TARUHAN BERHADIAH CINTA

TARUHAN BERHADIAH CINTA
SAINGAN MODEL


__ADS_3

"Cari tahu mengenai perusahaan keluarga Karren. Apa saja masalah yang sedang terjadi di sana dan segera laporkan padaku!" Titah nya pada anak buahnya di sana.


Hal itu tentu saja membuat mereka kebingungan, bagaimana tidak? Mereka saat ini sedang membahas mengenai investasi yang bermasalah dengan perusahan lain. Tapi mengapa CEO mereka justru ingin mengetahui masalah yang terjadi di perusahaan keluarga Karren yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan perusahaan mereka.


"Tapi maaf Tuan, kita tidak memiliki hubungan dengan perusahaan keluarga Karren." Ucap salah seorang bawahan Glen mengingatkan.


"Siapa kau beraninya memberikan tanggapan? Apakah aku harus memberikan alasan padamu terlebih dahulu sebelum memberikan perintah?!"


Suara bariton Morgan menggema di dalam ruangan tersebut.Semua orang langsung tertunduk dan menggeleng bersamaan.


"Kalau begitu pergi! Aku ingin data mengenai perusahaan itu sudah ada di atas mejaku dalam lima belas menit!"


Semua orang langsung bangkit dan berhamburan keluar meninggalkan ruangan sang CEO. Glen kembali duduk di mejanya dengan rasa penasaran dan tidak sabar. Dia ingin mengetahui masalah apa yang menimpa perusahaan keluarga Quinsy, hingga membuat gadis cantik itu harus turuntangan langsung.


Lima belas menit kemudian, orang yang dimintanya mencari data mengenai perusahaan keluarga Karren pu tiba di ruangannya dengan sebuah map di tangannya.


"Permisi Tuan, ini adalah data yang Tuan minta."


Jovan menyambut file itu kemudian mengibaskan tangannya pada karyawannya tadi agar meninggalkan ruangan itu. Dengan teliti ia mulai membaca satu per satu data mengenai masalah dalam perusahaan keluarga Karren.


......................


Di perusahaan lain, seorang gadis muda tengah bersiap-siap mengganti pakaiannya dalam ruang ganti. Gaun panjang yang akan dikenakannya nanti memiliki banyak kerumitan dan membuatnya memerlukan waktu yang cukup lama, hingga membuat model wanita lain harus menunggu.


Sebenarnya ada dua ruang ganti untuk para model wanita yang sudah di siapkan oleh perusahaan, tapi salah satunya malah di isi dengan perlengkapan studio pemotretan. Jadi karyawan perusahaan menyarankan bagi model wanita itu untuk mengganti pakaiannya di dalam ruang pertemuan khusus yang jarang digunakan.


Model itu pun setuju, dia menuju ruangan yang di maksudkan oleh karyawan tersebut dan mulai melepaskan pakaiannya satu per satu. Saat semuanya telah terlepas tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Aaaaa!!!" Teriak sang model wanita yang sudah tidak mengenakan pakaian sama sekali di tubuhnya.


Sang pria yang mendengar teriakan itu bukannya keluar malah berdiri mematung di tempatnya. Matanya bahkan tidak berkedip memandang gadis muda tanpa pakaian di hadapannya itu.


"Kau mesum! Apa yang kau lihat hah?!"


Akhirnya sang pria tersadar dan membalikkan tubuhnya. Dengan menelan ludah kasar dia ingin meninggalkan ruangan itu, tapi diurungkannya. Dia kembali berbalik dan menghadap sang wanita tadi.

__ADS_1


"Kau kenapa berbalik lagi?!"


Tanya sang gadis saat melihat orang yang akan pergi itu justru kembali berbalik. Bahkan melangkah makin mendekat ke arahnya.


"A..apa yang kau inginkan?"


"Apa yang kau lakukan di ruangan ini? Kau juga bukan salah satu karyawan perusahaan ini. Siapa kau?" Tanya Morgan pada gadis itu.


"A..aku model ambasador perusahaan ini. Namaku Jessy Westland." Jawab Jessy terbata.


'Model? Pantas saja aku seperti tidak singkat dengan wajahnya' pikir Morgan.


"Lalu mengapa kau ada di sini? Bukankah kau tau ini bukanlah ruang ganti?"


