TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MEMILIH GAUN ADAT


__ADS_3

"Dia bilang, sate yang amang buat enak. Amang bisa jadi koki di restoran bintang lima, katanya" Tutur Quinsy menjelaskan, dan kini giliran si paman penjual satelah yang tertawa.


"Temennya Eneng ini ada-ada saja. Kalo dagangan saya yang seperti ini saja sudah bisa jadi koki di restoran bintang lima, gimana sama penjual lain yang lebih handal? Ha..ha...ha..." Penjual sate tersebut tak henti-hentinya menertawakan ucapan Glen yang menurutnya sangat konyol.


"Apakah kau ingin mencoba makanan khas Indonesia yang lain?"


"Apakah seenak ini?"


"Tentu saja, aku akan membawamu ke beberapa tempat makanan enak khas Indonesia."


"Ok!" Jawab Glen dengan antusias. Kedua pasangan muda itu menjajal beberapa jajanan kaki lima. Glen terlihat sangat menikmati makanan-makanan lezat namun ramah di kantong tersebut. Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Keduanya mengakhiri perjalanan jajan mereka dan kembali ke kediaman Karren dengan perut kenyang.


"Terimakasih karena sudah memberikan kesempatan untukku dan menikmati malam yang menyenangkan ini bersamamu." Ucap Glen saat mereka telah tiba di halaman rumah keluarga Karren. Quinsy tak menjawab, ia hanya tersenyum dan melangkah masuk meninggalkan Glen yang masih berdiri di sisi mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah seminggu lamanya Emy, Jessy dan Sonya berada di Indonesia. Ketiga gadis itu telah banyak berkeliling kota Jakarta dan menikmati banyaknya tempat hiburan serta makanan khas Indonesia. Bahkan Emy dan Sonya sudah menguasai beberapa bahasa Indonesia.


Hanya tinggal menunggu beberapa hari lagi saja pernikahan Quinsy dan Glen akan segera di selenggerakan. Hari ini Morgan telah kembali ke tanah air untuk menghindari acara pernikahan sang Adik. Kebetulan ia sampai di kediaman keluarganya bertepatan dengan ketiga sahabat Quincy.


Mata hitam milik Morgan beradu pandang dengan manik biru milik Jessy. Ada kabut rindu yang tersirat dari tatapan kedua orang itu. Hingga tanpa sadar, kini hanya tinggal mereka berdua yang masih berada di halaman luar rumah keluarga Karren. Sementara Emy dan Sonya telah lebih dulu masuk dengan membawa belanjaan mereka ke kamar masing-masing.


"Kenapa kau tidak mengabariku dulu sebelum kembali?"


"Kenapa?"


"Tidak, hanya saja mungkin aku masih bisa menyiapkan jantungku agar tidak terkejut seperti tadi." Jawab Jessy dan berlari meninggalkan Morgan dengan wajah merona.


'Astaga...! Jantungku, padahal kamu sudah resmi jadi sepasang kekasih. Tapi kenapa tiap kali dekat dengannya jantungku masih saja berdegup kencang?' Tanya Jessy dalam hati, saat sudah berada di kamarnya.

__ADS_1


Tok..tok..tok...


Suara ketukkan di depan pintu kamar Jessy, gadis itu menetralkan jantungnya lebih dulu sebelum membuka pintu.


"Jessy, bisakah kau membantuku untuk memilih gaun pengantin yang cocok untukku nanti?" Pinta Quinsy di ambang pintu, Jessy ingin menjawab ketika matanya kembali melihat sang kekasih dan membuat lidahnya terasa kelu seketika.


"Te,-"


Rupanya kamar Morgan tepat berada di depan kamarnya. Dan dengan nakalnya pria itu mengerlingkan sebelah mata sebelum memasuki kamarnya, membuat jantung Jessy kembali berdegup kencang.


"Jessy? Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Quinsy yang melihat sikap aneh sahabatnya itu.


"Ah, ya? Kau bertanya sesuatu?"


"Ada apa denganmu hah? Aku tadi bertanya apakah kau bisa menemaniku memilih gaun pengantin untukku?"


"Tentu saja, ayo!"


