
"Kau harus membayarku lebih untuk kejadian malam ini. Andai ku tau resikonya hingga seperti ini, aku tidak akan mungkin datang."
"Ya, ya, kita bicarakan itu nanti. Sekarang profesional lah dengan tugasmu."
Morgan membawa Jessy ketengah acara berlangsung, di sana sudah ada tiga orang yang menunggu kedatangan mereka dengan senyuman lebar.
"Weits...akhirnya kau memiliki pasangan. Aku sempat takut dekat denganmu selama ini." Ucap salah satu teman Morgan yang terlihat sedikit bertubuh lebih subur dari yang lainnya.
"Hai cantik, aku George, siapa namamu?"
"Hai George, aku Jessy."
"Jessy? Nama yang cantik,"
Obrolan terus berlangsung antara Jessy dan teman-teman Morgan hingga pesta dansa pun di mulai. Banyak pasangan yang saling menunjukkan kemampuan dalam berdansa dalam peta tersebut. Morgan juga membawa Jessy untuk turun ke lantai dansa, gadis muda itu sempat menolak ajakan Morgan. Tapi entah bagaimana caranya Morgan meyakinkan Jessy, hingga ia pun setuju dan ikut berdansa.
Semenjak kedatangan Jessy ke acara dansa tersebut ada seorang pria yang selalu memandangnya dari kejauhan dan mencari kesempatan untuk berbicara dengan gadis cantik itu. Hingga kini, ia pun mendapat kesempatan untuk dekat dengan gadis itu di lantai dansa.
Acara pesta dansa itu mengambil gaya Eropa yang saling bertukar pasangan saat tengah menari bersama. Jadi pria berpapasan tampan itu mengajak salah seorang wanita yang juga menghadiri pesta tersebut, ikut turun ke pesta dansa. Saat ada kesempatan datang, ia menarik Jessy ke dalam pelukannya.
"Selamat malam Nona Jessy,"
"Oh, Anda adalah..?"
"Aku adalah Ayah Endrw yang menabrakmu waktu."
"Oh, ya saya ingat, anak laki-laki yang tampan waktu itu"
"Senang Nona Jessy masih mengingat kami."
Morgan diam-diam memperhatikan pembicaraan kedua orang itu dari kejauhan. Ada rasa jengkel yang terbesit dalam hatinya saat melihat Jessy tertawa bersama pria lain. Ingin rasanya ia menarik kembali Jessy dari dekapan pria asing itu, namun ia sadar. Dirinya dan juga Jessy tidak memiliki ikatan apapun yang memberinya hak untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Hingga kini tiba waktunya untuk kembali bertukar pasangan, Morgan bergegas meraih Jessy kembali ke dalam pelukannya.
"Aku tidak menyangka, ternyata Nona Jessy ini memiliki banyak kenalan di pesta ini."
"Tentu saja, sebagai seorang model saya harus mencari sumber daya lain untuk dapat menunjang karir saya kedepannya. Apakah itu mengganggu Anda Tuan Morgan?"
Morgan tersenyum sinis akan pertanyaan Jess, walaupun sebenarnya ia memang tidak suka melihat kedekatan Jessy dengan pria lain, Tapi Morgan tidak ingin mengakui itu.
"Bagaimana bila aku yang akan menjadi sponsor tetap untukmu, apakah kau akan menyetujuinya?"
"Tergantung seberapa banyak keuntungan yang akan Anda berikan untuk saya, dan seberapa lama jangka waktu yang Anda tawarkan."
"Bagaimana bila aku mengatakan jika keuntungannya adalah seluruh aset yang kumiliki dan untuk selamanya?"
"Maksud Tuan..."
"Jadilah kekasihku!"
Jantung Jessy ingin melompat dari tempatnya saat ini setelah mendengar permintaan Morgan padanya. Bahkan rohnya seakan akan ada menuju langit dengan ribuan kupu-kupu yang beterbangan di dadanya. Ia tak menyangka ucapan itu keluar dari mulut pria di hadapannya itu.
