TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
KEKHAWATIRAN TUAN DAN NYONYA HEMSWORTH


__ADS_3

"Maaf sudah membuatmu menunggu Mr. Arnold." Arnold yang mendengar suara dari belakangnya menoleh. Ia melihat penampilan Quinsy yang terlihat sedikit berantakan tetapi tetap cantik. Jantung Arnold berdegup kencang seakan ingin melompat dari tempatnya. Ia bahkan merasa takut bila Quinsy akan mendengar suara detak jantungnya.


"Tak apa. Aku masih belum lama berada di sini. Mari kita memulai pembahasannya." Ucap Arnold berusaha menyembunyikan detak jantungnya. Satu persatu pembahasan materi mulai pria itu terangkan pada Quinsy. Dan berkat otak cerdas yang gadis itu miliki, ia dengan mudah menangkap semua yang dosen muda itu terangkan padanya.


Ternyata hari ini Tuan dan Nyonya Hemsworth datang berkunjung. Mereka melihat Quinsy tengah fokus dengan penjelasan dari mentor di hadapannya, hingga tak menyadari kehadiran Ayah dan Ibu mertua di belakang. Kebetulan Nyonya Karren yang ingin mengambil ponselnya di kamar, melihat kedua besannya datang. Ia pun langsung membawa mereka menuju kamar sang cucu.


"Pria tadi, bukankah dosen di kampus Quinsy?"


"Ya, dia datang kemari karena memberikan pelajaran tambahan untuk Quinsy. Sebab, Quinsy sudah jauh sekali tertinggal." Jelas Nyonya Karren pada besan perempuannya.


Keduanya saling berbincang sambil bermain dengan cucu-cucu mereka. Sementara Tuan Hemsworth terlihat menghubungi seseorang di luar. Dengan perasaan gelisah, Nyonya Hemsworth mendatangi suaminya ke balkon luar.


"Dad, apakah kau menyadari tatapan pria tadi pada menantu kita? Sepertinya, dia menyukai Quinsy."


"Benarkah? Dari mana Mommy tau?" Tuan Hemsworth menatap wajah cantik istrinya. Tuan Hemsworth tau, istrinya itu tengah mengawatirkan hubungan putra dan menantu mereka. Tetapi, Tuan Hemsworth pun yakin, Quinsy bukanlah wanita yang mudah berpaling.


"Ayolah Dad, kita ini pun pernah muda. Dan Mommy yakin, Mommy tidak salah tentang ini."


"Lalu, apa yang akan Mommy lakukan?"

__ADS_1


"Kita harus mencegah hubungan mereka terus berkembang. Bila terus dibiarkan, mereka bisa saja benar-benar akan bersama. Pria itu cukup tampan, Tutur katanya pun begitu lembut. Belum lagi mereka akan selalu bersama untuk waktu yang entah sampai kapan. Benih cinta itu pasti akan segera muncul."


Tuan Hemsworth menghembuskan nafasnya lemah sembari menggeleng mendengar kekhawatiran istrinya yang terdengar agak berlebihan.


"Bila memang itu benar-benar terjadi, berarti pria itu memang pantas untuk Quinsy. Kita tidak bisa mengharapkan Quinsy untuk terus bersama dengan putra kita. Dia yang tidak bisa menghargai istrinya dan pantas ditinggalkan. Quinsy pun berhak untuk bahagia."


Akhirnya Nyonya Hemsworth berhenti berceloteh. Apa yang dikatakan oleh sang suami memanglah benar. Putranya sudah keterlaluan, sebab membiarkan Quinsy yang sedang hamil besar sendirian demi wanita lain. Kini mereka kembali masuk dan bermain bersama kedua baby twins.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Hari ini adalah peresmian kafe baru Emy dan Sonya, dan seperti yang sudah disepakati, Jessy dan Billy menjadi wajah dari kafe itu. Para penggemar yang sudah tidak asing dengan wajah kedua model muda itu langsung menyerbu. Banyak dari mereka yang berfoto bersama kedua model idola kaula muda itu.


Momen itu tentu sangat menguntungkan bagi Sonya dan Emy, sebab kafe mereka akan dipenuhi oleh para pengunjung. Dan bukan hanya kedua gadis itu saja yang merasa beruntung kali ini. Billy, pria itu juga merasa amat bahagia. Sebab ia dapat lebih dekat lagi dengan gadis pujaannya.


Setelah selesai berfoto ria bersama para fans, Jessy dan Billy beristirahat di ruangan Manajer. Keduanya menikmati minuman yang baru saja Sonya buatkan untuk mereka. Baru saja Jessy duduk, Morgan tiba untuk menjemput Jessy.


"Kau kemari? Bukankah tadi kau bilang kau masih sibuk?" Wajah Jessy menunjukkan raut tidak suka melihat kehadiran sang kekasih.


FLASH BACK ON...

__ADS_1


"Besok aku akan mengadakan pemotretan di kafe baru Sonya. Apa kau bisa menemaniku di sana?" Pinta Jessy dengan nada manja.


Mereka saat ini tengah berdua di sebuah restoran dekat perusahaan Morgan. Jessy sengaja datang untuk mengajak kekasihnya makan siang bersama. Dan kebetulan, Morgan ada janji dengan kliennya di restoran itu. Jadi, langsung saja mereka bertemu di sana.


"Kenapa aku harus menemanimu? Bukankah biasanya kau tidak pernah meminta ditemani saat melakukan pemotretan?"


"Di sana akan ada banyak penggemar yang datang. Aku akan sangat kesulitan menghindar dari mereka, aku ingin kau menjadi alasanku untuk menghindari sesi pemotretan bersama mereka."


"Selamat siang Tuan Morgan," Seorang wanita berparas cantik datang menghampiri meja Jessy dan Morgan. Wanita itu nampak begitu menawan, ia memiliki raut wajah nan tegas serta tubuh yang indah.


"Oh, selamat siang Nona Fanny."


"Maaf sudah membuatmu menunggu. Aku agak kesulitan menemukan tempat ini."


"Tak apa. Perkenalkan ini adalah-" Belum sempat Morgan memperkenalkan Jessy pada wanita bernama Fanny itu, ia sudah lebih dulu memotong ucapan Morgan. Ia menjulurkan tangan pada Jessy dan disambut oleh gadis itu.


"Model ambassador perusahaan Anda bukan? Saya sempat melihatnya waktu itu. Perkenalkan, nama saya Fanny. Lain waktu, saya mungkin juga akan meminta Anda menjadi model prodak baru kami."


BERSAMBUNG…

__ADS_1


__ADS_2