TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK GLEN


__ADS_3

'Kena kau pria tua cabul! Rupanya inilah tujuan utama mendekati ku? Cih, jangan pernah bermimpi bisa membodohiku dengan trik kotoran ini.' Batin Jessy bergumam.


Gadis itu menyibak helaian dress yang menutupi bagian kakinya dan menampilkan paha putih mulus miliknya. Ia mulai bertingkah layaknya gadis genit yang akan menyerahkan diri pada pria tua itu.


Ia mendekat ke arah Mr. Rodolfo dan berbisik halus di sisi kanan pria itu "Aku tidak tertarik sama sekali dengan orang yang sudah dekat dengan malaikat maut sepertimu ini." Ucapnya seraya memberikan tatapan yang meremehkan dan bangkit meninggalkan pria itu yang menahan emosinya. "Permisi!"


"Cih! Kita lihat saja, apakah kamu masih bisa sombong malam ini." Gumam Mr. Rodolfo saat Jessy telah berjalan jauh darinya.


Pemotretan baru selesai saat malam hari, dengan masih mengenakan gaun panjangnya, Jessy kembali menuju kamar untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba saja terjadi pemadaman listrik. Tak lama tubuhnya seperti berat dan ia tak sadarkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Quinsy mengunjungi Glen ke rumah sakit, walaupun jauh di dalam hatinya masih terdapat rasa benci dan takut pada laki-laki itu, namun Quinsy tetap merasa hawatir padanya. Jadi untuk menghilangkan rasa itu, ia memutuskan datang kerumah sakit dan melihat kondisinya.


Quinsy datang ke sana bersama sang Ibu, ia juga membawakan semangkuk bubur untuk Glen karena ia tau makanan di rumah sakit sangatlah tidak nyaman. Dan kebetulan pria itu telah siuman, di sana juga masih ada suster yang baru saja selesai, mengganti perban di dadanya.


"Selamat pagi Glen, bagaimana keadaanmu? Apakah masih terasa sakit?" Tanya Nyonya Karren dengan lembut dan meletakkan bubur yang mereka bawa ke atas meja.


"Sudah jauh lebih baik. Nyonya, bisakah saya berbicara dengan Quinsy secara pribadi?"


Ucapan Glen membuat Quinsy sedikit beringsut dan mundur ke belakang sang Ibu sambil memegangi lengan wanita paruh bayar itu dengan kuat. Nyonya Karren menatapnya dan memberi anggukan seakan mengatakan bila semua akan baik-baik saja. Kemudian Nyonya Karren melepaskan pegangan Quinsy dengan lembut.


"Bicarakanlah semuanya baik-baik, Mamah akan menunggumu di luar."


Setelah Nyonya Karren pergi, Glen membenarkan posisi duduknya. Sedangkan Quinsy yang melihat pergerakan Glen yang secara tiba-tiba langsung berjingkat kaget.

__ADS_1


"Maafkan aku. aku tau aku tidak pantas untuk mendapatkan kata maaf darimu, tapi bisakah kau pertimbangkan semua ini demi bayi kita?" Tanya Glen dengan pandangan sayu. Mata elang yang selalu nampak teduh bila mentap Quinsy, membuat jantung gadis itu berdegup kali ini.


Quinsy memegangi dadanya yang berdebar hebat saat ini. Setelah sekian lama ia mengenal Glen, baru kali ini Quinsy merasakan dadanya berdebar, hanya karena tatapan mata dari pria itu.


'Sebenarnya ada apa denganku? Mengapa aku merasa berdebar hanya karena dia mengucapkan kalimat anak kami? Apakah ini karena kehamilanku?' Tanya Quinsy dalam hati.


"Ku mohon, izinkan aku untuk menebus kesalahan yang telah ku perbuat. Berikan aku satu kesempatan lagi untuk membuktikan rasa cintaku padamu."


Quinsy tak mampu berkata-kata lagi, ia hanya terisak di tempaya berdiri. Ingin rasanya ia mencaci dan memaki pria di hadapannya ini, hanya saja suaranya seakan tercekat, bagaikan ada sebuah batu besar yang menghalangi.