'Tunggu! Jangan senang dulu Jessy, mungkin saja ada niat lain di balik ucapannya. Tidak mungkin ia menyukaimu secara tiba-tiba bukan?' Pikir Jessy yang masih belum percaya akan permintaan Morgan. Walau dirinya memang menyukai pria di hadapannya itu, tapi Jessy tidak ingin terlalu senang terlebih dahulu.
"Apa tujuan Anda mengatakan ini?"
Tuk..!
Morgan menyentil kening Jessy bersamaan dengan berhentinya tarian dansa dan membuat gadis cantik itu mengaduh kesakitan.
"Apakah aku masih harus menjelaskan padamu mengenai perasaanku?"
Jessy hanya melongo di buatnya, otaknya seakan beku saat ini. Ia masih menunggu pernyataan cinta resmi yang keluar langsung dari mulut Morgan.
__ADS_1
"Aku menyukaimu Nona Jessy! Aku tidak tau kapan tepatnya rasa ini mulai ada, aku bahkan tidak tau mengapa. Hanya saja, aku merasa nyaman bila di dekatmu, aku benci melihatmu dekat dengan pria lain manapun, aku ingin kau hanya nenjadi milikku. Jadi, maukah kau menjadi kekasihku?"
Tanpa pikir panjang lagi, Jessy langsung mengangguk setuju dan memeluk tubuh kekar Morgan. Entah ini mimpi ataupun kenyataan, yang pasti Jessy berharap waktu berhenti di sini dan membuatnya selalu berada di sisi Morgan.
...----------------...
Setelah pekerjaannya di kapal pesiar telah selesai, Jessy kini menemui kedua sahabatnya yang telah menunggu di bandara. Hari ini mereka akan pergi ke negara kelahiran salah satu sahabat mereka, Quinsy. Jessy tidak memperdulikan rasa lelah pada tubuhnya, yang ia inginkan hanyalah segera bertemu dan melihat keadaan Quinsy saat ini.
Penerbangan yang cukup lama memakan waktu itu memberikan kesempatan padanya untuk mengistirahatkan diri di pesawat. Untung saja mereka memilih kelas VVIV hingga mendapatkan pelayanan khusus dan ruangan yang nyaman.
Emy dan Sonya tengah asik berbincang mengenai apa saja yang akan mereka lakukan bila sudah tiba di Indonesia nanti. Kedua remaja itu sangat antusias menunggu ketiban mereka di negara yang memiliki seribu pulau tersebut.
"Aku sangat merindukan Quinsy, kira-kira bagaimana keadaannya sasaat ini? Kita bahkan tidak akan pernah tau apa yang terjadi padnya andai saja Jessy tidak mengajak kita bertemu di lapangan golf waktu itu." Tutur Emy dengan nada sedih. Keceriaan yang terukir di wajahnya sirna seketika.
"Ya, dan kita juga akan sangat menyesal karena sudah membiarkan sahabat kita menderita sendirian." Ucap Sonya ikut menimpali.
Kejadian buruk yang menimpa Quinsy pastilah sangat berat baginya. Tapi, yang lebih membuat ketiga remaja sahabat Quinsy tersebut lebih terluka adalah, mereka baru mengetahui kejadian tersebut setelah sekian lamanya Quinsy menghilang. Mereka tidak ingin Quinsy memikul beban berat itu seorang diri, itulah mengapa ketiga gadis remaja itu memutuskan untuk mengunjungi Quinsy di negara asalnya.
Sembari menunggu pesawat mendarat, Emy dan Sonya ikut mengistirahatkan diri bersama Jessy. Sebab butuh waktu sekitar 22 jam hingga akhirnya mereka saat menginjakkan kaki di negara zamrud khatulistiwa.
BERSAMBUNG....
...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...
...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....
^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^
^^^votenya ya...^^^
^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^
__ADS_1
Iā”U READER'S...šš.