
Sehari sebelum lomba dimulai, Quinsy kembali memeriksa gaun yang ia buat. Tetapi sesampainya Quinsy dan tim, mereka menemukan gaun itu telah penuh dengan lubang akibat gunting. Seluruh tim yang bekerja sama dengan Quinsy dalam persiapan lomba langsung heboh.
"Astaga! Siapa orang yang tega melakukan semua ini?"
"Siapa yang terakhir berada di sini kemarin?"
"Aku, tapi sebelum aku meninggalkan tempat ini, semuanya masih baik-baik saja."
Quinsy tak menanggapi semua ocehan mereka, ia justru makin menambah robekan pada gaunnya. Hal yang dilakukan Quinsy membuat timnya menjadi iba.
"Ya Tuhan, Nona. Pasti dia sangat sedih karena ini adalah harapan dan perjuangannya sejak lama."
"Ya, aku saja yang hanya menemani merasa sangat marah dan sedih. Tapi siapakah orang yang telah melakukan semua ini?"
"Nona, sekarang kita harus bagaimana? Besok sudah waktunya perlombaan, kita tidak mungkin sempat membuat gaun baru." Seorang asisten kepercayaan Quinsy dengan air mata duduk di sisi Quinsy. Ia ikut sedih dengan apa yang terjadi kini. Sebab, sejak awal Quinsy mengikuti lomba, ia sudah mendampinginya.
"Kita tidak perlu membuat gaun baru."
"Maksud Nona?" Semua orang saling pandang. Mereka tidak mengerti akan maksud ucapan Quinsy. Bagaimana mungkin mereka akan menampilkan gaun yang penuh lubang pada para juri? Bukankah itu berarti mereka akan menjadi bahan tertawaan saja?
"Tolong ambilkan gunting juga benang jahit. Dan kalian carilah beberapa perhiasan yang unik dan menarik untukku menutupi bekas jahitan ini."
__ADS_1
"Ba-baik, Nona."
Jemari Quinsy kembali memainkan jarum dan benang diatas kain-kain yang sudah terkoyak. Beruntung, tema peragaan busana kali ini adalah musim panas. Jadi Quinsy hanya tinggal membuat mode baru dengan sobekan pada gaunnya. Dan ditambah lagi dengan beberapa aksesoris yang tim Quinsy dapatkan. Gaun rusak itu dengan segera berubah menjadi gaun unik yang menarik.
"Nona Quinsy memang orang yang berbakat. Bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan ide untuk mengubah gaya gaun dalam waktu yang begitu singkat."
"Aku yakin, kali ini kita bisa menampilkan yang berbeda dan menarik. Setidaknya kita masih memiliki harapan untuk masuk ke babak selanjutnya."
"Kau benar."
Butuh waktu lumayan lama bagi Quinsy dan timnya untuk memperbaiki gaun buatan mereka. Bahkan, ada beberapa tempat yang sangat sulit untuk di perbaiki dan harus diganti. Hingga hampir tengah malam, Quinsy beserta tim baru dapat menyelesaikan semua itu.
Tuan dan Nyonya Hemsworth sedang memandangi foto kedua cucu mereka di layar hp. Zella dan Zello yang sangat aktif namun juga menggemaskan itu sedang tidur. Saat seperti inilah, keduanya dapat menunjukkan sisi menggemaskan mereka.
"Lihatlah, Dad. Betapa menggemaskannya kedua cucu kita. Aku sudah tidak sabar untuk mengunjungi mereka lagi."
"Ya, aku pun demikian,Mom. Tapi pekerjaan kita di sini masih belum selesai. Mungkin, satu atau dua hari lagi kita baru bisa bertemu mereka."
Tuan dan Nyonya Hemsworth berbincang sembari menikmati angin malam di luar balkon. Pasangan harmonis itu sesaat larut dalam pemikiran mereka masing-masing.
"Entah kapan Quinsy bisa memaafkan putra kita. Aku ingin melihat mereka kembali seperti dulu."
__ADS_1
"Ya, semua itu mungkin saja andaikan putra kita yang bodoh itu tidak mengacaukan segalanya."
"Dad, tidakkah seharusnya kita membantu Glen agar dapat meminta maaf pada Quinsy? Bukankah dia sudah cukup menderita selam setahun ini? Dan seperti yang Daddy lihat, putra kita pun telah memutuskan hubungannya dengan Dania." Nyonya Hemsworth mencoba merayu suaminya agar memberikan bantuan pada putra mereka untuk dapat kembali bersama Quinsy. Tetapi sikap tegas Tuan Hemsworth tidak mudah goyah. Baginya, Glen masih belum cukup untuk menebus kesalahannya pada Quinsy.
"Biarkan saja dia terus berusaha mencari keberadaan Quinsy. Meskipun dia dan Dania sudah tidak memiliki hubungan apapun, tetapi itu tidak membuktikan putra kita telah berubah. Bisa saja dia tertarik pada wanita lain saat ini. Toh nyatanya, hingga kini dia masih belum bisa menemukan keberadaan Quinsy dan kedua anaknya."
"Bagaimana mungkin dia bisa menemukan mereka, bila kau terus melindungi dan menyembunyikan mereka? Huh, kau ini. Sebenarnya yang anakmu itu Glen atau Quinsy? Aku sampai tidak habis pikir." Nyonya Hemsworth bangkit dan meninggalkan suaminya di balkon dengan perasaan kesal. Sedangkan Tuan Hemsworth hanya menggelengkan kepala melihat kekesalan sang istri.
"Daddy pun sebenarnya ingin mereka kembali bersama. Tapi Daddy takut, Glen tidak pantas untuk itu." Gumam Tuan Hemsworth dan akhirnya menyusul sang istri.
BERSAMBUNG....
makasih banyak loh buat yang terus setia nunggu kelanjutan cerita ini....π
maaf kalo sering buat kalian kecewa karena telat up dan ceritanya kaya muter-muter...
jujur author juga kadang ngebleng, ini cerita ngebosenin ga ya? Biar menantang dan unik harus gimana ya? jadi perlu cari inspirasi kesana kemari dulu dehπ
jangan lupa buat kasih like, komen dan votenya ya...
I love you all READERSKU π₯°π₯°π₯°
__ADS_1