TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
PESTA DANSA


__ADS_3

Quinsy hari ini memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah sakit sendiri. Sebab sang Ibu ingin putrinya itu lebih mendekatkan diri pada calon suami sekaligus Ayah dari anak yang ia kandung saat ini. Nyonya Karren juga berharap, Quinsy dapat membuka hatinya pada Glen agar ia menemukan kembali cinta dalam hatinya yang sudah lama membeku.


Tok..tok..tok...


Quinsy membuka pintu dan melihat suster baru saja selesai menggantikan perban di dada Glen. Gadis manis itupun melangkah masuk dan duduk di kursi yang terletak di sisi ranjang pasien.


"Kemungkinan besok lusa Tuan Hemsworth sudah bisa keluar, tapi ingat untuk menjaga luka ini agar tidak terkena air." Ucap sang suster menjelaskan pada Quinsy. Karena ia tidak terlalu mahir dalam menggunakan bahasa Inggris, makanya suster itu memilih memberitahukan hal itu padanya.


"Baiklah sus, terimakasih."


"Aku permisi dulu, kalau ada apa-apa tekan saja tombol itu." Ucap sang suster dan meninggalkan Glen bersama Quinsy.


"Apakah sakit?"


"Tidak,"


"Maaf karenaku kamu terluka seperti ini," Ucap Quinsy dengan nada setengah berbisik. Entah mengapa akhir-akhir ini ia begitu mudah terbawa emosi. Mungkin karena hormon kehamilannyalah yang membuat Quinsy seperti itu.


"Tidak, luka yang kurasakan ini masih tak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang sudah ku lakukan padamu."


Ucapan Glen makin membuat Quinsy menjadi lebih sedih lagi. Gadis cantik itu langsung terisak dengan derai air mata yang membanjiri wajahnya.


Adegan tersebut di lihat langsung oleh kedua orang tua Glen yang baru saja tiba dari New York. Mereka melihat Glen yang mencoba untuk menenangkan Quinsy dalam dekapannya.


"Anak bodoh! Apa yang sudah kau lakukan pada gadis malang ini hah?!" Bentak Nyonya Hemsworth sembari memberikan pukulan-pukulan mautnya di lengan Glen.


"Aduh! Mom! Aku tidak melakukan apapun padanya."


"Tidak melakukan apapun? Lalu coba kau jelaskan mengapa gadis ini bisa sampai menangis?"


"Aku juga tidak tau," lirih Glen sambil mengusap bahunya yang terasa kebas akibat hantaman tas dari sang Ibu.


"Sayang, coba jelaskan. Apakah Glen memaksamu lagi?"


"Mom, aku tidak-"


"Diam! Aku tidak bertanya padamu!" Bentak Nyonya Hemsworth yang tidak menunggu putranya selesai berbicara bahkan mampu membuat Glen langsung terdiam.

__ADS_1


"Ayo, ceritakan pada Mommy, apakah Glen menyakitimu? Jangan takut, Mommy ada di sini." Pelukan Nyonya Hemsworth memberikan ketenangan pada Quinsy. Ia mencoba menetralkan nafasnya terlebih dahulu sebelum bercerita.


"Tidak, Glen tidak salah. Hanya saja belakangan ini aku memang sangat sensitif, bahkan aku bisa menangis tanpa sebab yang pasti."


Nyonya Hemsworth tertawa mendengar penuturan Quinsy, kini ia tau mengapa gadis manis itu bisa menangis seperti barusan. Rupanya itu semua di sebabkan oleh hormon kehamilannya saat ini.


"Syukurlah bila alasanmu menangis bukan karena Glen, Mommy jadi lega."


"Maaf karena sudah membuat Tante khawatir."


"Tak apa sayang, itu semua adalah hal wajar. Itu bukanlah kehendakmu, dan jangan memanggilku Tante lagi! Panggil aku Mommy!"


"Mommy?" Beo Quinsy masih tak mengerti.


"Ya, karena sebentar lagi kau akan menjadi menantu keluarga Hemsworth. Mommy harap kau dapat memaafkan kesalahan yang sudah Glen lakukan padamu." Pinta Nyonya Hemsworth dengan tatapan penuh permohonan.


