dan Petter bersamaan. Mereka tidak percaya bila Sonya adalah pemilik Cafe besar tempat mereka nongkrong saat ini.
"Kau bisa tanyakan langsung pada pegawai di sini bila tidak percaya." Tutur Billy dan menyeruput minuman di tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini para model di haruskan mengenakan bikini, sebab mereka akan melakukan sesi pemotretan di tepi kolam renang.
__ADS_1
Kebetulan Morgan juga di undang seseorang untuk bersantai di sekitar kolam renang sembari memperbincangkan masalah bisnis. Tanpa sengaja, mata Morgan melihat Jessy yang tengah berpose seksi dengan hanya menggunakan bikini saja.
Mata Morgan seakan terpana akan pemandangan itu. Bukannya ti
ak oernah melihat wanita yang mengenakan pakaian semacam itu. Apalagi ia sudah bertahun-tahun hidup di kota besar seperti New York ini. Tentu saja hal semacam itu sudah sangat sering di jumpainya. Namun, entah mengapa saat ia melihat Jessy yang mengenakan pakaian itu, ia seakan terhipnotis untuk terus menatapnya.
"Tuan Mirgan, apakah ada masalah?" Tanya rekan bisnis Morgan yang membuatnya kemudian tersadar.
"Oh! Tidak, tidak, lalu apa rencana Anda selanjutnya." Morgan langsung menghentikan fantasy liar di dalam pikirannya dan kembali ke dunia nyata.
Tepat tengah hari, pemotretan akhirnya selesai. Jessy dan teman-temannya sudah bisa menikmati liburan mereka di atas kapal pesiar mewah itu.
Dan berhubung ini sudah masuk jam makan siang, Jessy memutuskan untuk pergi ke restoran dan memesan suatu makanan. Ketika gadis itu menunggu makanan yang dipegangnya tiba, ada seorang anak kecil yang menabrak mejanya.
"Au...!" Ucap anak itu berteriak kesakitan.
"Apakah kau baik-baik saja? Sini Aku lihat lukamu," ucap Jessy penuh kelembutan dan melihat siku anak kecil itu yang mulai berdarah.
"Daddyku sedang di toilet, dia menyuruhku untuk mencari tempat duduk lebih dulu."
Usai anak kecil itu berkata, seorang pria tampan datang menghampiri mereka. Ia berjongkok dan memegang pundak anak itu.
"Endrw, ada apa?"
"Dia tidak sengaja menabrak ujung meja, dan sakunya berdarah. Saya ingin mengantarkannya kepada Ayah dan juga Ibunya, tapi tapioka bilang Ayahnya sedang berada di toilet."
"Oh, maaf atas kecerobohan putra saya. Em, begini saja, bagaimana bila makanan Nona biar saya yang membayarnya."
"Tidak perlu Tuan, toh saya tidak dirugikan sama sekali." Tolak Jessy halus, tapi laki-laki itu terus memaksa. Akhirnya Jessy pun setuju untuk negerimu tawaran orang itu.
"Malam ini akan ada pesta dansa, apakah Nona Jessy akan ada di sana?"
"Mungkin, tapi saya rasa juga tidak. Sebab saya tidak bisa berdansa. Akan sangat canggung berada di pesta itu bila hanya datang untuk melihat-lihat saja." Jessy mengakhiri makan siangnya, dan kemudian berpamitan kepada Ayah dan anak itu.
__ADS_1
"Saya sudah selesai, kalau begitu saya permisi. Selamat siang."
Baru saja Jessy meninggalkan meja makannya, ia sudah bertemu dengan laki-laki tampan lain. Pria itu menarik Jessy menuju tempat yang agak sunyi.
"Hey, apa yang kau lakukan?"
"Aku ingin menagih hutangmu. Bukankah kau berjanji akan membalas kebaikanku?"
Jessy menatap tak percaya pada lelaki di hadapannya itu. Bagaimanamungkin ada pria yang begitu perhitungan di dunia ini, apa lagi terhadap seorang wanita.
'Pantas dijadikan dia hingga kini masih belum memiliki kekasih. Dasar, pria pelit!' Umpat Jessy dalam hati.
"Ya, dan berapakah saya harus membayar jerugian Tuan Morgan ini?"
"Apakah aku terlihat semiskin itu?" Tanya Morgan lagi dengan nadameremehkan lawan bicaranya.
"Lalu apa yang Tuan Morgan inginkan?" Tanya Jessy kembali, kini ia sudah mulai geram akan tingkah Morgan.
"Aku ingin kau menemaniku ke owsta dansa malam ini sebagai pasangan dansaku."
BERSAMBUNG....
...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...
...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJA AUTHOR....
^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^
^^^votenya ya...^^^
^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^
I♡U READER'S...😙😙
__ADS_1