TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
SULIT MEMILIH


__ADS_3

Setelah mendengar semua cerita Quinsy, Tuan dan Nyonya Hemsworth mengerti keadaan di sini. Mereka juga mengetahui bagaimana rasa cinta putra mereka pada Dania. Tak heran Glen sampai tidak bisa memilih antara Quinsy dan Dania.


"Aku mohon pada kalian untuk tidak menceritakan hal ini pada Glen. Aku tidak ingin dia berpikir aku adalah perempuan yang picik karena sudah memanfaatkan kalian untuk membantuku."


"Tapi sayang, bagaimana Glen bisa menyadari kesalahan yang dia perbuat, bila kita tidak memberitahukannya?"


"Mom, Quinsy benar. Glen adalah pria dewasa, dia semestinya sudah bisa memilih mana yang harus diprioritaskan. Dia tidak bisa selamanya terjebak dalam kenangan masa lalunya setelah mendapatkan hal baru. Apalagi Quinsy saat ini sedang mengandung kedua bayinya."


Nyonya Hemsworth menyetujui ucapan suaminya, tapi dia juga merasa kasian pada Quinsy bila harus memendam rasa sakit ini sendirian.


"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


"Aku hanya ingin melihat sampai mana dia akan terus berhubungan dengan Dania. Dan suatu hari nanti, ketika aku memintanya untuk memilih antara aku dan wanita itu tapi dia lebih memilihnya, setidaknya aku telah siap akan semua hal."


Sikap dewasa Quinsy, membuat Tuan dan Nyonya Hemsworth menjadi kagum. Tidak semua wanita akan berpikiran sama dengan menantu mereka ini. Jika itu adalah wanita lain, pastilah sudah membuat keributan besar atau mungkin juga sudah meninggalkan Glen begitu saja.


"Apakah kau ingin Mommy tetap di sini? Mungkin kau butuh pelukan sewaktu-waktu?"


"Lalu kalian akan tinggal di mana? Dan bagaimana jika Glen tau kalian ada di sini?"

__ADS_1


Tuan dan Nyonya Hemsworth tersenyum lalu berkata, "Kau tidak perlu risau tentang hal itu."


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Siang harinya, Glen kembali ke hotel untuk menemui Quinsy. Ia tau, bila istrinya itu pasti sangatlah merasa bosan sendirian. Tapi Glen merasa sedikit heran, selama dia berada di luar tadi, Quinsy sama sekali tidak menghubunginya.


"Hai, apakah kau mau berjalan-jalan? Atau kau ingin kita makan di luar?" Tanya Glen sambil memeluk perut buncit Quinsy dari belakang.


"Tidak, aku sudah makan siang tadi."


"Kalau begitu, bagaimana jika kita pergi berbelanja. Ada begitu banyak tempat souvernir di sekitar sini."


Glen dan Quinsy menghabiskan waktu seharian untuk sekedar berbelanja atau membeli makanan khas kota T. Senyum manis tak pernah lepas dari wajah ayu Quinsy. Senyuman itulah yang membuat Glen terpesona lalu menaruh hati pada gadis muda yang kini telah menjadi istrinya itu.


''Glen, bagaimana jika seandainya kekasihmu yang menghilang itu kembali? Apakah kau akan kembali padanya?''


Pertanyaan spontan dari Quinsy, membuat jantung Glen berdegup kencang. Ia berpikir mungkinkah istrinya itu telah mengetahui sesuatu? Tapi Glen yakin itu tidak mungkin, bila memang ia, Quinsy tidak mungkin dapat setenang ini.


'Tapi apa yang harus aku jawab? Aku saat ini pun masih belum bisa menemukan jawabannya.' Batin Glen.

__ADS_1


Melihat raut gelisah Glen, Quinsy pun kembali tersenyum dan menggandeng tangan suaminya.


"Aku hanya menanyakan perumpamaan, kau tidak perlu menjawabnya." Ucap Quinsy lembut. Mendengar hal itu, Glen menjadi lega. Ia pikir Quinsy ingin meminta jawaban darinya satu ini juga.


"Ayo kita pulang, aku sudah lelah."


"Baiklah, kau tunggu di sini saja. Aku akan mengambil mobil dulu." Tapi tiba-tiba saja ponsel dalam saku celana Glen berbunyi. Di atas layar hp itu tertulis jelas nama Key. Glen tau itu pasti mengenai kondisi Dania. Ia kemudian menjawab panggilan telepon itu.


"Maaf sayang, ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Aku tidak bisa mengantarkan mu kembali ke hotel. Aku akan menyuruh seseorang untuk menjemputmu nanti."


Wajah panik Glen telah menjawab pertanyaan Quinsy tadi. Dan dengan senyum manisnya, Quinsy kembali mengangguk paham. Derai air mata mengiringi kepergian sang suami. Quinsy tau, bila Glen akan menemui mantan kekasihnya, Dania.


Glen bahkan tidak memperdulikan keadaan Quinsy yang sedang hamil besar. Dengan teganya, dia meninggalkan Quinsy sendirian di tengah kota yang asing.


Rasa sesak, sakit, dan bagai terhimpit batu besar di dadanya, membuat Quinsy kehilangan keseimbangan. Tubuh gadis muda itu terjatuh di trotoar jalanan. Darah segar pun mengalir dari balik dres yang Quinsy kenakan.


Dengan sisa tenaganya, Quinsy mencoba untuk menghubungi Nyonya Hemsworth. Namun tak kunjung juga ada jawaban hingga, ketika kesadaran Quinsy mulai menghilang, barulah telpon itu di jawab.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


~~Duh... gemes deh sama sikap si Glen yang gak gentleman, aku yang nulis aja sampe geregetan sendiri. kalo kalian jadi Quinsy, apa yang akan kalian lakukan?


__ADS_2