TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MOBIL BERGOYANG


__ADS_3

"Lihat aku, ceritakan apa yang terjadi? Ini bukanlah kali pertama mereka bertengkar di depan kita."


Hans awalnya tidak ingin menceritakan masalah yang menimpanya, tapi Jessy terus memaksa dan akhirnya ia mulai buka mulut.


"Aku..aku, memiliki hutang banyak pada teman-temanku. Dan mereka ingin menerima pembayarannya besok. Tapi Mom dan Dad tidak mendengarkanku, mereka malah saling menyalahkan."


"Berapa hutangmu?"


"Em...empat juta Dollar." Jawabnya dengan ragu, Jessy langsung membelalakan mata saat mendengar uang yang di habiskan oleh Adiknya bisa sebanyak itu.


"Apa?! Kau gila?! Uang sebanyak itu untuk apa saja?"


"Ak..aku kalah taruhan motor."


Jessy bangkit dan meremas rambutnya kuat, ingin rasanya Jessy menendang dan menampar wajah sang Adik saat ini juga. Tapi itu bukanlah solusi untuk masalah ini.


"Ok, minta waktu pada teman-temanmu itu satu minggu lagi, akan ku coba mencarikan uangnya."


Hans tersenyum dan mengangguk cepat, seperti biasanya Jessy adalah Kakak yang terhebat dan selalu bisa diandalkan. Akhirnya Jessy pergi meninggalkan kamar sang Adik dan menuju ruang tamu di mana kedua orang tuanya berada.


Meliaht putri sulung mereka turun, Mr. Clond dan Nyonya Rossy bangkit lalu menatap wajah putrinya seakan bertanya mengenai putra tunggal mereka. Gadis cantik itu duduk di hadapan kedua orang tuanya yang terlihat panik akan kehadirannya di ruangan itu.


"Dia memiliki hutang empat juta Dollar pada teman-temannya."


Mata kedua orang tua itu melebar tatkala Jessy mengucapkan nominal uang pinjaman putra mereka di luar sana.


"Ini semua karena kau yang tidak berguna sebagai seorang Ibu. Lihatlah putramu itu, dia bahkan berani meminjam uang sampai sebesar itu pada orang lain."


"Kau menyalahkanku? Sadarkah kaulah Ayah yang gagal! Di mana kau saat mereka membutuhkan sosok seorang Ayah? Kau hanya sibuk dengan perjalanan bisnismu."


Mendengar kedua orang tuanya yang mulai saling menyalahkan, Jessy berdiri dan membanting tasnya ke atas meja. Sontak saja hal itu membuat bungkam kedua orang tua egois itu.


"Apakah kalian tidak bisa sekali saja untuk tenang? Pernahkah terlintas dalam pikiran kalian mengenai perasaan putra dan putri yang kalian besarkan?" Jessy tersenyum sinis lalu melanjutkan ucapannya.


"Kalian adalah orang tua yang sangat egois, kalian hanya mementingkan diri kalian sendiri dan tidak perduli pada kami. Terkadang aku bingung, apa alasan kalian sebenarnya yang masih bertahan hingga kini? Bisakah kalian menjawabnya?"


Kedua orang itu hanya diam dan saling melemparkan pandangan ke arah yang berbeda.


"Baiklah, lupakan pertanyaanku itu, bagaimana mengenai hutang Hans?"

__ADS_1


"I..itu terlalu banyak, Ayah tidak akan mampu membayarnya."


"Ya, dan usaha Ibu akhir-akhir ini mengalami kemunduran. Jadi akan sangat sulit untuk mengeluarkan uang sebanyak itu."


Jessy menggeleng, ia tahu betul itu bukanlah alasan utama mereka, Jessy berdiri dan menepuk kedua tangannya.


"Benarkah? Bukankah itu semua karena pria muda yang ibu pelihara?"


Nyonya Rossy terbelalak saat Jessy mengatakan hal itu. Ia tidak menyangka bila putrinya ternyata mengetahui hubungan gelapnya bersama pria muda bernama Velix.


"Apa?! Dasar wanita j*l*ng!" Ucap Tuan Clond dan melayangkan tangannya ingin menampar wajah sang istri. Tapi lengannya ditahan oleh Jessy hingga wajah Nyonya Rossy tidak jadi mendapatkan tamparan itu.


"Kau tidak perlu berpura-pura emosi Tuan Clond. Bukankah kau yang lebih dulu mengkhianati Ibu? Jangan pikir Aku tidak mengetahui hubunganmu dengan wanita bernama Lily itu."


Mr. Clond juga tak kalah terkejut, rupanya putri sulung mereka itu telah mengetahui semua kebusukan mereka selama ini dan menyimpannya sendiri.


Andaikan hari ini Hans tidak melakukan hal konyol yang membuat Jessy kembali ke rumah, mungkin gadis itu akan terus berpura-pura tidak tahu selamanya.


"Singkirkan tatapan itu dari wajahmu. Sekarang aku ingin kalian menyediakan uang sebanyak 2 juta Dollar, biar Aku yang mengurus sisanya."


