
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ingin memberikan makan siang untukmu, aku tau kamu belum makan siang sama sekali kan?"
"Kau tidak perlu repot lagi. Aku akan pergi makan siang bersama Quinsy di luar. Sekarang kau bisa pergi."
Farah tak menyangka akan mendapat pengusiran dari pria yang sangat disukainya. Gadis itu pergi dengan kecewa, tapi matanya seakan ingin mencabik-cabik Quinsy saat ini juga.
Mendengar pengusiran dari Glen secara halus pada gadis bernama Farah itu, membuat Quinsy sadar bila diantara keduanya tidak ada hubungan apapun. Jadi, ketika Farah memberikan tatapan itu padanya, Quinsy justru tersenyum miring seakan memberikan ejekan untuknya.
"Apa saja yang dikatakannya padamu?"
"Bukan apa-apa, oh ya, aku ingin meminta izin padamu, mulai dari besok hingga tiga hari ke depan aku tidak bisa hadir di perusahaan. Karena aku harus latihan untuk kontes modeling di kampusku."
"Bagaimana dengan kakimu?"
"Kakiku sudah baik-baik saja, kau tidak perlu risau akan hal ini. Terkilir adalah hal biasa bagi kami para model."
Glen hanya menganggukkan kepalanya sekali, di dalam pikirannya sudah banyak bermunculan pakai apa saja yang akan dikenakan oleh gadis itu.
Ingin sekali rasanya Glen melarang, tapi dia sudah terlanjur berjanji bila ia tidak akan menghalangi jadwal kuliah gadis itu. Dan bila ia melakukannya, maka ia sudah melanggar janjinya sendiri.
Quinsy tersenyum senang dan memulai pekerjaannya. Untungnya hari ini tidak banyak tugas yang diberikan Glen padanya, jadi Quinsy bisa pulang tepat waktu.
Hanya saja, Glen hari ini nampak lebih banyak melamun. Bahkan saat Quinsy memberikan secangkir kopi pahit pada pria itu dan tidak mendapat respon apapun.
'Dia kenapa? Biasanya bakal protes sama kopi bikinanku' gumam Quinsy dalam hati.
Bunyi ponsel Quinsy mengejutkan Glen dan menyadari rasa pahit dari kopi yang di teguknya. Pria itu lalu memuntahkan kopi itu dan ingin memarahi gadis itu. Namun, diurungkannya saat melihat Quinsy yang tengah berbicara pada seseorang di ponselnya.
"Maaf Nona Quinsy, ada customer baru yang ingin memesan beberapa gaun langsung darimu."
"Baiklah, saya akan mampir kebutik sekarang. Kau mintalah dia untuk menunggu kedatanganku sebentar lagi."
"Baik Nona."
Panggilan berakhir, Quinsy tersenyum pada Glen dan memamerkan deretan gigi putih miliknya.
"Maaf Tuan, pekerjaanku sudah selesai hari ini. Apakah aku sudah boleh pulang? Kebetulan aku pun memiliki urusan lain hari ini."
Glen mendengus kesal dan membiarkan gadis cantik itu berlalu meninggalkannya. Hari ini Glen tidak menikmati kebersamaannya dengan Quinsy.
Ucapan gadis itu mengenai kontes modelling yang diikutinya, membuat Glen benar-benar merasa sangat terganggu. Teringatnya akan gaun yang pernah dikenakan oleh Quinsy saat menghadiri pesta amal yang digelarnya tempo hari. Gadis itu dengan percaya diri memamerkan bentuk tubuhnya dengan gaun indahnya saat itu.
Hal itu tentu saja membuat Glen amat geram, apalagi tatapan mata para pria yang terlihat memuja kecantikan dan keindahan tubuh Quinsy. Glen sangat tidak terima ada pria lain yang menjadikan tubuh Quinsy sebagai tontonan gratis.
__ADS_1
Quinsy tiba di butiknya dan melihat siapkah orang ingin memesan gaun langsung darinya. Di dalam ruangan pribadi miliknya telah berdiri dua orang wanita berbeda usia.
Quinsy melangkah masuk dan menyapa kedua orang itu.
"Selamat malam, saya Quinsy pemilik dari butik ini."
Kedua orang wanita itu menoleh dan dapat Quinsy lihat siapa wanita yang berada di ruangannya saat itu. Seketika senyum ceria merekah di wajah cantiknya.
"Emy! Kenapa kau tidak memberitahukan padaku bila kau akan kemari?"
Ternyata customer yang di maksudkan oleh Rebecca adalah sahabatnya Emy. Emy datang ke butiknya untuk memesan beberapa gaun untuk mereka kenakan di pesta pertunangannya kelak.
"Hai, Quinsy! Ini Ibuku, aku sengaja mengajaknya kemari untuk memesan gaun pertunanganku. Aku tahu kau memiliki gaun cantik di butikmu ini."
Quinsy tersenyum ramah pada Ibu sahabatnya itu dan memperkenalkan diri.
"Halo Tante, saya Quinsy sahabat Emy di Universitas." Wanita paruh bayar itu menyambut uluran tangan Quinsy dan ikut tersenyum ramah pada gadis muda sahabat putrinya itu.
"Ya, Emy sudah banyak bercerita mengenai kau dan yang lainnya. Tante sangat bangga pada kalian, di usia muda kalian sudah mampu berkarya dan memiliki usaha sendiri."
