
Setelah berkemas, Quinsy beserta kedua orang tuanya kini menuju helikopter untuk kembali ke pusat kota. Mereka memang belum memberitahukan hal ini kepada Tuan dan Nyonya Hemsworth perihal Quinsy yang ingin kembali berkuliah. Tetapi Tuan dan Nyonya Karren yakin, bila besan mereka akan setuju pada pendapat Quinsy.
Dengan memangku baby Zello, Quinsy menatap ke arah luar jendela. Quinsy memandang pulau yang ia tempati selama ini saat helikopter perlahan naik. Dengan menghembuskan nafas kasar, Quinsy mencoba bangkit dari keterpurukannya dan melangkah maju demi putra dan putrinya.
Kenangan Pahit tak semestinya membelenggu kita, kenangan pahit, semestinya kita jadikan motivasi untuk lebih kuat di kemudian hari. Jadikanlah masa lalumu sebagai guru yang kejam. Hingga kau tak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama kembali. Biarlah bayang-bayang Glen, terkubur bersama waktu. Berharap, luka yang ada di dalam hatinya perlahan mengering dan tidak meninggalkan bekas.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
"Tuan, saya menemukan pergerakan di pulau pribadi milik Anda. Dan ada informasi yang mengatakan bila beberapa helikopter terlihat keluar masuk pulau itu. Kemungkinan besar Nyonya berada di sana selama ini."
"Pulau pribadi? Bagaimana mungkin aku melupakan tempat itu. Suruh seseorang untuk menyiapkan helikopter, kita akan menuju kesanga sekarang."
Dengan perasaan berdebar, Glen mengambil langkah lebar menuju atap perusahaan. Diana telah siap sebuah helikopter yang biasa ia gunakan kemanapun. Glen sudah tidak sabar untuk segera bertemu Quinsy. Wajah tampan Glen kini telah terbalut senyum manis. Senyuman yang sudah lama menghilang dan berganti dengan raut penyesalan.
Setelah menempuh waktu beberapa jam, Glen beserta orang-orangnya tiba di pulau pribadi keluarganya. Tapi tidak ada orang lain yang berada di sana selain mereka. Memang tempat itu seakan sudah pernah ditinggali. Namun sepertinya mereka terlambat, Quinsy telah meninggalkan pulau itu. Kekecewaan harus Glen telan, harapannya untuk bertemu dengan orang yang dirindukannya pupus sudah.
"Sial!" Glen mengumpat sambil melempari barang-barang yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"Padahal hanya tinggal sedikit lagi aku bisa bertemu denganmu. Aaaargh...! Sial, sial, sial!" Glen tidak hentinya mengumpat. Tanpa ada pilihan lain, Glen bersama orang-orangnya kembali ke pusat kota.
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Morgan yang mendengar kabar Adiknya akan kembali pulang, mempersiapkan pesta penyambutan. Ia pun tidak lupa meminta bantuan pada kekasihnya untuk membantu. Dengan senang hati Jessy berserta kedua sahabatnya menyiapkan pesta penyambutan itu untuk Quinsy.
"Hey, apakah semuanya sudah selesai? Sebentar lagi Quinsy akan tiba." Tanya Emy dengan membawa beberapa gelas berisi jus di tangannya.
"Semuanya sudah siap. Kita hanya tinggal menunggu kedatangan mereka saja."
Jessy datang bersama Morgan menghampiri Emy dan Sonya yang sepertinya telah selesai dengan tugas mereka. Pesta yang mereka adakan untuk Quinsy memang bukanlah sebuah pesta besar. Dan yang menghadirinya pun hanya mereka berempat saja. Tetapi, ke empat orang itu memiliki tugasnya masing-masing. Emy dan Sonya bertugas menyiapkan makanan juga minuman. Sedangkan Jessy dan Morgan memiliki tugas mencari hadiah untuk kedua bayi kembar Quinsy.
"Surprise..!" Ucap Emy, Sonya dan Jessy setelah Quinsy membuka pintu. Dengan mata berkaca-kaca, Quinsy memeluk ketiga sahabatnya itu. Rasa rindu akan kenangan masa-masa kuliahnya bersama ketiga sahabatnya lah yang membuat Quinsy akhirnya mau meninggalkan pulau.
"Aku sangat merindukan kalian,"
"Begitupun dengan kami," Ucap Emy, Jessy dan Sonya bersamaan. Setelah puas melepaskan rasa rindu, ketiganya mulai mengalihkan perhatian kepada kedua bayi yang menggemaskan digendongnya Tuan dan Nyonya Karren.
__ADS_1
"Ugh, lucunya keponakan Tante, em..."
"Hey, dia itu keponakanku. Kau tidak perlu mengaku-ngaku." Tegas Sonya dan merebut baby Zella dari gendongan Emy.
"Mama mungkin bisa begitu? Jelas-jelas wajah kami berdua begitu mirip." Emy ingin kembali merebut baby Zella, tetapi segera di cegah oleh Jessy.
"Hey, hentikan. Kalian bisa membuat bayi mungil ini terbelah menjadi dua. Lagi pula, aku adalah Tante yang sebenarnya di sini."
"Iuh,," Seloroh Emy dan Jessy bersamaan yang membuat Tuan dan Nyonya Karren terkikik geli.
"Gimana perjalannya tadi?"
"Em lumayan capek. Apalagi Zella dan Zello udah makin gede. Untung ada Mamah dan papah yang bantu pegangin mereka."
Quinsy dan yang lainnya menikmati makanan yang sudah disiapkan oleh Emy dan Sonya. Baby Zella dan Zello juga telah tertidur pulas di dalam gendongan sang baby sitter. Kini giliran Morgan dan Jessy yang menyelesaikan tugas mereka. Keduanya diam-diam mengambil hadiah yang telah mereka beli tadi. Quinsy melihat dua buah troller bayi dan juga banyak baju serta beberapa mainan ada di dalamnya.
"Wah, kalian yang membelinya? Terimakasih,"
__ADS_1
"Apakah kau suka? Kami sengaja membelikan barang-barang itu sebab kami pikir kau akan sangat membutuhkannya."
BERSAMBUNG…