Ya, Nyonya Karren adalah putri keturunan keluarga keraton. Jadi di setiap pernikahan anak-anaknya masih harus mengikuti tradisi suku Jawa, tidak perduli dengan siapa mereka akan berpasangan.


"Mah kok kita ke sini?" Tanya Quinsy penasaran saat melihat sang Ibu membawanya ke jejeran pakaian adat dan bukanlah memilih gaun pengantinnya.


"Terus kita harus kemana lagi kalo bukan ke sini? Gaun pengantinnya kan udah di pilihkan sama calon Mamah mertua kamu, jadi ya kita cuma tinggal milih baju adatnya aja. Walaupun kita nikahnya sama orang luar, adat istiadat kita harus di junjung tinggi." Tutur Nyonya Karren menjelaskan.


Quinsy hanya m ngangguki ucapan sang Ibu, mereka terus berjalan dan memilih satu gaun adat khas Jawa dengan ornamen berwarna hitam dan emas. Jessy yang sebagai orang luar saja sampai terpana akan kecantikan yang dimiliki oleh gaun adat itu. Terlintas dalam benaknya, mengenakan gaun itu kala menikah dengan Morgan kelak.


Blush...!


Tiba-tiba pipi Jessy terasa panas dan memerah saat membayangkan hal itu. Tanpa sadar ia jadi senyum-senyum sendiri akan tingkah konyolnya.

__ADS_1


Quinsy masuk ke ruang ganti dan mencoba mengenakan gaun adat itu dengan dibantu oleh Jessy. Lima belas menit kemudian ia keluar, gaun itu nampak menyatu dengan kulit kuning Langsat miliknya. Quinsy terlihat begitu cantik dan dewasa saat mengenakan gaun itu, membuat Nyonya Karren menjadi terharu.


"Rasanya baru kemarin kamu berada di gendongan Mamah, sekarang kamu akan menjalin rumah tanggamu sendiri."


"Maafi Quinsy Mah,"


"Hey, kenapa kamu malah jadi minta maaf? Ini semua sudah takdir Tuhan sayang, gak ada yang bisa mencegah semua ini kalau Tuhan sudah berkehendak. Jadi kita hanya bisa menerima semuanya dengan lapang dada."


Jessy yang tidak mengerti sedikitpun akan maksud pembicaraan antara Ibu dan anak itu hanya bisa menatap dalam diam. Usai memilih gaun adat, ketiga wanita cantik itu berjalan-jalan dan berbelanja. Jessy banyak membeli baju-baju lucu untuknya dan juga kedua sahabatnya yang lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di kediaman keluarga Karren, Morgan tengah berkeliling mencari keberadaan sang kekasih yang tiba-tiba menghilang. Padahal ia berencana membawa Jessy ke suatu tempat siang ini. Hingga tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara Nyonya Hemsworth dan suaminya. Morgan bersembunyi di balik dinding untuk mendengarkan lebih jauh lagi pembicaraan diantara kedua orang itu.


"Bagaimana dengan persiapan gaun pengantin dan para penata riasnya Mom? Jangan sampai kita membuat malu keluarga kita lagi di hadapan keluarga Karren. Cukup anak sialan itu yang telah mencoreng wajah kita dengan berbuat hal yang begitu memalukan."


"Daddy tenang saja, semuanya sudah beres. Jangan selalu mengungkit hal yang telah berlalu. Lagi pula, tidak semua perbuatan Glen salah. Setidaknya ia telah memberikan kita seorang menantu dari keluarga baik-baik dan juga dua calon penerus keluarga Hemsworth. Dan lagi, calon istri Glen adalah putri dari sahabatku, lebih lagi aku sangat tau bagaimana sikap dan latar belakang keluarganya."


Morgan lega, ternyata kedua orang tua Glen telah menerima kehadiran Adiknya di tengah keluarga ternama itu. Ia sempat berpikir perbedaan status diantara mereka akan membuat kehidupan Adiknya tertekan. Namun rupanya kedua orang tua Glen amatlah menyayangi Quinsy layaknya putri mereka sendiri.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJAAN AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga^^^


^^^votenya ya...^^^

__ADS_1


^^^Dukungan kalian sangat berarti bagi Author, dan untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan karyaku, aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian...^^^


I♡U READER'S...😙😙.


__ADS_2