Dengan susah payah Glen mendekati tubuh gadis itu yang terlihat berguncang dan membawanya kedalam dekapan hangat. Glen tau betapa Quinsy sangat membencinya saat ini, tapi dua pun tidak dapat hidup berjauhan dari gadis yang telah memporak-porandakan hidupnya itu.


Glen menatap wajah Quinsy dan menghapus genangan air mata di wajah gadis itu.


Perkataan Glen barusan membuat Quinsy seakan mengalami kejadian saat ia masih bersama dengan almarhum kekasihnya Javier. Dulu pemuda itu juga pernah berkata seperti itu, namun nyatanya ia malah meninggalkan Quinsy untuk selamanya.


Quinsy menatap mata Glen dalam, baru di saudarinya tatapan kedua orang itu sangatlah mirip. Mereka sama-sama nemiliki tatapan yang begitu teduh dan penuh cinta. Quinsy bagai menemukan Javier lain dalam diri Glen.


'Mungkinkah kau mengirimkan dia untuk menjadi penggsntimu?' Tanya Quinsy dalam hati pada kekasihnya yang sudah tenang di surga.


'Mungkin tak salah untuk memberinya kesempatan kedua. Toh sebentar seventarlagi seventarlagikami seventarlagikami ata memiliki anak. Tidak mungkin aku biarkan anakku lahir dan tumbuh dewasa tanpa kehadiran seorang Ayah di sisinya.' Pikir Quinsy. Ia pun tersenyum dan mengangguk setuju.


Glen yang begitu senang langsung membuka tubuh Quinsy erat sambil menciumi kedua punggung tangan gadis itu.


Nyonya Karren yang sedari tadi melihat kejadian tersebut dari balik pintu melalui kaca transparan yang terdapat di bagian pintupun ikut senang dan terharu. Ia merasa lega, akhirnya putri kesayangannya itu dapat memaafkan Glen.

__ADS_1


Jujur saja, andaikan ia mendapatkan pilihan lain, Nyonya Karren tentu saja tidak akan membiarkan putrinya itu bersama dengan pria uang telah merenggut paksa kehormatan putrinya. Namun, nasi sudah menjadi bubur, mereka tak memiliki pilihan lain selain merestui Glen sebagai menantu kedua dalam keluarga Karren La Vega.


Toh prilaku Glen selama merawat Quinsy secara diam-diam dalam beberapa waktu belakangan ini sudah mampu membuktikan kesungguhan hari pria itu. Begitu juga dengan kedua orang tua Glen yang terlihat begitu nenyayangi putrinya. Jadi tak ada alasan lagi bagi Nyonya Karren dan Suami untuk tidak memberikan restu.


Ia bergegas menghubungi suaminya dan menceritakan semuanya pada pria yang sudah hidup bersama dengannya selama puluhan tahun itu. Membagikan rasa bahagia yang ia rasakan ini pada sang suami.


BERSAMBUNG....


...CERITA INI HANYALAH FIKSI DAN HANYALAN AUTHOR SEMATA!!!...


...BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, TEMPAT, KARAKTER DAN SEBAGAINYA, ITU HANYALAH KETIDAK SENGAJA AUTHOR....


^^^mohon dukungan kalian dengan memberikan like, komen dan juga votenya ya...^^^


^^^Sory Reader's....aku lama ga up, aku kurang sehat akhir-akhir ini. Kepalaku pusing banget, hidung juga meler terus, jadi ga bisa konsen ngetik deh...😔^^^


Tapi alhamdulillah sekarang udah agak baikan. Jadi aku usahakan buat nebus ketinggalan update ceritA ini lagi.😄


Tolong dukungan kalian untuk terus memberikan like, komen, dan juga votenya😁


Jangan lupa juga buat jadikan cerita ini sebagai favorit biar dapat notif saat ada bab baru.


ingat! like itu gratis! jadi like lah sebanyak banyaknya sebelum like itu bayar 😁😁


I♡U READER'S...😘😘

__ADS_1


__ADS_2