Usai berkata demikian, Jessy melepaskan genggaman tangannya dari lengan sang Ayah. Lalu meninggalkan kediaman kedua orang tuanya itu.


Tuan Clond dan Nyonya Rossy masih terduduk di tempatnya. Mereka sama-sama saling merenungi kesalahan masing-masing.


Hingga tanpa mereka sadari bila rumah tangga mereka saat ini sudah hancur dan ketiga putra putri mereka menjadi korban ke egoisan keduanya.


...----------------...


Jessy kini berada di sebuah bar, gadis itu menikmati minuman beralkohol sendirian. Sudah banyak bekas botol yang tergeletak di sisi meja tempatnya duduk. Ia saat ini benar-benar merasa lelah akan kehidupan yang di jalaninya.


Mulai dari perselingkuhan dan pertengkaran di antara kedua orang tuanya, hutang piutang sang Adik, hingga beban masalah yang lain. Hanya dengan minuman beralkohol itulah ia berharap dapat melepaskan bebannya malam ini.


Namun, kedatangan beberapa pria yang mencoba untuk menggodanya  menambah keruh suasana hatinya. Jessy bangkit dari tempat duduknya dengan sempoyongan dan akhirnya pergi meninggalkan bar itu.


Walaupun gadis itu dalam keadaan mabuk tetapi ia masih dapat fokus dalam menyetir mobil. Jessy berhenti di lampu merah dan ingin menyalakan musik di mobilnya. Hingga tiba-tiba saja, ada sebuah mobil lain yang menabrak mobilnya dari belakang dan membuat kepala gadis itu terbentur stir.


"Damn!"


Jessy yang merasakan keningnya berdenyut sakit, turun dari mobil dan menghampiri mobil di belakangnya. Gadis itu menggebrak bagian depan mobil itu dengan kasar.

__ADS_1


"Hey, turun kau mother's f*cekers!"


Pria yang mengendarai mobil itu turun dari mobilnya dengan mengangkat kedua tangan ke atas.


"Kau! Apakah kau tidak memiliki mata?"


"Ok aku minta maaf, aku tidak sengaja. Tadi aku sedang tidak fokus saat menyetir."


Jessy melayangkan sebuah bogem mentah ke arah wajah pria itu. Dan saat dia ingin melayangkan pukulan kedua kali, pria itu menahan serangan Jessy. Ia melipat tangan gadis itu kebelakang tubuhnya dan membuat Jessy kesulitan bergerak.


Tapi Jessy tidak kalah akal, ia membalikkan tubuhnya ke arah berbeda dan membuat posisinya kini berada di depan pintu mobil yang masih terbuka. Ia mencoba untuk melakukan tendangan, sayangnya lagi-lagi pria itu mampu menahan serangan yang diberikannya.


Akibat alkohol yang di konsumsinya saat di bar tadi, tubuh Jessy menjadi tidak seimbang dan mudah limbung. Keduanya terjatuh ke dalam mobil dengan posisi pria itu di atasnya.


Tanpa sengaja botol air mineral yang berada di atas dashboard terguling dan tumpah ke baju keduanya hingga basah. Namun hal itu tidak diperdulikan oleh Jessy, ia masih terus berusaha untuk melakukan perlawanan.


Tapi pria tadi tidak melepaskan pegangannya pada pergelangan rangan Jessy. Hal itu membuat mobil bergoyang-goyang seperti saat ada gempa.


Rupanya dari jauh datanglah sebuah mobil Polisi yang melintas. Dua orang Polisi turun dan melihat dua mobil yang berhenti di tengah jalan. Mereka juga melihat salah satu mobil itu bergoyang-goyang.


Akhirnya para Polisi itu memutuskan untuk menghampiri mobil yang bergoyang itu dan mendapati dua orang pria dan wanita seperti tengah melakukan hal yang tidak pantas di sana.


"Hey, apa yang kalian lakukan?!"


Mendengar ada panggilan di belakang tubuhnya, pria yang menahan pergelangan tangan Jessy pun menoleh. Pegangan tangan pria itu melonggar, Jessy memanfaatkan kesempatan itu dan memberikan satu pukulan lagi untuk pria yang menahannya. Membuat tubuh pria itu roboh ke atas aspal.


"Apa kau gila? Kau sudah memukulku dua kali." Ucap pria itu sambil memegangi rahangnya yang terasa sakit akibat tamparan dari gadis muda di hadapannya.


Para Polisi kemudian mendekat dan membantu pria berwajah tampan itu berdiri.


"Ada apa di sini?" Tanya salah satu Polisi pada kedua orang itu.


"Dia mencoba memp*rkos*ku tadi."


Mendengar hal itu kedua Polisi tadi langsung menoleh kearah pria itu.


"Apa?! Tidak, dia mabuk tolong kalian jangan mempercayainya." Ucap sang pria mencoba membela diri di hadapan para Polisi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


♡Makasih untuk dukungan dari kalian,itu sangat berharga bagi aku!😊


Tetap jadikan favorit dan mohon komentarnya untuk jadi motivasi aku kedepannya.😉♡


__ADS_2