
Pagi ini Glen telah bersiap dengan setelan kemeja kerjanya. Tak seperti biasa, Quinsy pagi ini bangun lebih pagi dan mempersiapkan semua keperluan Glen. Mulai dari air untuk suaminya mandi, kemeja yang Glen kenakan saat ini, dan juga membantu Glen mengenakan dasi. Semua itu Quinsy lakukan dengan senyum manis di wajahnya.
Mendapati perlakuan yang demikian, hati suami mana yang tidak merasa bahagia? Apa lagi senyum manis Quinsy selalu tergambar cantik pada wajah istrinya. Membuat Glen makin merasakan kesempurnaan dalam pagi ini.
"Kau pagi ini terlihat begitu bahagia. Adakah kau ingin membagi kebahagiaanmu padaku?" Tanya Glen penasaran. Jarena tak biasanya Quinsy melakukan hal srmacam ini.
"Em, bukan apa-apa. Aku hanya merasa ingin mengunjungi butikku, apakah boleh?"
"Hanya itu?" Quinsy mengangguk polos. Sudah lama ia tak mengunjungi butik miliknya. Jadi mumpung ia telah kembali, Quinsy berniat melakukan pengecekan sekaligus menyapa para karyawannya di sana.
"Baiklah, tapi kau tidak bisa pergi sendirian. Mommy akan menemanimu ke sana."
"Kau tidak perlu merepotkan Mommy. Aku hanya sebentar. Setelah melakukan pengecekan, aku akan segera pulang." Tolak Quinsy lembut. Ia merasa tidak enak bila harus merepotkan Ibu mertuanya hanya untuk sekedar melakukan pengecekan pada butik kecilnya. Apa lagi seperti yang Quinsy ketahui, kedua orang tua Glen adalah seorang pebisnis yang memiliki kesibukan luar biasa. Jadi, Quinsy enggan menambah kesibukan untuk Ibu mertuanya itu.
"Kalau begitu, biar aku saja yang mengantarkanmu. Setelah kau mengunjungi butikmu, kau bisa ikut denganku ke perusahaan."
"Benarkah?" Tanya Quinsy dengan binar bahagia di matanya. Gadis cantik itu begitu bersemangat saat Glen mengatakan bila dirinya akan ikut mengunjungi butik. Hal itu tentu saja akan membuat butik nya mendapatkan banyak keuntungan. Karena, pamor yang dimiliki oleh keluarga Hemsworth di kota New York ini sangatlah besar.
"Kau begitu bahagia? Apakah kau meraa bosan di rumah?"
__ADS_1
"Tentu. Semenjak kehamilanku semakin membesar, kalian tidak mengihinkanku untuk berjalan-jalan. Aku tentu saja merasa amat bosan."
"Kalau begitu, tunggu pekerjaanku di perusahaan slesai. Aku akan membawamu ke suatu tempat."
"Janji?" Quinsy mengulurkan jari kelingkingnya. Dengan senyum simpul, Glen ikut mengaitkan jari kelingking miliknya. Terlihat konyol memang, tapi melihat senyum manis Quinsy, Glen merasa itu justru makin menyenangkan. Setelah selesai, keduanya pun turun dan ikut sarapan bersama dengan kedua orang tua Glen.
"Pagi semua," Sapa Glen. Tuan dan Nyonya Hemsworth tersenyum ke arah anak dan menantu mereka bersamaan.
"Pagi, bagaimana istirahatmu malam tadi? Apakah tempat tidur Glen terasa nyaman untukmu? Ataukah kita perlu menggantinya? Kau tinggal mengatakannya saja, Mommy akan meminta seseorang untuk melakukannya."
"Tempat tidurnya sudah cukup nyaman. Mommy tidak perlu melakukan itu."
"Baiklah. Oh ya, Mommy telah menyiapkan tempat untukmu mengikuti senam kehamilan. Kalian berdua bisa ke sana Rabu ini."
"Tentu sayang, karena kehadiran Glen akan sangat dibutuhkan disana."
"Terimakasih Mom."
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
__ADS_1
Di sebuah kediaman yang megah, sepasang Kakak beradik tengah menikmati sarapan bersama. Keduanya tampak sibuk dengan hidangan dalam piring mereka masing-masing. Hingga sebuah suara anak kecil terdengar menyapa keduanya.
"Pagi Dad, Aunty"
"Kau tampak tampan dengan pakaian ini. Apakah kau sudah siap bertemu dengan Mommy mu?" Tanya si pria yang di panggilnya dengan sebutan Daddy.
"Ya, Dad." Jawab anak kecil itu lemah. Dia adalah anak tiri dari pria tersebut, Ibunya telah lama meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya setelah menikah dengan Ayah tirinya. Jadi, ia harus tinggal bersama dengan si Ayah tiri dan juga Adik dari Ayah tirinya.
Namanya Endrw, dia adalah putra tunggal dari almarhumah Nona Esseline. Nona Esseline sendiri adalah pewaris tunggal keluarga Smitc yang terkenal dalam bidang asuransi yang mereka punya. Dia menikah dengan Pria bernama Chriss Devanue setelah mengandung Endrw. Sedangkan Ayah kandung Endrw sendiri, hingga kini masih belum diketahui pasti siapakah orangnya.
Setiap harinya, sang Ayah tiri akan selalu acuh padanya. Hanya bila ia memiliki niat tertentu sajalah dia akan diperhatikan oleh Ayah tiri dan juga Tantenya.
"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan keluarga Hemsworth ? Aku dengar putra tunggal mereka telah menikah dengan seorang putri dari keluarga biasa saja."
Wanita yang semula hanya fokus pada layar ponsel, kini mulai mendongak menatap pria di hadapannya. Ia meletakkan ponsel itu ke sisi kiri piringnya.
"Kau tidak perlu risau tentang itu. Aku yakin, Glen hanya terpaksa menikahinya. Dan tak lama lagi, wanita itu akan segera tersingkirkan. Hari ini aku akan bertemu dengannya untuk membicarakan tentang bisnis kami yang baru. Dan aku akan mulai mengambil kesempatan untuk mendekatinya." Ucap Farrah dengan percaya diri. Ia adalah teman kuliah Glen. Farrah telah memendam perasaan pada Glen selama mereka berkuliah. Sayangnya, Glen telah memiliki kekasih kala itu. Jadi, dia hanya bisa mendekati keluarga Glen secara perlahan untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka.
"Bagaimana denganmu sendiri? Apakah kau sudah berhasil mendapatkan wanita itu?"
__ADS_1
"Tak lama lagi. Tidak akan ada seorang wanita pun yang tidak dapat aku miliki." Kedua kakak beradik itu tertawa bersamaan. Mereka sama-sama terobsesi dengan seseorang yang belum tentu tertarik dengan mereka.
BERSAMBUNG. . .