
Tibalah hari lomba fashion show akan dimulai, Quinsy beserta timnya telah selesai memperbaiki gaun mereka. Dan mereka juga mendapatkan giliran pertama untuk tampil. Dengan perasaan was-was, juga sedikit bangga, Quinsy beserta tim menunggu di balik panggung.
Sedangkan dari kejauhan, senyum jahat seorang pria tak lepas dari wajahnya. Bisikan-bisikan mengenai gaun Quinsy yang telah dirusak seseorang menyebar di kalangan peserta lomba. Hal itu tentu membuat pelaku menjadi kian puas dan yakin bila ia akan dengan mudah menang kali ini. Tujuannya mengikuti lomba bukan hanya untuk mencari ketenaran bagi butiknya saja, tetapi juga menggaet seorang investor ternama yang menghadiri acara itu.
Model yang mengenakan gaun buatan Quinsy mulai melenggang di atas catwalk. Gaun yang ia kenakan sangatlah unik di mata dewan juri. Gaun pertama, meski nampak berantakan, tetapi memiliki kesan simple dan juga menawan. Gaun itu berwarna biru laut, dengan untaian mutiara pink serta taburan bunga kecil di beberapa sisi. Membuat model yang mengenakan gaun tersebut terlihat lebih muda.
Gaun ke dua, berwarna hitam terlihat compang camping, tetapi sangat indah dan terkesan mahal. Dengan beberapa bintik berlian asli, juga bulu-bulu halus yang memberi kesan malaikat pada sang model.
Dan gaun ke tiga, begitu simple namun juga elegan. Gaun dengan warna emas itu panjang menjuntai, berbelahan panjang di sisi kiri dan berhiaskan sulaman tangan asli. Model yang mengenakan gaun itu seakan seorang ratu yang datang dari sebuah negri dongeng. Hal itu membuat dewan juri begitu terpukau dan memberikan tepuk tangan.
"Aku dengar gaun dari tim Nona Quinsy telah disabotase oleh seseorang. Tapi, rasanya tidak mungkin. Sebab, gaun-gaun yang aku lihat kali ini begitu luar biasa." Ujar salah satu dewan juri berbisik pada seseorang di sampingnya.
"Cari tau tentang masalah gaun yang disabotase. Lihat semua rekaman kamera pengawas di setiap sudut." Bisik pria itu pada orang kepercayaannya.
__ADS_1
Kepuasan yang ia lihat dari dewan juri membuat Henry menjadi geram. Susah payah ia menyelinap masuk dan merusak gaun-gaun Quinsy, ternyata itu justru menjadi nilai plus di mata dewan juri. Kini, ia hanya bisa berharap, juri dapat memberikan nilai sempurna untuk hasil karyanya.
"Tuan, saya telah menemukan bukti orang yang telah merusak gaun Nyonya Quinsy."
"Bagus. Kita akan memberikan kejutan untuknya di penghujung acara nanti." Glen duduk di antara para dewan juri. Ia sebelumnya tidak mengetahui bila istrinya itu akan menjadi salah satu peserta dalam acara yang ia buat. Glen baru menyadari hal itu, ketika melihat nama daftar peserta. Dan kembali terkejut ketika beberapa dewan juri membicarakan tentang gaun yang Quinsy buat ternyata dirusak seseorang.
Setelah semua peserta telah menampilkan hasil karyanya, sekarang adalah saat untuk menetapkan siapakah pemenang lomba. Host menyebutkan beberapa nama desainer yang terpilih menjadi sepuluh besar, dan salah satunya adalah tim Quinsy. Satu persatu urutan pemenang lomba di hitung mundur. Hingga, tersisa tiga nama desainer yang akan menduduki peringkat pertama kedua dan ketiga.
"Baiklah, sekarang adalah saat yang mendebarkan. Kira-kira dari ketiga peserta ini, siapakah yang akan menjadi juara pertama? Mari kita lihat dari juara ketiga, jatuh kepada...! Selamat kepada Nona Alodya, telah menjadi pemenang juara ketiga."
"Tersisa dua kandidat di sini. Siapakah diantara mereka yang akan menyandang gelar desainer berbakat malam ini? Langsung saja kita sebutkan, Nona Karren La Quinsy, sebagai pemenang lomba kedua."
Quinsy bersama timnya amat bersyukur pada Tuhan, sebab, mereka masih bisa menjadi juara meski telah dicurangi oleh orang lain. Dan berkat kreativitas serta ketekunan yang dimiliki Quinsy lah, mereka dapat menjadi juara dua. Glen melihat begitu banyak plester luka menempel pada telapak tangan dan jemari istrinya. Glen tau, itu pasti didapat karena harus memperbaiki gaun dengan tempo waktu singkat.
__ADS_1
"Dan selamat kepada Tuan Henry, telah menjadi juara utama dalam ajang kali ini. Karyamu begitu menakjubkan."
"Hey, ada apa ini? Apakah akan ada kejutan?" Tanya para tamu kebingungan atas pemadaman listrik yang tiba-tiba.
Hati Glen menjadi makin geram, dan ketika host menyebutkan juara pertama lampu tiba-tiba padam. Layar di belakang panggung menyala, menampilkan gambar seorang pria yang diam-diam merusak gaun cantik Quinsy.
"Lihat! Bukankah itu pemenang kontes ini? Ternyata dia telah menyabotase gaun milik rivalnya."
"Wah, apakah dia masih pantas berada di posisi itu?"
"Tak menyangka, rupanya dia bukanlah orang berbakat. Dia hanyalah pecundang yang ingin menang dengan cara instan."
Semua pengunjung acara itu berbicara dan menunjuk-nunjuk ke arah Henry. Henry sendiri tak dapat mengelak, semua bukti sudah nyata terpampang dan dilihat semua orang.
__ADS_1
'Bagaimana mungkin? Aku sudah menyingkirkan orang yang menjaga kamera pengawas. Bahkan, aku sendiri yang menghapus rekaman itu. Dari mana mereka mendapatkan bukti-bukti ini?' Batin Henry bertanya-tanya. Polisi pun tiba membawa pria itu pergi dan menjalani proses hukum.
BERSAMBUNG...