TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
MEMILIKIMU


__ADS_3

Banyak sudah penonton yang hadir di ajang winter fashion show contest yang di gelar oleh beberapa universitas untuk mencari bakat terpendam pada para mahasiswa dan mahasiswi.


Semua model dan para make over mereka telah bersiap di belakang panggung. Quinsy dan rekan-rekannya akan tampil pada urutan ketiga setelah penampilan dari universitas lain.


Jadi mereka masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan segalanya agar lebih maksimal saat tampil di atas panggung nanti.


Walau ini bukanlah kontes pertama untuk Quinsy dan sahabatnya Jessy, tetapi mereka tetap saja gugup dan berdebar menunggu giliran mereka untuk tampil.


"Gaun yang kamu kenakan saat ini adalah satu-satunya gaun panjang dalam kontes malam ini. Pandai-pandailah mencari anggel yang baik nanti."


"Ok, aku tau."


"Make up kamu sengaja aku buat tipis, jadi walaupun kamu nanti ga usah terlalu berlebihan dalam mengeksplorasi wajah, kamu akan tetap mendapat nilai plus."


"Ok, tank's Emy."


Dan tibalah giliran Quinsy dan yang lainnya tampil. Mereka benar-benar menguasai panggung dan menyita perhatian para dewan juri.


Apalagi penampilan Quinsy dan Jessy yang memberikan nilai lebih pada universitas mereka. Kedua gadis itu tampil dengan penuh percaya diri dan dapat menyesuaikan tema pakaian mereka.


Andaikan mata Glen dapat mengeluarkan anak panah dan pedang, saat ini pasti sudah banyak pria yang mati di tempat. Ia benar-benar merasa jengkel pada para pria yang melihat tubuh indah Quinsy seperti singa yang kelaparan.


Memang penampilan Quinsy malam ini mendapatkan sorotan yang berbeda dari para kau pria. Mereka melihat sisi seorang Quinsy yang berbeda dari biasanya.


Gadis cantik yang biasa mereka lihat adalah sosok yang manis dan lemah lembut. Tapi penampilannya malam ini sangatlah berbeda, ia terlihat begitu seksi dan menantang. Membuat pria manapun langsung bergairah saat menatapnya.


Tak terkecuali seorang pria tampan yang duduk di kursi VIV, ia terlihat sangat terpesona akan gaun yang di kenakan oleh Quinsy saat ini. Di tambah make up yang natural dan tubuhnya yang begitu indah, membuatnya makin kesulitan untuk memalingkan pandangan bahkan walau sekedar mengedipkan mata.


'Waw! Kau benar-benar gadis yang luar biasa Karren La Quinsy. Aku makin tertarik untuk mendapatkanmu.' Batin pria itu.


Hingga akhir pengumuman pemenang lomba dan penyerahan piala untuk para peserta telah berakhir. Glen langsung menghampiri Quinsy dan melepaskan jas yang di kenakannya.


Melihat hal itu, parapeserta dan orang-orang yang berada di sana langsung tercengang.

__ADS_1


Mendapat perlakuan seperti itu Quinsy sendiri juga merasa heran. Ada apa sebenarnya dengan pria satu ini, ia selalu berbuat semaunya sendiri.


"Kau sedang apa? Kita jadi sorotan orang banyak."


Glen tak memperdulikan pertanyaan dari Quinsy, ia terus saja menarik gadis itu pergi dari tempat acara di gelar.


Hingga keduanya sudah berada di dalam mobil, Glen masih saja tidak membuka suara. Ia melajukan mobilnya dan meninggalkan gedung perlombaan fashion show itu.


"Hei, hei, hei! Kau mau bawa aku kemana?" Hening, Glen masih saja tidak menghiraukan pertanyaan dari mulut Quinsy.


"TUAN GLEN JHONSSON HEMSWORTH, kemana kau akan membawaku? Aku harus segera kembali ketempat itu."


"Dan menjadi tontonan para laki-laki yang kelaparan di sana?"


Quinsy agak tersentak mendengar ucapan Glen, ia masih tidak mengerti mengapa pria itu terlihat begitu marah.