"Tadi seseorang mengantarkanku kemari, karena ruang ganti sedang digunakan oleh model lain. Dia mengatakan bila ruang ini jarang dipergunakan jadi aku bisa menggunakannya dulu." Jawab Jessy dengan wajah tertunduk.


Dapat Morgan lihat pipi dan telinga gadis itu sudah memerah padam karena menahan malu. Dia berkesempatan kemudian membalikkan tubuhnya dan benar-benar pergi meninggalkan ruangan itu.


Jessy menghembuskan napasnya lega, ia tidak mengenal siapa orang itu. Tapi rasanya dia pernah bertemu dengannya di suatu tempat.


"Quinsy!"


Merasa namanya di panggil, gadis itu menoleh ke belakang dan menemukan Jessy yang berjalan ke arahnya.


"Jessy, kau adalah model ambasador disini? Kenapa tidak pernah bercerita padaku?"


"Ya, aku pikir kau sudah mengetahuinya."


"Pemotretan siap! Semua model harap berkumpul." Ucap sang Fotografer pada para model yang akan melakukan sesi pemotretan.


Ada lima model yang akan menjadi ambassador perusahaan itu. Salah satunya ialah salah seorang pewaris di perusahaan tersebut. Model lain memang tidak mengetahui identitas Quinsy, tapi Jessy yang sebagai sahabat gadis itu tentu saja tau.


Saat tengah melakukan pemotretan seorang model wanita lain yang merasa iri akan kecantikan yang dimiliki oleh Quinsy, sengaja menginjak gaun yang dikenakan oleh gadis itu hingga membuatnya terjerembab ke lantai.


"Ah..!" Lutut Quinsy berdarah akibat terbentur langsung dengan lantai. Melihat sahabatnya di tindas oleh orang lain, Jessy langsung mencengkram rambut gadis itu dan mendorongnya hingga ikut tersungkur, barulah dia membantu Quinsy untuk bangun.

__ADS_1


Saat Jessy ingin kembali memberi pelajaran pada gadis tadi, Quinsy menahan lengannya dan menggeleng. Hal itu di turuti oleh Jessy dan membantu sahabatnya untuk mengobati luka di lututnya.


Namun, Morgan tiba di sana dan menggendong sang adik menuju ke ruangannya. Hal itu makin membuat sang model wanita yang membuat tadi terjatuh makin geram. Ia tidak mengetahui status apa yang dimiliki oleh Quinsy, hingga membuat CEO perusahaan menjadi begitu panik.


"Lihat rekaman CCTV! Aku ingin sekarang!" Titah Morgan pada seseorang di ponselnya, kemudian mengobati luka pada lutut sang Adik.


Ponselnya berbunyi dan sebuah video tentang apa yang terjadi tadi di lihatnya. Ternyata salah seorang model yang menjadi ambassador di sana yang telah membuat Quinsy celaka. Hal itu menyulut emosi Morgan, ia tidak terima ada orang yang menyakiti sang Adik kesayanganny.


"Pecat model itu! Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi!"


Mendengar hal itu Quinsy langsung mencegah sang Kakak. Ia tahu untuk saat ini akan sangat sulit mencari model pengganti lain dengan waktu singkat. Jadi Quinsy tidak ingin Kakaknya melakukan kecerobohan hanya untuk masalah kecil.


"Jangan Kak, kita masih butuh dia."


"Kita gak butuh orang yang seperti dia, masih banyak orang lain yang bisa menggantikannya."


"Ia Kakak bener, tapi kita harus cari ke mana dalam waktu yang mepet gini? Udahlah, toh ini cuman luka kecil aja." Ucap Quinsy mencoba membujuk sang Kakak.


Morgan berpikir sejenak, apa yang dikatakan oleh Adiknya memang benar. Akan sangat sulit mencari model pengganti dalam waktu yang setingkat itu, jadi dia setuju untuk mempertahankan sang model itu.


Morgan kembali menghubungi anak buahnya untuk membatalkan pemecatan atas model tadi.


BERSAMBUNG....


♡Hello gais...🙋


ini novel aku yang kedua.


sory ya kalau kurang memuaskan ceritanya...😔


aku harap kalian mau memberikan saran agar aku makin termotifasi😊


jangan lupa kunjungi novel-novel aku yang lain ya?😉


ada yang berjudul Cold hearted a girl,what's wrong with my bos? dan istri masadepanku, yang pastinya ga kalah seru.♡

__ADS_1


__ADS_2