"Terimakasih pujiannya Tante. Oh ya Emy, gaun seperti apa yang kau inginkan? Aku akan mencarikan yang terbaik untukmu."
Quinsy pun membawa mereka berkeliling butik dan mencari gaun yang akan di kenakan oleh Emy di acara pertunangannya.
...----------------...
Hampir setiap jam, ada saja karyawan yang mendapatkan luapan emosi dari Glen. Setiap hal yang mereka lakukan selalu salah di mata Glen, membuat pekerjaan mereka menjadi dua kali lebih berat.
'Astaga, mengapa sikap Tuan Glen menjadi seperti ini bila tidak ada Nona Quinsy. Aku harap, gadis itu segera kembali ke perusahaan.' Harap Brad sang sekretaris Glen dalam hati.
"Sebenarnya selama ini apa saja yang kalian lakukan hah?! Melakukan pekerjaan semudah ini saja kalian sampai tidak mampu, lalu masih pantaskah kalian berada di perusahaan ini?"
Tidak ada yang berani menatap mata elang milik Glen, semua orang hanya bisa menundukkan kepala. Entah di bagian mana lagi mereka melakukan kesalahan. Ini sudah yang ke lima kali mereka memberikan laporan hasil perkembangan pabrik dan selalu saja salah di mata atasan mereka itu.
'Bagaimana kami bisa tau letak kesalahan kami bila kau tidak memberitahukannya?' Batin salah seorang karyawan yang sudah lelah akan omelan Glen.
"Sekarang pergi dan perbaiki! Aku tidak mau tau satu jam lagi kalian sudah harus memberikan laporan yang benar padakau!"
Semua orang keluar bersamaan, Glen memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut. Bayangan Quinsy tengah mengenakan pakaian yang serba minim membuatnya benar-benar makin geram.
Akhirnya ia bangkit dan mendatangi Universitas tempat Quinsy berkuliah.
"Tuan, rapat dengan dewan direksi akan segera mulai, Tuan? Tuan?" Panggil Brad yang melihat Glen berlalu tanpa menghiraukan ucapannya.
Glen pergi meninggalkan perusahaan dengan mobilnya. Pria itu benar-benar seperti orang yang kesetanan saat melajukan mobilnya di jalanan kota New York.
__ADS_1
Hingga akhirnya mobil itu pun tiba di Universitas NYU dan kedatangannya lagi-lagi menggemparkan seisi Universitas.
Glen menuju ruang kelas modelling untuk melihat penampilan Quinsy. Kehadirannya di kelas itu sukses membuyarkan konsentrasi para model wanita.
Miss Alya, pelatih kelas modelling yang melihat kehadiran orang nomor satu di kota New York berada di tempat itu menghampirinya.
"Selamat siang Tuan Hemsworth, ada keperluan apa hingga Tuan datang ke kelas saya siang ini?"
"Tidak, saya hanya ingin melihat kegiatan anak didik Miss Alya. Sebab saya ingin mencari model untuk menjadi wajah baru perusahaan saya. Dan saya harap dapat menemukannya di kelas Anda." Jawab Glen tanpa menatap wajah Miss Alya dan tetap fokus memperhatikan para model.
Miss Alya sangat senang mendengar hal itu, wanita cantik bertubuh tinggi langsing berusia 43 tahun itu melebarkan senyumnya.
'Bila Tuan Hemsworth mengambil salah satu dari mereka sebagai model ambassador perusahaannya maka kami akan memiliki sponsor tetap.' Batin Miss Alya merasa sangat antusias.
Hingga Quinsy muncul, langkah anggunnya di atas catwalks mempesona mata pria berusia 31 tahun itu. Tapi Glen seketika teringat tujuan utamanya datang ke tempat itu.
"Apakah mereka akan tampil dengan pakaian itu?"
"Oh, tentu tidak Tuan, mereka akan mengenakan gaun yang di rancang khusus oleh desainer dari universitas kami."
"Bisakah saya melihat mereka mengenakan gaun itu?"
Miss Alya sedikit bingung akan permintaan dari Glen, tapi demi mendapatkan sponsor dari orang nomor satu di kota New York, Miss Alya menyetujuinya.
"Tentu Tuan!"
Plak, plak!!
Miss Alya menepuk tangannya dan memerintahkan pada para model untuk mencoba gaun yang akan mereka kenakan esok lusa.
"Tuan Hemsworth ingin melihat kalian mengenakan gaun dan tampil di atas panggung. Jadi sekarang gantilah baju kalian dan tampilkan yang terbaik!"
Semua model pria dan wanita kembali memasuki belakang panggung dan mulai mengganti pakaian mereka.
"Quinsy, kira-kira apa yang dilakukan oleh orang dari keluarga Hemsworth itu di sini?"
Quinsy hanya menggerakkan bahu, ia sendiri juga bingung, mengapa Glen tiba-tiba datang ke Universitas itu.
BERSAMBUNG...
♡Gimana guys...seru gak?🙆
Nantikan episode selanjutnya ya...😉
jangan lupa kunjungi karyaku yang lain tinggal tag aku aja.😄
__ADS_1
salam sayang dari
^^^NAZUA MUGHOZA♡^^^