"Apa masalahmu? Aku seorang model, dan mendapatkan sorotan adalah hal yang wajar."


"Sekarang tidak lagi! Kau adalah milikku! Aku tidak mengijinkan siapa pun melihat tubuhmu ini!"


"Jangan mimpi!"


Glen makin melajukan mobilnya hingga membuat Quinsy harus berpegangan pada asis grip sangking lagunya Glen dalam mengendarai mobilnya.


Mobil berhenti di depan sebuah hotel mewah kelas atas. Glen lebih dulu turun dari mobilnya, sedangkan Quinsy masih duduk manis dan menerapkan detak jantungnya yang seakan terlepas dari tempatnya berada.


Dan belum juga nafas Quinsy kembali normal, pria itu sudah menariknya masuk ke dalam hotel. Quinsy mencoba meronta dengan berpegangan pada pintu mobil, membuat Glen kesulitan membawanya. Akhirnya pria itu menggendong Quinsy di bahunya seperti sekarung beras.


Kehadiran keduanya menjadi perhatian banyak orang. Bukan hanya karena gaya mereka yang cukup aneh, tapi juga karena kehadiran Glenl yang membawa seorang gadis ke tempat itu.


"Hei! Turunkan aku! Dasar kau psikopat tua menyebalkan!!" Teriak Quinsy sambil memukul-mukul punggung tegap milik Glen.


Buruk!!!

__ADS_1


Glen membanting tubuh Quinsy ke atas ranjang yang berukuran besar. Ia mulai melepaskan kemejanya dan mendukung tubuh kecil Quinsy.


"A..apa yang kau ingin lakukan?"


Quinsy mencoba menjauh dari tubuh Glen, tapi sayang gerakannya terhenti karena punggungnya yang telah tersadar pada kepala ranjang.


"Jangan macam-macam! A..atau aku akan berteriak!"


"Teriaklah! Ini adalah kamar pribadi milikku dan sudah kedap suara."


"A..apa sebenarnya yang kau inginkan?"


Glen tersenyum miring, ia semakin mendekatkan tubuh dan wajahnya pada Quinsy. Kemudian Glen berbisik tepat di telinya gadis itu.


"Aku ingin menjadikanmu milikku. Agar tidak ada seorang pria pun yang mencoba untuk mendapatkanmu."


Setelah membisikkan hal itu, GLEN langsung mencumbui bibir ranum milik gadis cantik yang masih terdiam di tempatnya. Dan saat Quinsy tersadar akan ciuman yang di lakukan oleh GLEN saat ini, gadis itu mencoba mendorong dan memukul dada pria itu.


Namun seperti biasanya, tenaganya akan kalah jauh dari pria itu. Dan semakin kuat ia mencoba untuk melawan, maka semakin brutal pula cambukan yang di lakukan oleh pria itu padanya.


Glen mencumbui setiap inci dari tubuh gadis cantik itu, mulai dari leher dada hingga bagian paha pun tidak ia lewatkan. GLEN meninggalkan banyak bercakap merah pada tubuh putih Quinsy.


Ia memang sengaja melakukannya agar gadis yang bersamanya saat ini bisa ia miliki seutuhnya. Quinsy menggeleng, tubuhnya bergetar hebat.


Gadis itu saat ini benar-benar ketakutan. Ingin lari pun sudah tidak mungkin lagi, ia tidak tahu siapa yang dapat menolongnya saat ini. Satu-satunya yang dapat ia lakukan hanyalah menangis dan berharap agar Glen tidak melakukan hal yang jauh lebih gilang dari ini.


BERSAMBUNG....


♡Hello gais...ini novel aku yang kedua.


sory ya kalau kurang memuaskan ceritanya...


aku harap kalian mau memberikan saran agar aku makin termotifasi

__ADS_1


jangan lupa kunjungi novel-novel aku yang lain ya?


ada yang berjudul Cold hearted a girl,what's wrong with my bos? dan istri masadepanku yang pastinya ga kalah seru.♡


__ADS_2