"Terimakasih Mommy," ucap Quinsy dan memeluk wanita paruh baya itu. Nyonya Hemsworth pun membalas pelukan Quinsy tak kalah hangat.


"Mommy yang seharusnya berterimakasih padamu. Karena kau sudah mau memaafkan dan menerima putraku yang bodoh ini."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seorang pemuda yang mengenakan tuxedo berwarna biru navy tiba dengan menggandeng gadis muda cantik dan seksi. Tak heran kedatangan mereka mendapatkan sorotan dari para tamu lain. Semua mata yang memandang mereka melihat dengan tatapan memuja.


Apalagi gadis muda yang hadir dalam pesta kalangan orang dewasa itu. Ia bagaikan buah segar di tengah gurun pasir yang tandus. Membuat banyak lelaki menelan ludah saat memandangnya.


Jessy yang mengenakan gaun panjang berwarna hitam dengan belahan dada rendah, juga gaun yang ia kenakan saat ini sangatlah membentuk lekuk indah pada tubuh model cantik itu. Warna hitam yang ia pilih pun menonjolkan warna kulitnya yang putih susu.


Morgan membawa Jessy menghampiri setiap relasi bisnisnya. Ia sengaja mengajak gadis muda itu menghadiri pesta dansa tersebut agar terhindar dari tatapan menjijikkan yang di layangan oleh para wanita pendamping rekan bisnisnya. Morgan pikir dengan hadirnya Jessy, akan membuat para wanita j4l4ng itu segan saat menatapnya. Namun ternyata tidak, mereka tetap saja memberikan tatapan menggoda, bahkan tak segan-segan memberikan kode pada Morgan untuk melakukan hubungan b4dan.


"Wah, rupanya Tuan Morgan memiliki banyak fans di kalangan wanita j4l4ng ya?" Tanya Jessy mencibir Morgan ketika melihat interaksi antara para wanita pendamping itu dan juga pasangannya ini.


"Jangan konyol! Aku membawamu kemari bukan tanpa alasan. Aku ingin kau membantuku menghindar dari mereka."


"Kenapa? Aku lihat, mereka sangat mengagumi Anda." Morgan langsung melayangkan tatapan tajam pada Jessy.


"Ok, ok, aku akan membantumu."

__ADS_1


Tak lama setelah Jessy berucap demikian, salah seorang wanita pendamping dari kalangan orang jepang datang menghampiri mereka dan menyapa Morgan tanpa memperdulikan Jessy di sisinya.


"Selamat malam Mr. Morgan, saya Ana asisten Tuan Yamato, bisakah kita berbincang sebentar?" Pinta wanita itu dengan nada manja.


Jessy yang di acuhkan merasa geram, ia lalu menggandeng mesra lengan kekar Morgan dengan posesif. Jessy juga berkelanjutan manja dan mengeluarkan kemampuan aktingnya untuk mengusir wanita takaran malu itu.


"Sayang, apakah kau akan meninggalkanku demi dia?"


Degh...!


Jantung morgan tiba-tiba berdegup kuat saat Jessy memanggilnya dengan sebutan sayang. Baru kali ini ia merasakan darahnya berdesir hebat pada seorang gadis.


"Ti..tidak,"


"Kau dengar bukan? Priaku tidak akan pergi denganmu, jadi bila ada yang ingin kau bicarakan dengannya, kau bisa membicarakan itu di depanku." Ucap Jessy dengan nada meremehkan.


Melihat hal itu, wanita Jepang tadi bukannya undur diri, ia malah makin nekat. Dia bahkan mendorong tubuh Jessy hingga hampir terjerembab ke lantai andaikan gadis itu tidak berpegangan pada meja di dekatnya.


Melihat hal yang itu, Morgan tidak tinggal diam. Ia langsung menghampiri Jessy dan memeriksa keadaan gadis itu.


"Kau! Bila terjadi sesuatu pada kekasihku, maka jangan harap aku akan melepaskanmu!"


"Tapi Tuan, aku tidak-"


"Minggir!" Hardik Morgan dengan suara tinggi dan membuat gadis Jepang itu berjingkat kaget. Ia langsung menepi saat melihat tatapan dingin dari pria berparas tampan di hadapannya itu.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^

__ADS_1


I♡U READER'S...😙😙


__ADS_2